Sebagian murid Kirin Art School melanjutkan kuliahnya ke Australia. Pagi-pagi sekali tepatnya pada pukul 05.30 Donghae sudah bangun karena ia akan pergi ke airport menuju Australia untuk melanjutkan kuliahnya disana. Temannya,Eunhyuk,Minho,dan Nichkhun juga ikut pergi ke sana. Tiba2 ponsel Donghae berbunyi. -Incoming Call,은혁형- “Yoboseo?” “Cepat datang,pesawatnya akan terbang jam 06.30,penerbangan dipercepat stgah jam” kata Hyuk. “Mwo?! jam 06.30 ?! kenapa kamu baru telepon?!baiklah aku akan segera kesana!!” langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari eunhyuk. -- 10menit kemudian. Ia langsung bergegas mengambil kopernya dan menuruni tangga secepat kilat. “Hyung!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Donghae “antarkan aku ke airport sekarang!!” Kakaknya,Leeteuk pun kaget mendengarnya “Ada apa?bukannya pesawatmu jam 7?” “Ya,tapi penerbangan dipercepat setengah jam,tolong antar aku sekarang!” “Baiklah..Tidak mau ma—“ terpotong krn ucapan donghae. “Tidakkk” “Okay,okay..” —Tiba di Incheon Airport— 15menit pun berlalu,Donghae sudah mengurus semuanya tinggal menuju pesawat. Donghae terus berlari sampai-sampai ia tidak sengaja ia menabrak seorang wanita.. “aduhhh” ucap wanita itu kesal. Donghae pun terus berlari lurus,tanpa memalingkan wajahnya. “aishh,dasar,orang gila” gumamnya sendiri. “Hey,kenapa kamu yoong?” tanya Yuri. Ya,wanita itu bernama Yoona. “Itu..” sambil menunjuk Donghae “uda nabrak orang,ga minta maaf lagi” “Ohh” sambil meneliti pria itu “Donghae kah itu?sudahlah,ayo kita berangkat skrg,let’s go!” “Mm..” —sampai di dalam pesawat— “huhh...huhh..huhh...” Donghae sambil menarik nafas dalam2. “Oh man,untung hyeong cepat datang” ucap Minho lega. “Hmm! Kalau aku terlambat tadi,kucincang kalian!” kata Hae dengan nada marah. “Ne,mianhae Donghae” kata Hyuk. “Hyeong!!! kenapa kamu satu tempat duduk dengan Nichkhun sementara aku dan Donghae berbeda tempat duduk?!trus yang paling sialnya aku duduk paling sudut dan belakang!waeyo?!” tanya Minho dengan nada kesal. “Mwo?!jinjjayo?” ucap hyuk sambil menarik tiket yang di pegang Minho “ya!!kenapa begini!!” “ah~sudahlah,duduk saja” kata Nichkhun. Ketika mereka sudah duduk di masing" tempat. Tiba-tiba 2orang wanita muncul dari pintu pesawat. Yoona dan Yuri. Yoona menuju ke tempat duduk Donghae,dan Yuri menuju ke tempat duduk Minho. “Ya!! Kamu yang tadi menabrakku kan!” marah yoong “Mwo?!apa-apaan kamu! datang" sudah marah-marah!” balas Hae. “Udah tabrak orang!gak min—” kata-kata yoona terhenti saat ia baru menyadari bahwa semua penumpang di pesawat melihat mereka. Ia kemudian menunduk 90 derajat krna telah membuat keributan. Malu. Donghae hanya menatap kesal Yoona. Saat Yuri berjalan menuju tempat seat-nya,langkahnya terhenti saat ia melihat siapa yang akan duduk bersamanya. Minho? Ia langsung duduk saat melihat minho yang sedang terlamun memandang jendela pesawat. Saat yuri duduk,ia tidak memandang lurus,ia menoleh ke arah berlawanan Minho sambil memejamkan matanya. Hm? “Tch..tak kusangka aku duduk sama orang gila” gumam yoona. “Apa?apa yang barusan kau bilang?” ucap Hae. “Kubilang tak kusangka aku duduk sama orang gila,Mr.Lee Dong Hae!” ulang yoona lagi dengan suara agak membesar. “Kau yang gila..piccheosso! tiba-tiba marah" gak jelas,terbukti kamu yg gila.Ms.Yoona!” bisik hae sambil mendekatkan kata-katanya di telinga yoona. “Mwo?kamu bilang aku marah" ga jelas?kau tahu?tadi kau yg menabrakku di airport tadi!!” Kata yoona pelan tapi masi trdengar besar. Donghae tidak langsung menjawab. Ah,ya,ia teringat bahwa tadi dia memang menabrak seseorang,ternyata Yoona,cewe paling cantik di sekolahnya,ya,menurut orang,tapi tidak menurut Donghae. Dan menurutnya yoona adalah cewe yang sangat keras kepala dan galak yang pernah ditemuinya. “Ya!!kenapa diam saja?” ucap Yoona dengan suara kecil. “Mm..” gumam donghae tanpa melihat ke arah yoona. Mm...ia hanya menjawab mm..? kata yoona dalam hati. Tiba-tiba hatinya merasa ganjal,sangat gelisah. Ia merasa akhir-akhir ini Donghae menghindarinya di sekolah,menjadi sangat diam,membuat hati yoona mnjdi gelisah. Apa yang sebenarnya terjadi pada Donghae?
we are superjunior's elf we are shinee's shawol we are girls' generation's sone always be a kpopers!!!
Sunday, January 29, 2012
Tour Of Love chapter 1
Friday, January 27, 2012
I'll Always Be At Your Side, chp:8
by: vz
...
Seorang gadis sedang seperti duduk bosan di tempat duduknya. Dia menyilang kakinya. Dua earphone tersumbat di kedua telinganya, dia menutup matanya dan menggoyang-goyang kepalanya pelan dengan rimit lagu yang sedang didengarnya. Dulu, rambut gadis ini warna coklat panjang yang sangat lembut dan terlihat bersinar. Sekarang, rambutnya menjadi boyish bob style, diwarnai rambutnya jadi blonde with black highlight. Rambutnya yang dulu yang membuatnya lucu sampai di panggil aegyeo princess. Sekarang tidak ada bedanya, tapi juga terlihat sisi seksi dan bad girl. Semua yang melihatnya tidak bisa melepaskan mata mereka darinya.
...
...
