...
...
“Sunny... aku sayang dia, aku menyukai dia, dia bagiku adalah segalanya, bahkan ada yang tidak bisa ku bilang. Pokoknya Sunny adalah orang terpenting bagiku” kata Eunhyuk. “kalau aku?” tanya Yuri lagi.
Sunny menatap Eunhyuk terus, dia bahkan tidak mau mengedip matanya ketika Eunhyuk bilang begitu tentangnya. Dia tidak percaya Eunhyuk akan berkata begitu tentang dirinya.
“Kamu... kamu juga segalanya bagiku, sama seperti Sunny. Tapi sebenarnya aku hanya menganggap dia berharga, cuman ku anggap dia sebagai adik ku. Perasaan ku dengan nya dan perasaan ku dengan mu berbeda Yuri” jelas Eunhyuk panjang lebar. “kamu menanggap aku dan Sunny sangat berharga bagimu. Tapi perasaan mu terhadap Sunny beda dengan perasaan mu terhadap ku. Apanya yang beda? Kamu bisa menyukai ku tetapi kamu tidak bisa menyukai Sunny” kata Yuri. Apa tujuan Yuri berkata begitu?
Sunny mengerut dahinya. Donghae yang di sebelahnya membisik “kenapa Yuri berkata begitu? Kalau iya enggak mau dengan Eunhyuk ya nolak saja. Tidak usah bertele-tele kan” bisik Donghae. “ti... tidak. Yuri seharusnya menerimanya. Tapi kenapa dia berkata seperti begitu?” bisik Sunny balik, tapi semakin berpikir. Pertanyaan tadi seperti mempunyai tujuan yang sama seperti Yuri menanya nya tadi. Donghae hanya menatap Sunny dengan curiga, “kamu kasih tau Yuri kalau Hyuk bakalan nembak dia. Jadi kamu suruh dia menerima ya?” tanya Donghae. Sunny menatap Donghae, “enggak kok. Memang aku kasih dia tau. Tapi aku ga suruh dia menerimanya. Dia sendiri bilang yang akan menerimanya karena dia juga suka hyuk” jelas Sunny.
Eunhyuk tiba-tiba merasa gugup, “Yuri, kalau kamu menolak ku to the point saja” katanya. Dari pada di tanya-tanya terus, eunhyuk merasa lebih bagus langsung di tolak. “siapa bilang aku akan menolakmu. Semua murid SM School bilang kamu paling cocok dengan Sunny. Tidak ada yang bilang kamu cocok denganku. Aku takut fangirl mu akan membahayai ku” jelas Yuri. Eunhyuk menghela nafas lega, cuman itu karena dia di tanya-tanya. Karena Yuri takut dengan fangirl nya? Lucu.
Eunhyuk mendekat ke arah Yuri, dia memegang pipi Yuri, lembut. Kulit Yuri terasa sangat lembut tidak kalah dengan kulit Sunny.
Sunny merasa hatinya sakit. Pertama kali Eunhyuk memegang perempuan lain selain dirinya. Tatapan yang biasa begitu lembut selalu dikasihnya sekarang dikasihnya ke Yuri. Sunny tidak rela, dia baru sadar dia sangat tidak rela membiarkan Eunhyuk di ambil Yuri. Tapi, kalau dia menghentikannya. Eunhyuk akan membencinya.
Donghae sadar dengan perubahan raut wajah Sunny. Sedih, kecewa, terasa sakit. Donghae sadar. Kalau Sunny rupanya ada perasaan suka terhadap Eunhyuk. dia harus maklum, mereka bersama sejak kecil. Eunhyuk selalu berada di samping Sunny dan juga Sunny begitu juga. tapi sekarang, kalau Eunhyuk jadian dengan Yuri. Semua akan berubah.
“aku akan melindungi mu dari mereka. Jadi kamu tenang saja ya. Kalau ada fangirl ku yang mengganggu ku. Tinggal kasih tau aku, aku akan membereskan mereka” kata Eunhyuk. Yuri merasa aneh ketika Eunhyuk berkata begitu. Dia merasa ada kupu-kupu tadi di perutnya. Yuri menelan ludahnya kemudian berkata “Hyuk. Aku mau menerimamu” kata Yuri menerima. Mata Eunhyuk berbinar-binar kemudian dia memeluk Yuri “gomawo Yuri! Kamu bakalan tidak akan menyesal sudah menerima ku” kata Eunhyuk kemudian dia melepas pelukannya. “saranghaeyo Yuri” kata Eunhyuk lembut. Yuri menangguk “saranghaeyo Eunhyuk” balas Yuri.
Kamu dan Sunny akan menyesal Eunhyuk. kamu akan menyesal karena memilih ku. Sunny kamu akan menyesal karena rela memberikan Eunhyuk kepada ku. Kata batin Yuri.