Pintu kelas digeser, ada dua orang yang disebut couple sedang bergandengan tangan. Laki itu tersenyum dan menyapa semua yang sudah di kelas. Laki yang mempunyai senyuman yang bersinar, berbadan sixpack, tegap, dan rambutnya yang di warnai blonde membuat semua perempuan meleleh. Dan disampingnya seorang gadis dengan senyum lembut, rambut hitam yang berkilau dan lembut sangat lurus. Mereka dua berjalan ke tempat duduk gadis itu. Sayangnya, pacar gadis itu tidak berada di sama kelas dengannya.
Setelah gadis itu duduk, pacarnya menoleh ke kiri, dia melihat gadis yang sedang dengar lagu itu menutup mata. seperti tidak menyadari kehadiran mereka. pacar gadis itu melihat ke arah gadis itu. Dan dia mengedipkan matanya ke gadis itu, gadis itu hanya tersenyum. Pacarnya mau mengejutkan gadis yang sedang dengar lagu itu. Belum sampai, gadis yang sedang dengar lagu itu berkata, “don’t even think about it, Eunhyuk.” pacar gadis itu yang bernama Eunhyuk, hanya menatap gadis yang dengar lagu itu dengan datar dan berkata “ku pikir kamu enggak menyadari kita, Sunny”
Gadis yang dengar lagu itu bernama Sunny membuka matanya dan menatap laki yang di sebelahnya dengan datar dan berkata, “sapaan mu gitu besar bagaimana aku enggak menyadari. Bukannya sudah ku bilang, kamu enggak bisa mengejutkan ku” Eunhyuk melipat kedua tangannya di bawah dada, “kamu bosan. Kamu enggak manis. Senyum dong. Seperti biasa. Kamu akhir-akhir ini kenapa si?” kata Eunhyuk kesal.
Sunny menatap Eunhyuk datar –lagi-, “aku... lagi ga mood tersenyum saja kok. Aku mau senyum atau enggak suka-suka aku dong” katanya. “kamu berubah Sunny. Kamu jadi jarang tersenyum kamu tau?” kata Eunhyuk “dan rambutmu kenapa dipotong dan dicat begini?” sambungnya dan dia mengangkat tangannya menaruhnya di kepala Sunny dan mengambil beberapa helai, merasa lembutnya rambut Sunny, kemudian dia mengelusnya lembut.
Jangan! Jangan pegang aku hyuk! Aku enggak mau dipegang kamu. Lepaskan! Jangan peduli dengan ku lagi! Please! Jerit Sunny dihati.
Sunny mengambil tangan Eunhyuk, membuat tangan Eunhyuk jauh dari kepalanya. Pacar Eunhyuk yang dari tadi diam, berdiri dari kursinya, “apa yang dikatakan Eunhyuk benar. Rambutmu yang dulu lebih bagus daripada yang sekarang. Kenapa kamu mengecat dan memotong rambut mu begini?” katanya. “lihat. Yuri saja setuju” kata Eunhyuk. bingo, pacar Eunhyuk adalah Yuri. Seharusnya udah tau ya.
Sunny memegang ujung rambutnya dan menatap rambutnya berkata, “tidak bagus ya rambutku sekarang? Tapi aku menyukainya kok. Lihat, semua fanboy ku dan teman-teman lain bilang bagus”. “itu juga kata mama mu dan Donghae?” tanya Yuri. Sunny menatap Yuri dan tersenyum manis dan mengangguk. Eunhyuk menatap Sunny kesal, “senyum ke Yuri mau. Ke aku enggak mau” ketus Eunhyuk. Sunny yang tersenyum membuat mukanya jadi datar lagi, “suka-suka aku dong” katanya kemudian meninggalkan Eunhyuk dan Yuri dia keluar dari kelas. Eunhyuk hanya menghela nafas frustasi, Sunny menjadi dingin dengannya semenjak mereka sudah naik kelas SMA1. Yuri mengelus-ngelus punggung Eunhyuk menyuruhnya sabar. Ps. Sekarang udah kelas SMA2
...
Sunny menyeret kakinya entah mau menuju kemana. Kemudian Sunny kepikiran ‘dia’. Dengan cepat Sunny berlari kekelas ‘dia’. Sesampainya di depan pintu kelasnya. Dia menggeser pintu geser. Dia melihat mengeliling kelas itu. Semua laki yang nampak Sunny bersiul. Tapi tidak dipeduli Sunny. Cari. Cari. Ketemu. Dia berjalan ke arah ‘dia’ yang sedang melipat tangannya di atas meja dan menunduk kepalanya. ‘dia’ sama sekali enggak tau seseorang menuju kearahnya. Sunny mendekat mulutnya ke telinganya, “Donghae, bangun dong. Temani aku yuk” bisik Sunny. Laki itu yang bernama Donghae, mengangkat kepalanya menatap Sunny. Dia tersenyum. “ya? Ada apa my lady?” tanya Donghae. Sunny menarik tangan Donghae dia enggak peduli pertanyaan Donghae. Donghae menghela nafas dan mengikuti Sunny juga akhirnya. Sunny menarik Donghae ke taman belakang sekolah. Tempat ter-favoritnya. Dan juga tempat yang dimana Eunhyuk dan Yuri akhirnya jadian.
Sunny dan Donghae duduk di bangku taman yang panjang. Donghae merangkul Sunny, “Eunhyuk?” tebaknya.
Sekarang Sunny sudah enggak gitu dekat lagi dengan Eunhyuk. berbicara saja sudah jarang. Eunhyuk sudah tidak pernah ke rumah Sunny lagi, kalau ada paling hanya ada perlunya. Sunny sangat merindukan Eunhyuk yang dulu, yang selalu waktunya khusus untuk Sunny. Tapi sekarang enggak bisa, Sunny tidak boleh egois. Sekarang Eunhyuk mempunyai Yuri. Mau tidak mau, waktu khususnya cuman diberikan Yuri. Perasaan suka Sunny ke Eunhyuk sudah lama, tapi belum padam. Bukan Eunhyuk yang menjauh Sunny, tapi sebaliknya. Sunny tidak bisa dekat dengan Eunhyuk. kalau iya, ketika muncul Yuri. Eunhyuk seperti melupakan dirinya kadang juga tidak. Tapi Sunny selalu merasa sedih dan sangat sakit ketika melihat mesranya mereka. Dia juga jadi jarang tersenyum. Senyumannya sekarang hanya khusus mamanya dan Donghae. kadang untuk menjadi anak yang sopan, jika perlu tersenyum dia tersenyum.