Sadar atau enggak sadar air mata Sunny keluar sendiri. Air mata kesedihan atau kesenangan? Donghae terkejut nampak air mata Sunny. Dia mengangkat tangannya dan menghapus air mata Sunny. Sunny sendiri juga terkejut “a.. a... a.. aku terlalu senang sampai menangis begini. Benar-benar” kata Sunny terputus karena dia jadi ingin menangis. Menangis menjadi-jadi. Bukannya dia bilang dia mau jadi perempuan yang kuat, tidak mau menangis hanya tertawa. Tapi kenapa?
Donghae hanya menatap kasihan ke Sunny. Dia sudah terlambat mengetahui perasaannya sendiri. Dia kembali menatap Eunhyuk dan Yuri, rupanya dua makhluk hidup itu sudah tidak ada. Donghae mendekat ke arah Sunny dan memeluknya. Sunny pon membalasnya dia malah menangis semakin besar. Sakit... terlalu sakit. “shh. Kalau kamu memerlukan dada untuk nangis. Datang saja ke aku” kata Donghae lembut sambil mengelus lembut rambut Sunny. Sunny memangguk kepalanya “go.. go... hiks... gomawo.. hiks... Donghae” kata Sunny.
~skip time [bel pulang sekolah]
Baru beberapa saat, gossip sudah beredar kalau Eunhyuk dan Yuri sudah jadian. Banyak fanboy dan fangirl mendukung, dan banyak juga yang sedih dan kecewa, dan tentu saja ada yang marah terutama para fangirl Eunhyuk. tapi lebih banyak yang kecewa karena Eunhyuk bukan jadian dengan Sunny.
Terdengar banyak hinaan dan pujian, hey hey. Mau menjelekkan orang tidak bisa diam-diam ya? Sengajain dibesarin. Untuk yang mau memuji silahkan besar-besar. Untuk yang mau menjelekkan orang? Silahkan go to hell.
Terdengar pujian seperti “pst, Eunhyuk cocok tuh dengan Yuri” “pst, mereka pasti longlast deh sampai tamat dan kawin” “pst, satu tampan satu cantik cocok banget tuh” dan blablabla.
Yang menjelekkan seperti “perempuan jelek itu jadian dengan pangeran kita? Lebih bagus aku di tabrak truk” “kenapa Eunhyuk harus menerima dia?” “kenapa Eunhyuk harus jadian dengan dia?” “mereka sama sekali enggak cocok” “satu tampan satu jelek, ih apaan itu” “Eunhyuk lebih cocok dengan Sunny daripada itik buruk rupa itu”
Hello, jangan menyebar gossip yang enggak-enggak ya. Eunhyuk yang menembak ku, bukan aku yang menembak dia. Gitu kata Yuri di dalam hati. Dia kesal setengah mati.
Eunhyuk hanya tersenyum sama sekali tidak memerdulikan hinaan mereka, tiba-tiba dia berteriak “bagi yang tidak senang melihat ku dengan Yuri tidak usah lihat. Daripada kalian membuang energi dan nafas menjelekkan kita bagusan kalian segera belajar untuk UAS dan UASBN ya. So please, shut your mouth!” Eunhyuk memang selalu baik dengan orang lain. Tetapi kalau ada yang terlalu keterlaluan, mau tidak mau dia harus melawan kan.
Eunhyuk mencium puncak kepala Yuri “semuanya tidak apa-apa” kata Eunhyuk. Yuri hanya tersenyum menanggapinya. Semua merasa iri betapa mesranya mereka baru jadian. Siapa yang jadian dengan Eunhyuk pastilah sangat beruntung.
Wow wow, tiba-tiba para fanboy dan fangirl teringat putri mereka. Dimana Sunny? Dan satu pangeran lagi. Dimana Donghae?
Tapi sepertinya Eunhyuk dan Yuri melupakan mereka. Terlalu sibuk diri sendiri. Eunhyuk bahkan tidak pulang bersama dengan Sunny, dia duluan dulu dengan Yuri. Dia menaiki sepedanya dan membonceng Yuri pulang bersama.
Sunny terus melihat mereka, dasar monyet. Pulang tidak bersama dia bukannya dikasih kabar. Dasar monyet jelek! Sakit... sakit sekali... lagi-lagi Sunny terasa mau nangis. Terdengar suara dari belakang “Eunhyuk sudah pacaran dengan Yuri jadinya melupakan kamu” kata Donghae. Sunny mengambil nafas dan membuangnya “yang penting Hyuk senang. Aku bisa pulang sendiri . Aku pergi dulu ya, annyeong Donghae” pamit Sunny. Tapi tangannya di tahan Donghae, “aku akan di bilang lelaki brengsek karena membiarkan cewek manis sendiri pulang. Ku antar” kata Donghae dengan sikap gentleman. Sunny hanya mengangguk menerima tawaran Donghae.
Tidak sama dengan Eunhyuk naik sepeda, Donghae membawa mobilnya sendiri. Bukan mobil mewah, tapi mobil yang sangat nyaman. Donghae membuka pintu penumpang untuk Sunny, Sunny tersenyum melihat sikap gentleman Donghae. Dia masuk kemudian Donghae membanting pelan pintu mobilnya. Dia mengelilingi mobil dan menuju ke tempat duduk menyetir. Setelah dia masuk, dia menstart mobilnya dan menuju ke rumah Sunny. Sama sekali tidak ada percakapan ketika perjalanan.
~dibagian Eunhyuk dan Yuri
“sampai” kata Eunhyuk ketika sudah sampai di depan rumah Yuri. Tidak besar tapi cukup untuk tinggal semuanya 5orang sekeluarga. Yuri turun dari tempat duduk boncengan, “gamsah Eunhyuk, mau masuk dulu?” tawar Yuri. Eunhyuk berpikir seketika dan menolak “tidak usah, hari sudah malam aku harus segera pulang membuat pr. Kamu masuk cepetan mandi dan makan ne. Belajar jangan terlalu malam. Aku kan mengirim sms ke kamu nanti” kata Eunhyuk panjang lebar. Yuri tertawa “kamu seperti mak comblang” ejek Yuri. Eunhyuk juga ikutan tertawa “mau jadi apapun yang penting selalu membuat mu tertawa, senang, dan sehat” kata Eunhyuk. terdiam dari tawa masing-masing. Tiba-tiba Eunhyuk menarik Yuri agar mendekatnya dan dengan cepat Eunhyuk mencium pipi sebelah kanan Yuri. Muka Eunhyuk memerah, “a... a...aku pulang dulu. Bye!” kata Eunhyuk dengan cepat mengayuh sepedanya meninggalkan Yuri. Yuri diam mematung, masih syok dengan perbuatan Eunhyuk tadi. Sesudah sadar, Yuri hanya tersenyum sendiri dan masuk ke rumahnya.
Eunhyuk merasa hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Dia harus segera pulang ke rumah Sunny dan cepat-cepat menceritakan. Sunny pasti akan senang mendengarnya. Oh no Eunhyuk, bagimu menyenangkan. Bagi dia? Worst day.
~bagian Sunny
Sampai juga di depan rumah Sunny. “gomawo Donghae... –lagi-“ kata Sunny. Donghae tertawa “sepertinya besok kamu tidak akan ke sekolah dengan Eunhyuk, dia pasi sibuk dengan Yuri” kata Donghae. Sunny terdiam dan berkata “ya, pastinya. Sepertinya mulai hari ini aku akan sendirian terus”, “No, kamu seperti melupakan aku Sunny” kata Donghae dengan muka kecewa. Sunny melelet lidahnya “iya ya, aku masih ada kamu” kata Sunny.
“mulai besok dan selamanya kalau Eunhyuk melupakan mu. Kamu ada aku. Jangan lupa itu” kata Donghae sambil mencubit pelan hidung Sunny. Sunny hanya tersenyum lebar. “besok, ku jemput. Waktu aku datang. Kamu harus sudah siap ne” kata Donghae. Sunny menangguk, kemudian dia membuka pintu mobil dan turun dari mobil. Sebelum menutup dia melambai ke arah Donghae, Donghae juga melakukan yang sama. Setelah itu Sunny membanting pelan pintu mobil Donghae.
Donghae belum beranjak dari depan rumah Sunny, dia menunggu Sunny masuk ke dalam rumahnya. Setelah pasti Sunny sudah masuk, baru dia menstart dan jalan. Di perjalanan dia ketemu Eunhyuk, tapi dia tidak mengklakson atau memangilnya. Dia cuek, dia merasa marah terhadap Eunhyuk. mentang-mentang sudah punya pacar. Temannya dilupain termasuk dirinya. Keterlaluan.
...
Eunhyuk terus mendayung sepedanya ke arah rumah Sunny. Kemudian secara kebetulan dia nampak mobil Donghae. Dia tau betul itu mobil Donghae, berwarna black piano, mobil jazz. Anehnya seharusnya Donghae terlihat dia. Tapi kenapa Donghae tidak memanggil atau mengklaksonnya?
Tidak mau berpikir lagi, dia sambung menuju rumah Sunny.
...