“aku sama sekali enggak senyum ke dia. Dia kelihatan kesal. Dia bilang aku berubah. Dia tidak suka rambutku yang sekarang. Dia memegangnya, lembut sangat lembut. Ketika dia memegang ku, aku merasa pusing, jantungnya berdetak cepat, aku bergetar. Sudah 1stengah tahun Donghae. kenapa aku belum bisa melupakannya?!” teriak Sunny. Sunny mengatur nafasnya yang memburu. Dia menutup mata dan mukanya dengan kedua tangannya. Matanya terasa panas, tangisannya yang dari tadi ditahan akhirnya menetes. Lagi-lagi nangis di pikir Sunny.
Sunny yang dulu gadis yang kuat yang ceria, tidak pernah mau nangis. Menjadi lemah karena seorang laki yang sangat dicintainya. Dia benci betapa lemahnya dia sekarang. Dikit-dikit melihat Eunhyuk yang bersikap manis, baik, dan lembut dia akan nangis. Kenapa? Dia juga enggak tau, dan melihat Eunhyuk dan Yuri juga begitu. Dia juga akan menangis. Dia lemah, lemah sekali sekarang. Dan dia benci itu. Dia mau menjadi gadis yang kuat lagi, tapi tidak bisa. Tidak bisa sebelum perasaannya ke Eunhyuk mati atau Eunhyuk menjadinya. Eunhyuk menjadinya? Tidak mungkin. Mungkin aja, di mimpi!
Donghae menatap Sunny sedih, kasihan Sunny. Selalu saja begini. Donghae yang merangkul Sunny yang sedang menangis menjadi memeluknya. Membiarkan Sunny nangis sepuas-puasnya di dadanya, tidak dipedulikan seragamnya yang basah. “ssh... ssh... aku disini Sunny, aku akan disamping mu selamanya” kata Donghae menenangkan Sunny dengan menepuk-nepuk pelan kepala Sunny. Sunny menghentikan nangisnya, “a...aku hiks sudah capek me... hiks menangis” kata Sunny mengangkat kepalanya dari dada Donghae. “aku akan menjadi kuat seperti biasa” kata Sunny sambil menghapus bekas tangisnya dengan tangannya. “dan kembalilah jadi Sunny yang ceria seperti dulu?” tanya Donghae. Sunny menatap Donghae diam, Sunny tersenyum “tidak mungkin” katanya pelan. Sunny berdiri dari tempat duduknya, Donghae mengikutinya dan berdiri di depan Sunny.
Donghae menghapus air mata Sunny yang tersisa, “cara melupakan Eunhyuk.....” diberinya jeda “carilah lelaki lain, cobalah mencintainya dan jangan terus melihat Eunhyuk. kamu pasti bisa melupakannya” kata Donghae menasehati Sunny. Sunny menatap Donghae, “teman lelaki yang aku dekat cuman kamu Donghae. dan kamu tau aku tidak bisa jadian dengan mu” kata Sunny. Donghae tersenyum jahil, dia mendekatkan dirinya dengan Sunny, memperkecil jarak mereka. Hidungnya dan hidung Sunny bersentuhan, dengan suara yang dibuat sexy, “kenapa enggak bisa jadian dengan ku? Yang boleh pegang kamu aku dan Eunhyuk. kita berdua dulu membuat janji tidak akan membiarkan laki lain memegang mu selain kita. tapi Eunhyuk sudah punya Yuri. jadi sekarang cuman aku kan yang boleh? Tidak apa-apa dong” katanya pelan. Dia merangkul pinggang Sunny membuat jarak mereka lebih kecil, jarak bibir mereka saja sudah dekat sekali. Maju sedikit sudah kena. Kikikiki.
Jantung Sunny berdetak dengan cepat, mukanya merah sekali. Donghae terkekeh. Donghae maju, Sunny mundur dan akhirnya jatuh terduduk balik lagi di bangku. Donghae berada di depan Sunny dan menunduk kepalanya. Donghae memegang pipi Sunny dengan lembut dengan tangannya, Sunny menutup matanya sama sekali tidak bisa mengontrol jantungnya. Dia tau Donghae cuman bermain tidak serius. Sudah sering sekali, tetapi Sunny sama sekali enggak bisa mengontrol diri sendiri. Badannya bergetar merasa sentuhan Donghae.
Puas sudah Donghae mempermainkan Sunny. dia berdiri tegak, “itu nasehat yang kuucapkan berulang kali” katanya. Sunny membuka matanya dan menatap kesal ke Donghae. dia menghela nafas lega dengan kasar, “Donghae! hentikan! Jangan begitu lagi dong!” bentaknya. Donghae tertawa, “berapa kali pun kamu suruh aku hentikan. Aku akan melakukannya lagi Sunny” ejeknya.
“sekali lagi kamu lakukan. Aku akan membenci mu!” ancam Sunny dengan tangan yang dikepalkan ke arah Donghae. “kamu tidak bisa membenci ku Sunny” kata Donghae tenang. Sunny mau membalasnya tapi tidak mau berkata apa. Baah, Donghae menang adu mulut hari ini. “tidak bisa dengan ku. Tes dengan fanboymu” kata Donghae. sunny melongo, “fanboy ku? Hell no!” tolak Sunny. Donghae menatap Sunny dengan kesal sekarang, “jadi maunya siapa? Fanboymu enggak mau. Dengan ku juga ga mau. Dengan artis mandarin favoritmu? JayChou? Dalam mimpi maybe” kata Donghae. Sunny berkata, “hey! Jangan gitu dong. Kalau dengan JayChou aku mau kok” sambil ketawa-ketawa sendiri. Donghae menatap Sunny datar, Sunny menatap Donghae balik. Kemudian dia menepuk bahu kanan Donghae, “tenanglah. Aku akan mendengar nasihat mu. Tenang saja. Ok?” kata Sunny mengedipkan sebelah matanya. “sudahlah, itu urusan mu. Aku tidak berhak ikut campur” kata donghae, dia memberikan tangannya ke Sunny “balik ke kelas yuk sekarang. Nanti bel lo” ajaknya. Sunny mengangguk dan menerima tangan Donghae. mereka bergandengan tangan menuju kelas.
[to be continue]
Sunday, January 22, 2012
I'll Always Be At Your Side, chp:7
by: admin vz
...
Ternampak putri sekolah SM School sedang berjalan menuju ke kelasnya, murid-murid yang lewat menyapanya dengan hangat, dan dibalas putri itu dengan anggukan, lambaian, ataupun senyuman yang membuat fanboynya meleleh.
Sesudah sampai di depan pintu kelasnya, dia membukanya. Semua orang dengan serentak menyapanya. Dia melihat kedua teman baiknya sedang bercanda tanpa dirinya. Sibuk sendiri hingga mereka bahkan tidak tau kalau dia sudah di tempat duduknya. Tapi dia tidak memerdulikannya. Maklum, sudah punya pacar lupa teman. Dia menghembus nafas.
Salah satu teman baiknya yang sedang duduk terus ketawa, “cu... cukup Eunhyuk, perut ku be... haha. Benar-benar sakit sekarang karena terlalu banyak ketawa” kata seorang perempuan yang merupakan teman baik putri itu. Dan cowok yang lagi di hadapannya dan juga sedang ketawa sepertinya adalah pacarnya, salah satu pangeran SM School. Eunhyuk memegang perutnya, dan berkata “kamu belum dengar selanjutnya lagi Yuri”
Putri itu terus memerhatikan mereka, tapi mereka sama sekali tidak menyadari kedatangannya. Dasar pembohong, itu yang dipikir putri itu. Dia memejam matanya, 2detik kemudian dia membukanya. Dia berdiri dari tempat duduknya, dia mau pergi. Kemana saja asalkan tidak melihat pemandangan yang sangat sesak baginya. Sakit.
Krittt. Terdengar bunyi seretan. Eunhyuk baru sadar kemudian dia memanggil putri itu, “oi Sunny, ngapain disana? Ayo kesini” ajak Eunhyuk.
Putri bernama Sunny itu tersenyum lemah kepada mereka. Yuri yang juga baru sadar hanya menatap Sunny dan tersenyum. Yuri tau Sunny tidak suka melihat kedekatannya dengan Eunhyuk. terlihat sekali di muka Sunny, terlalu gampang terbaca. Muka Sunny yang terlihat muram, di paksanya tersenyum ceria di hadapan dua teman baiknya atau couple itu. “enggak ah, daripada mengganggu kalian pacaran. Aku pergi cari Donghae saja. Ta-ta” kata Sunny sambil meleletkan lidahnya sebelum keluar dari kelasnya.
Eunhyuk menatap Sunny datar, “cari Donghae ya?” gumam Eunhyuk tidak sadar. “Sunny jadi lebih dekat ya dengan Donghae” kata Yuri tanpa menatap Eunhyuk, dia masih menatap pintu yang baru saja Sunny keluar tadi. “ya” kata Eunhyuk datar. Yuri menoleh ke Eunhyuk, “ada apa? Tiba-tiba kamu seperti tidak senang” tanyanya.
Eunhyuk sadar dari perubahannya, aku selalu merasa ga senang melihat Sunny dekat dengan Donghae, ke..napa? Eunhyuk tersenyum lebar sampai gusinya terlihat “oh ya? Haha. Aku sendiri juga tidak tau” kata Eunhyuk sambil tertawa bodoh. Yuri hanya menggeleng kepalanya melihat pacarnya yang sedang bersikap aneh ini.
...
Sunny menuju lorong terus untuk mencari kelas Donghae. tap tap tap, sampai. Dia membuka pintu kelas Donghae. dia terlihat orang yang dicarinya sedang duduk tidak berdaya di tempat duduk. Kenapa? Kan karena dia tadi mencekek Donghae terus. Dengan tersenyum kecut karena merasa bersalah, dia menuju ke tempat Donghae.
Donghae merasa kepalanya sangat puyeng. Dia terus merasa mual. Salahnya sendiri. Dia hampir lupa bagaimana ganasnya Sunny kalau sedang marah. Baru saja dia memejam matanya, tiba-tiba dia merasa ada dua tangan yang sedang mengurut kedua bahunya. Dia merasa lesa. “gomawo” gumamnya, dia sangat menikmatinya. “mianhe, sepertinya aku terlalu keterlaluan” kata Sunny dengan bersikap manis.
Donghae terus menutup matanya merasakan enaknya pijitan Sunny, “iya. tapi aku juga salah, karma maybe?” canda Donghae. dia tersenyum. Kemudian dia mengambil tangan Sunny tandanya sudah boleh berhenti. Sunny berhenti memijitnya.
“aku lapar. Belum sarapan, makan yuk” ajak Sunny. Donghae tersenyum dan menangguk menerima ajak Sunny. Mereka menuju kantin dengan bergandengan tangan dan tersenyum manis.
~kantin
Setelah lama mengantri untuk memesan makanan. Akhirnya dapat juga makanannya, dia melahapnya. Perutnya yang terasa kosong sekarang sudah penuh. Donghae tidak ikut makan dengan alasan sebelum mengunjung rumah Sunny dia sudah duluan sarapan. Donghae terus menatap Sunny yang sedang makan. Manis, itu pikiran Donghae. sunny menyadari Donghae terus menatapnya, “jangan lihat aku terus dong. Grogi ni” kata Sunny. “kamu... cari aku karena enggak bisa melihat pemandangan couple yang sedang bermesraan di kelas mu kan?” tanya Donghae. bingo, Donghae memang pandai dalam hal menebak-nebak.
Sunny yang tadi dengan nafsu memakan bubur ayamnya menjadi tidak selera, dia meletakkan sendoknya. “Donghae-ssi. Kamu seperti mempunyai kekuatan bisa membaca pikiran orang” kata Sunny, “ dan itu sangat menakutkan.” sambung Sunny dengan candaan.
Donghae menatap Sunny dengan serius, Sunny juga balas menatapnya. Donghae mendekat dan menaruh tangannya di puncak kepala Sunny, tiba-tiba diacaknya rambut Sunny dengan gemes. “hentikan Donghae” protes Sunny. Kenapa rambutnya suka sekali di hancurkan Eunhyuk dengan Donghae.
“untuk melupakan Hyuk. Bagaimana jadian dengan ku?” kata Donghae. Sunny menatap Donghae tidak percaya, dia serius atau bercanda? Kalau bercanda, itu sama sekali enggak lucu. Sunny ketawa dan memukul Donghae pelan, “jangan bercanda Donghae” katanya. “aku tidak bercanda kok” kata Donghae cepat. Sunny menatap Donghae lembut dia mengelus pipi Donghae “tawaran yang sangat bagus, tapi tidak bisa. Biarkan saja perasaan ku begini. Dan aku tidak mau memanfaatin kamu” jelas Sunny, “dan, kamu lebih pantas mendapatkan pacar yang lebih manis 100x lipat daripada aku”
“ngaku juga sendiri enggak manis” ejek Donghae. buk! Sebuah kepalan tangan berhasil mengenai kepala Donghae, “diam atau mau ku cekek lagi?” ancam Sunny. “ampuni hamba” kata Donghae.”kamu perempuan yang paling manis pernah kutemui Sunny” kata Donghae lembut. Dia mengambil helain rambut Sunny, menciumnya dan menghirupnya “aku akan mengatakan Eunhyuk lelaki paling bodoh karena dia lebih memilih Yuri daripada kamu” kata Donghae, setelah puas menghirupnya dia melepaskan rambut Sunny, dan bersambung “Dan, kenapa juga kamu bisa jatuh cinta dengan monyet jelek dan bodoh itu?”