~di bagian Sunny
“aku pulang” kata Sunny ketika dia masuk ke rumahnya. Dia langsung menuju ke kamarnya yang di lantai dua. “kamu enggak pulang dengan Eunhyuk hari ini?” tanya ibunya, aneh. Biasa kalau Sunny pulang dengan Eunhyuk, pasti Eunhyuk juga ikut masuk. “monyet jelek itu sudah ada pacar jadi melupakan teman kecilnya lagi. Mama! Aku hari ini gak mau makan malam” teriak Sunny dan membanting pintu kamarnya. Ibu Sunny terkejut, Eunhyuk sudah punya pacar? Sunny kelihatan marah, jangan-jangan cemburu.
Tiba-tiba terdengar ketokan pintu di luar. Ibu Sunny membuka pintu tersebut, tebak siapa? Eunhyuk. “annyeong ahjumma” sapa Eunhyuk. Ibu Sunny membuka pintu lebih lebar membiarkan Eunhyuk masuk dengan leluasa. “Sunny di atas?” tanya Eunhyuk. Ibu Sunny menangguk “ne. Tapi dia sepertinya lagi marah. Katanya kamu sudah punya pacar dan sudah melupakannya” kata Ibu Sunny dengan mengangkat sebelah alis, kemudian dia melihat dua lengannya di bawah dada “bisa kamu jelaskan?” tanyanya.
Eunhyuk ketawa, “ahjumma, aku sudah punya pacar itu betul. Tapi melupakan Sunny? No way!” kata Eunhyuk. ibu Sunny menghela nafas “kalau begitu sana naik dan melihatnya” kata Ibu Sunny. Eunhyuk dengan segera naik ke lantai dua dan sesudah di depan kamar Sunny. Dia memutar kenop pintu kamar Sunny. Berhasil dibuka, dia mendorong ke depan. Dia melihat Sunny lagi menutup mukanya dengan bantal.
Dengan pelan Eunhyuk menutup pintu kamar Sunny. Dia jalan mendekat, “pergi kau dari kamar ku dasar monyet jelek!” bentak Sunny dan melempar bantalnya ke muka Eunhyuk. Eunhyuk terlihat terkejut, “kenapa kamu marah?” tanya Eunhyuk.
“dasar monyet jelek! Sudah punya Yuri aku dilupakan! Aku benci! Benci! Huhuuu” teriak Sunny, lagi-lagi dia menangis. Eunhyuk jadi merasa bersalah, dia mendekat ke Sunny. Kemudian menghapus air mata Sunny. “aku tidak melupakan kamu kok. Tidak mungkin dan tidak bisa” kata Eunhyuk. “oh ya? Ta... tadi kamu pulang membonceng Yuri. Kamu bahkan enggak memberitau aku, untung Donghae dengan baik hati mau mengantarku pulang. Selama lonceng istirahat kamu tidak memedulikan ku. Terlalu sibuk dengan Yuri. Jahat, aku benci” rengek Sunny masih menangis.
Eunhyuk mengingat-ngingat lagi kejadian siang tadi. Sunny benar, eunhyuk tidak memedulikannya. Dia terlalu sibuk dengan Yuri. Merasa bersalah dia memeluk Sunny yang masih menangis. Sudah lama dia tidak melihat Sunny menangis, dia bahkan tidak ingat kapan terakhir kali Sunny menangis. Terus memeluk, tapi Sunny mendorongnya.
“jangan peluk aku. Kamu sudah bukan punyaku lagi. Kamu sudah ada Yuri. Pergi! Aku enggak mau jadi teman mu lagi! ” bentak Sunny menyuruh Eunhyuk pergi. Bukannya pergi dia malah balik memeluk Sunny semakin erat, Sunny memberontak menyuruh Eunhyuk melepasnya. “Sunny!” teriak Eunhyuk yang sudah kesal “maafkan aku, hari ini aku memang sudah keterlaluan. Tapi setelah kesalahan hari ini, seterusnya tidak akan terjadi lagi! Aku berjanji” janji Eunhyuk. Sunny sudah lebih tenang, Eunhyuk melonggar pelukannya.
“hiks... jan... janji?” tanya Sunny sekali lagi. Eunhyuk menangguk pasti. “kamu sangat berharga bagiku, lebih daripada Yuri. Jadi jangan bilang kamu tidak mau menjadi teman ku” kata Eunhyuk masih memeluk Sunny. Sunny hanya diam. Dia tidak bisa menjawab
Kalau iya aku lebih berharga daripada Yuri. Kenapa kamu jadian dengannya, kenapa tidak dengan ku?
Kalau saja aku tidak telat menyadari perasaan ku ini. Hyuk, bagaimana perasaan mu terhadap ku.
Kenapa aku jadi egois begini?
Gini kah ketika perempuan jatuh cinta? Sangat egois, slalu harus mendapatkan apa yang dia mau?
You love her, but i love you. To let you be happy. Must i let you go?
[to be continue]
No comments:
Post a Comment