Sunny berkata “jatuh cinta kepada seseorang harus mempunya alasan?” Donghae terdiam mendengar kata Sunny, “aku juga mengakui diriku bodoh karena bisa jatuh cinta dengan monyet yang jelek dan bodoh itu” sambung Sunny. Kemudian putri dan pangeran itu saling tertawa.
...
Satu pangeran yang bernama Eunhyuk sedang mengecilkan suara langkahnya agar bisa mengejutkan kedua temannya itu. Sudah mendekat, “Hyuk, hentikan. Kamu tidak bisa mengejutkan kami” kata Sunny datar. Eunhyuk dengan kesal berkata “tidak seruuu!” rengeknya. Sunny menoleh kebelakang, “kamu tau kamu tidak bisa mengejutkan kami, tapi masih saja mencoba. Give up with it” kata Sunny. “satu kali pon aku tidak mengejutkan mu. Tidak seru” kata Eunhyuk kemudian gabung duduk dengan mereka. “mana Yuri?” tanya Donghae.
“Yuri? Dia sedang di panggil guru entah ngapain lah itu. Bosan, jadi aku datang cari kalian” jawab Eunhyuk. Donghae melempar kepala Eunhyuk, “bagus! Ga ada pacar baru datang cari teman ya!” kata Donghae. “hah? Sejak kapan” tanya Eunhyuk dengan muka bodohnya itu. “ha ha. Tidak usah sok bodoh lah ya. Kamu memang udah bodoh kan” kata Donghae.
Tidak menghiraukan hinaan Donghae, Eunhyuk mendekat Sunny yang sedang menikmati memakan bubur ayamnya itu, “Sunnyyy... minta donggg” manja Eunhyuk. “enak saja, beli sendiri dong. Ini kan punya ku” tolak Sunny. “bagiii donggg” rengek Eunhyuk lagi. “aah, kamu berisik sekali. Sana beli lagi, biar bisa saling suap sana dengan Yuri mu” kata Donghae.
“aku mintanya dengan Sunny, bukan kamu kok wek!” kata Eunhyuk mengeluarkan lidahnya. “apa yang dikatakan Donghae benar. Aku ga mau bagi denganmu, maunya dengan Donghae saja” kata Sunny cuek dan mendorong mangkuk bubur nya ke Donghae. Donghae menerima dengan senang hati, Sunny bahkan menyuap Donghae, sengaja lo sengaja! Eunhyuk merasa iri, dia mencuri mangkuk isi bubur Sunny dan memakannya sendiri.
Sunny ketawa dan mencegahnya makan, “hey. Jangan sesukamu makan makanan orang dong. Sana beli sendiri” kata Sunny sambil memukul Eunhyuk agar menghentikan makan. “sengaja kali bermesraan di depan ku dengan Donghae. bagi dong, kamu jangan pelit la. Kamu memang enggak ada manisnya” kata Eunhyuk. Donghae mengambil kembali bubur Sunny, “yasudah. Enggak usah makan la. Sunny bilang enggak mau bagi yang enggak” kata Donghae.
Mereka tiga terus rebut bubur Sunny, mau tidak mau mereka ketawa juga karena kebodohan dan sifat kekanakkan mereka.
[to be continue]
Sunday, January 15, 2012
I'll Always Be At Your Side, chp:6
by: admin vz
...
...
Eunhyuk memeluk Sunny cukup lama, kemudian Sunny melepaskannya. Sunny menghapus air matanya yang masih tersisa. Hidung dan matanya merah. “sepertinya aku tidak bisa pergi dan pulang bareng sama kamu lagi” kata Sunny tiba-tiba.
Eunhyuk terdiam, dia kemudian sendiri ketawa “benar juga ya. Em, bukannya enggak mau bareng kamu—“ kata Eunhyuk terpotong “tidak apa-apa. Aku masih ada Donghae. Donghae sendiri bilang dia mau bareng aku kok. Tadi saja dia bilang besok pagi dia akan menjemputku. Hehe” kata Sunny. Eunhyuk mengelus rambut Sunny lembut dan menatapnya dengan lembut, “iya ya, untung aku enggak usah khawatir kamu bakalan sendirian. Kamu masih ada Donghae” kata Eunhyuk.
Sunny menatap Eunhyuk, aku masih ada Donghae, tapi aku cuman mau kamu Hyuk.
Sunny mengambil salah satu tangan Eunhyuk dan dia menaruhnya di sebelah pipinya, “aku belum mengucapkan selamat. Chukkae. Semoga longlast terus sama Yuri” kata Sunny ikhlas. Eunhyuk tertawa kemudian dia mencubit hidung Sunny dengan gemes, “gomawo a. Sekarang aku sudah punya, kamu kapan? Kayaknya ga pernah akan ada deh. Kamu enggak manis si” canda Eunhyuk.
Sunny hanya tertawa, Eunhyuk pun ikut. Lama-lama tawa Sunny reda, dan akhirnya dia mengangkat tangannya dan memukul paha Eunhyuk dengan kuat. Plak! “sakittt!!!” teriak Eunhyuk sambil mengelus pahanya. Sunny tidak memerdulikan ringisan Eunhyuk, dia sambung menyambung memukulnya. Balas dendam, karena Eunhyuk merendahnya dan sekalian dia melampiaskan sakitnya Eunhyuk.
“stop.. hen.hentikan... adu adu.... Sunny!” kata Eunhyuk berlari sambil menghindari pukulan Sunny. “salah sendiri, masa bilang aku ini enggak ada manisnya. Jahat!” kata Sunny sambil terus memukul Eunhyuk. tiba-tiba terdengar ketokan pintu, keduanya jadi diam. Eunhyuk menghela nafas lega bersyukur ada yang mengetok dan akhirnya Sunny berhenti memukulnya.
Terdengar suara Ibu Sunny dari luar “Sunny, Hyuk. Kenapa ribut kali? Ibu bawain stroberi yang tadi pagi ibu beli di pasar. Enak lo” kata Ibu Sunny. Terdengar kata stroberi, mata Eunhyuk berbinar-binar dan tersenyum lebar. Tanpa aba-aba, Eunhyuk langsung membuka pintu.
“ahjumma!” seru Eunhyuk. ibu Sunny tersenyum dan berkata “kalian ribut sekali, sampai di bawah bisa dengar lo” kata Ibu Sunny. “mama, Eunhyuk ngences tuh” kata Sunny cuek. Ibu Sunny menyodorkan sekotak berisi stroberi kepada Eunhyuk, “nah. Untukmu” kata Ibu Sunny. Eunhyuk menerimanya dengan senang hati dan berkata “gamsahhamnida ahjumma!” Ibu Sunny hanya tersenyum kemudian menutup pintu dan turun.
Eunhyuk terus menatap buah stroberi yang sangat banyak yang sangat cantik dengan warna merahnya, dan pastinya buah stroberi ini sangat sangat manis. Sunny dengan diam diam mengambil satu buah dan melahapnya, dia tersenyum jahil. “Ya! Aku saja belum makan” kata Eunhyuk. “kenapa aku harus tunggu kamu makan dulu?” kata Sunny tersenyum jahil, “kan mama ku yang beli” sambung Sunny.
Eunhyuk membuat muka cemberut, Sunny tertawa melihat muka Eunhyuk “monyet jelek yang egois. Stroberi ini mama beli untuk makan sama-sama. Jangan pelit dong” kata Sunny. Dengan engan, akhirnya Eunhyuk membagikan yang dia bilang itu –stroberinya- padahal stroberi mama Sunny.
Mereka memakannya sambil bercerita, “a!” pekik Eunhyuk tiba-tiba. “mwo?” tanya Sunny bingung dengan kelakuan Eunhyuk, “aku lupa meng sms Yuri!” katanya langsung menyambar tasnya dan mengambil hpnya. Muka Sunny jadi suram, Yuri Yuri Yuri, lagi sama aku bisa enggak jangan bilang nama Yuri
“aku sudah berjanji dengannya nanti aku akan mengsmsnya” kata Eunhyuk sambil matanya menatap hpnya dan dengan lincah jarinya berdansa di keypad hpnya. “hyuk” panggil Sunny, Eunhyuk menatapnya “ya?” tanya Eunhyuk. Sunny menggeleng kepalanya, “tidak apa-apa. Tidak jadi”
Eunhyuk menggantung tasnya di sebelah bahunya, “aku pulang dulu ya Sunny” pamit Eunhyuk. Sunny menangguk dan melambai tangan kepada Eunhyuk. Eunhyuk memutar kenop dan membukanya sebelum dia pergi, “Sunny. Jangan nangis lagi. Kamu harus menjadi perempuan yang kuat kan. Kalau kamu nangis, rasanya sakit. Haha, itu saja. Jumuseyo” pamit Eunhyuk lagi, tapi sebelum keluar dia balik dan mencium dahi Sunny kemudian baru dia pulang.
Sunny memegang dahinya yang baru saja tadi dicium Eunhyuk, “dasar playboy, sudah punya Yuri jangan lagi dekat-dekat dengan ku bisa ga?” kata Sunny bicara entah dengan siapa. Dia merasa matanya panas kemudian dia menutup matanya. “aku jadi lemah karena kamu kan Hyuk. Mau jadi kuat tapi enggak bisa, kenapa ga sama aku saja Hyuk? Kenapa harus Yuri? Kenapa?” kata Sunny dengan pelan. Akhirnya air mata yang di tahannya keluar juga.
Hari yang menyedihkan.
~next morning.
Putri tidur sedang enaknya di tempat tidurnya yang nyaman. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, dan masuklah seorang pemuda. Pemuda itu tersenyum puas kalau putri itu tidak terbangun. Dengan langkah yang pelan dia menuju tempat tidur putri itu. Putri tidur itu menutup seluruh badannya dengan selimut sampai dia tidak sadar ada pemuda asing(?) yang masuk ke kamarnya.
Tangan pemuda itu dengan pelan menarik selimut putri tidur itu, dan kemudian dia membuangnya ke bawah dan berteriak “Sunny, bangunnnnn!! Rise and shine, sunshine!”
Putri tidur yang bernama Sunny itu terkejut dan terbangun dari posisi tidur menjadi posisi duduk. Dia menguap, mengejap-ngejap matanya untuk membuat penglihatannya yang kabur menjadi jelas. Dia melihat lelaki yang sedang tersenyum dan tangannya diselipkan di sakunya. Eunhyuk? seingatnya rambut Eunhyuk merah, tapi ini coklat.
Dia mengucek-ngucek matanya dan, tiba-tiba dia menerima ketokan di kepala. “woi, kok masih tidur. Cepat bangun” kata pemuda itu. Sunny melihat ke depan, “D... D... Donghae???” kata Sunny sambil menunjuk orang yang ada di hadapannya. Pemuda yang bernama Donghae itu hanya tersenyum manis. “kenapa masih di tempat tidur putri? Cepetan bangun. Nanti terlambat loh ke sekolahnya” kata Donghae.
Sunny menguap, “emangnya sudah jam berapa si?” tanyanya sambil tangannya meraba-raba disampingnya mencari jam wekernya. Ketemu, dia melihat jarum jam menunjukan pukul--, “setengah sepuluh???!!!!” teriak Sunny. Dengan ligat, dia lompat dari tempat tidurnya dan menuju wastafel untuk menggosok gigi dan mencuci muka.
Donghae menutup kedua telingannya dengan kedua tangannya, “suara mu Sunny. Suara mu!” katanya. Donghae melihat Sunny sambil tersenyum geli.
Sunny tidak memedulikan Donghae, sesudah menggosok gigi, dia menyambar handuknya dan segera mandi. Terdengar suara shower, tapi tidak sampai 2menit sudah selesai. Donghae terkejut, mandi bebek? Tanya Donghae sendiri.
Sunny keluar dari kamar mandi, rambutnya yang masih sedikit basah, aroma khasnya yang sangat wangi menusuk hidung. “Donghae! Keluar! Aku mau ganti baju!” teriak Sunny. Dia membuka pintu kamarnya dan mengsepak Donghae agar keluar dari kamarnya.
Buk! Pantat Donghae terasa sakit. “apa yang di katakan Hyuk benar, dia enggak ada manisnya” kata Donghae sendiri. Terdengar dari dalam Sunny berteriak “aku dengar itu!” Donghae langsung diam.
~S U N N Y ‘ S R O O M
Sunny melihat jam wekernya, menunjukkan pukul 09.50. mampus, 20 menit lagi sekolah akan masuk. Dengan cepat dia memakai seragamnya asalan. Dia bahkan enggak menyisir rambutnya lagi, dia menyambar tasnya dan membuka pintunya. Disana dia ketemu Donghae, Sunny mengatur nafasnya. “ayoo,, kita nanti terlambat” kata Sunny sambil menarik Donghae agar bangun dari duduknya.
Donghae bangun tapi tidak bergerak, Sunny kesal “ado, apa si. Nanti kita terlambat bakalan kena hukuman ni!” kata Sunny. Tangan Donghae yang di tarik Sunny, di ganti jadi Donghae yang menariknya masuk kembali ke kamar Sunny.
Dia menduduk Sunny di meja riasnya, “lihat dirimu sendiri, rambut mu berantakan seperti baru berkelahi dengan kucing. Kancing baju mu ada yang enggak beres. Dan...” ngomel Donghae berhenti sejenak “mata mu bengkak. Kemarin seharian nangis terus ya?” sambung Donghae.
Sunny menunduk kepalanya, setelah Eunhyuk meninggalnya kemarin dia memang terus menangis. Air matanya tidak mau berhenti. Sampai akhirnya dia tidur terlelap.
“i...itu tidak usah dipikir lagi. Lebih penting cepetan, sekarang kita ke sekolah. Tinggal 10 menit lagi Donghae!” kata Sunny sambil berdiri dari tempat duduk meja riasnya. Tapi donghae menekan dua bahu Sunny akhirnya Sunny kembali duduk.
Dia mengambil sisir yang terletak di meja dan menyisirnya dengan lembut. Setelah itu dia menyuruh Sunny berdiri, dan Sunny menurutinya. Dia mengancing kancing baju Sunny yang tidak terkancing dan ada juga tidak beres. “kamu ini. Kancing yang benar dong. Terlihat lo” kata Donghae jahil. Muka Sunny memerah “ter... terlihat a.. apanya?” tanya Sunny, dia malu setengah mati. Donghae mendekat mulutnya ke telinga Sunny, “bra mu yang berwarna kuning ada gambar anak ayam. Lucu lo” bisik Donghae. Shit, muka Sunny merah sampai telinganya, “yadong!” teriak Sunny di telinga Donghae.
Donghae langsung menghembus tangannya dan ke telinganya. “miann! Salah sendiri dong” kata Donghae tidak mau kalah. Sunny hanya diam dengan mukanya yang memerah.
Donghae menaikkan muka Sunny, “mata mu bengkak. Ada kompres?” tanya Donghae. Sunny mengangguk. Donghae puas dengan jawaban Sunny dia menarik Sunny turun ke bawah dan ke dapur. Donghae mengacak kulkas Sunny mencari kompres. Ketemu. Kemudian dia melempar ke Sunny, Sunny menangkapnya.
“di kompres” perintah Sunny. Mau tidak mau Sunny harus menurutinya, tidak mungkin kan putri sekolah SM School ke sekolah dengan mata yang bengkak.
Sambil kompres, Donghae menarik tangan Sunny menuju ke mobilnya. Sesudah dua makhluk hidup itu di mobil, Donghae menstart mobilnya. Sunny melepas sebentar kompresnya dan melihat jam tangan dia. “Donghae! Sudah pukul 10.10! ngebut dong” printah Sunny. Donghae tersenyum lebar, “benar? Kalau aku ngebut takutnya kamu kena heart attack lo” kata Donghae. “Donghae!” teriak Sunny. Donghae berkata “baik baik. Your wish is my your command to me,my lady”
Dua detik kemudian Donghae ngebut. Sunny? Donghae ngebut langsung teriak seperti anak kesurupan.
~5 menit kemudian
Mobil Donghae sekarang tergeletak di parkiran mobil. Donghae tersenyum lebar, kalau Sunny dia sedang mengontrol detak jantungnya karena kecepatan ngebut Donghae beneran membuat heart attack. “kamu tidak apa-apa?” tanya Donghae, tangannya sedang sibuk membereskan rambut Sunny yang berantakan.
Sunny mengambil nafas dan kemudian dibuangnya, “i... iya. yang penting sampai sekolah tidak terlambat” kata Sunny. Donghae turun dari mobilnya dan menuju pintu penumpang yang di duduk Sunny. Dia membukanya, Sunny turun dari mobil Donghae, tiba-tiba kakinya terasa lemas. Sunny pasti terjatuh kalau Donghae tidak segera menangkapnya.
“a... aku ti...tidak apa-apa. Ayo sekarang ke... ke... kelas” ajak Sunny. Donghae tertawa, “kita masih punya banyak waktu, baru jam 9 kok” kata Donghae dengan senyum innocent. Sunny melihat Donghae dengan tatapan horror, “ja...jangan bohong. Sudah jam 10.20 kan” katanya sambil melihat jam tangannya. “lihat ini!” kata Sunny sambil memperlihatkan jam tangannya kepada Donghae.
Donghae tertawa terbahak-bahak, “beneran jam 9. Pftt, aku tadi mengatur jam weker dan jam tangan mu lebih cepat 1setengah jam” kata Donghae. Sunny melihat jam dinding yang berada di depan gerbang sekolahnya. Menunjukkan pukul – 09.00 pas. Kok kita enggak tau ya rupanya Donghae ada menyetel jam weker dan jam tangan Sunny?
“tadi aku jam berapa bangun?” tanya Sunny. “haha, jam 7.30” kata Donghae, Sunny mencekek leher Donghae, “ohok ber...bercanda saja Sunny!” kata Donghae berusaha melepaskan cekekan Sunny. Ohno, angry Sunny keluar.
Sunny terus mencekek Donghae dan mengguncang-guncang tubuhnya, “AKU MASIH ADA WAKTU UNTUK TIDUR 2JAM TAPI KAMU MALAH MENGGANGGUKU, GARA-GARA KAMU TADI PENAMPILAN KU KUSUT SEKALI, SAMPAI BRA KU PUN KAMU TERLIHAT. DAN AKU SEKARANG SANGAT LAPAR KARENA TADI TIDAK SEMPAT SARAPAN. KAMU HARUS NGEBUT KARENA KUPIKIR AKAN TERLAMBAT DAN AKHIRNYA AKU HAMPIR KENA HEART ATTACK. DONGHAEEEE!!!” teriak Sunny.
Donghae hanya tertawa dan tersenyum innocent, “Sun... Sunny. Kamu ngomongnya terlalu besar. Murid lain ter... terdengar tuh” kata Donghae. Sunny membantu, tadi dia bilang apa? B...br...br..braa?! OMG. “DONGHAE-SSI!!!!” kata Sunny terus mencekek Donghae.
...
Dua couple itu baru saja sampai sekolah. Eunhyuk baru saja memakirkan sepedanya di tempat parkiran khusus sepeda. “Hyuk, lihat itu” kata pacar Eunhyuk sambil menunjuk suatu tempat yang seorang perempuan sedang mencekek seorang laki. Siapa lagi kalau bukan Sunny dan Donghae itu. Eunhyuk melihat ke arah yang pacarnya menyuruhnya lihat. Deg, perasaan apa ini? Eunhyuk mengerutkan dahinya. Tiba-tiba dia merasa aneh melihat kedekatan kedua teman baiknya itu. Seharusnya sudah biasa kan, mereka selalu begitu. Tapi kali ini tanpanya.
Pacar Eunhyuk sadar dengan perubahan raut wajah Eunhyuk. dia tersenyum. Sudah sadar?
Eunhyuk tertawa paksaan, “hahaha, seperti orang bodoh” kata Eunhyuk, dia menggandeng tangan pacarnya. “Ayo, kita ke kelas duluan, Yuri” ajak Eunhyuk.
Pacar Eunhyuk yang bernama Yuri hanya menatap Eunhyuk, rupanya belum.
...
...
Dibagian Sunny dan Donghae? Sunny masih mencekek Donghae. Padahal muka Donghae sudah pucat sekali lo seperti sudah mau kehilangan nyawa... kasian Donghae.
[to be continue]
Sunday, January 1, 2012
You're mine - Chapter 2
Didekat restoran , berdiri sebuah lapangan basket yang sangat luas , tampak 2 orang laki-laki sedang bermain basket dengan penuh semangat.
"Donghae, kamu besok jadi kan masuk ke sekolah kita?" Tanya Minho
"Selama Yoona masih ada disana , aku akan bersekolah disana" ungkapnya
"Masih mengharapkan cinta yoona? Dia kan sedang berpacaran dengan kakaknya Sooyoung , Jonghyun"
"Cinta itu buta" ujar donghae sambil senyum-senyum sendiri
-flashback-
"Yoona, Kamu disini harus baik-baik , jangan berpacaran dengan cowok yang tidak benar . Nanti kamu kenapa-napa , teman lama mu ini yang repot"
"Tenang saja , aku pasti memilih cowok yang tepat bagiku ! Belajar baik-baik yah donghae ! Aku akan menunggumu !"
"Aku mencintaimu , tetapi kamu pasti tidak bahagia denganku jika harus berpacaran jarak jauh..Aku rela kamu dengan orang lain asal kau bahagia"ucap dia dalam hati
"Donghae,jika aku bersama dengan Jonghyun , setujuhkah kamu?"
"Tentu saja temanmu ini akan selalu mendukungmu !" Tetapi raut muka donghae berubah menjadi murung . Seakan tidak rela yoona bersama dengan orang lain
"Donghae , aku bakal kehilangan kamu . Aku bakal kehilangan orang untuk bercurhat , tempat untuk menangis , tempat untuk bersandar di pundakmu"kata yoona dengan mata berkaca-kaca
"Jonghyun akan menggantikan ku , aku yakin dia pasti tidak akan menolakmu.Yoona , pesawatku sudah mau boarding , see you soon"
-end of flashback-
"Masihkah dia mengingat ku? Mungkin dia sudah lupa denganku karena ada Jonghyun"
"Hahahah , tenang saja , dia tidak akan pernah lupa sama teman lamanya yang merasa orang paling ganteng sedunia" goda Minho
"Ehh , gosip apaan sih ! Ga ngajak-ngajak . Di sydney banyak cewek cantik ga?kenalin dong!" Ucap siwon yang menabrak mereka berdua dari belakang
"Besok bawa aku ketemu yoona dong ! Aku udah kangen nih sama dia . By the way , kamu ketua OSIS kan? Pasti tau dong dimana kelas Yoona"
"Hahahha , pasti ku antar deh !"
Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari luar lapangan & ternyata yang datang adalah...
"Wooshh ! Choi Si Won ? Minho? Ngapain kalian disini?"
"Sooyoung ? Yuri?" Ucap donghae dengan kaget
"Aaa !! Donghae oppa sudah balik dari sydney? Kenapa ga kabarin aku? Oppa sudah lupain aku?"Ucap yuri dengan kecewa
"Kamu kenal mereka berdua?" Ucap Siwon
"Tentu ! Yuri adalah adikku sedangkan sooyoung adalah teman baik yuri hahahah. Ayo kenalan !"
"Yuri adikmuu?? Whatthehelll !! " Ucap siwon dengan gaya lebaynya
"Donghae , kenalin ini pacarku sooyoung"
"Hapaahh? Minho berpacaran dengan sooyoung ? Chukkae !! Longlast yah !" Ucap donghae
"Aku heran kenapa Minho milih pacar yang galak, padahal masih banyak tuh yang mau sama dia."Sindir siwon
"Aku juga heran , kenapa orang seperti choi si won banyak fangirl , padahal galak , ga berperikemanusiaan , sok ganteng" sindir sooyoung kembali
"Kalian ga pernah akur yah , kayak kartun tom & jerry itu loh wahahha" ucap minho
1 jam kemudian , terlihat siwon sendiri di lapangan. Minho & Sooyoung pergi ke taman bersama. Yuri & Donghae jalan-jalan menikmati pemandangan kota Seoul
"Kenapa aku tidak berani menyatakan perasaan kepadanya? Padahal aku mencintai dia , tetapi aku tak berani menembaknya. Apakah dia akan mencintai aku ?" Gumamnya
Beberapa saat kemudian dia berdiri lalu meninggalkan lapangan basket tsb dengan mobil hitam kilat BMW-nya
Ternyata , mobil tersebut berhenti di sebuah rumah yang cukup sederhana , "tok tok tok , Annyeong , ini siwon ada orang dirumah?"
Terdengar suara 'clek' dr pintu , sesosok perempuan dengan T-shirt pink polos & hot pants warna merah dengan rambut terurai panjang menyambut kedatangannya
"Annyeong siwon ! Sillahkan masuk" sambutnya dengan ramah
"Aku masih tidak berani mengungkapkan perasaan ku padanya , Sunny apa yang harus kulakukan ? Ini pertama kalinya aku akan menembak seseorang"
"Hahahah ! Cheer up ! Kamu harus berani menembaknya ! Kamu sudah memendam perasaan ini cukup lama. Sudah saatnya kamu menembaknya.. Kamu mau tunggu sampai kapan? Sampai kiamat? Hahaha"
"Bagaimana jika dia tidak menerima cintaku?"
"Siapa sih yang bisa menolak prince choi si won?"
"Makasih sunny , kamu bikin aku bersemangat kembali , aku pulang dulu yah , Annyeong"
"Annyeong , CHOI SI WON HWAITINGGG !!"
Keesokan harinya disekolah
"Minho , antarin aku ke kelas Yoonaa !! Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya." Jerit donghae sambil berlari-lari ke arah Minho
"Iya-iya. Ayokk !"
Didepan koridor , tampak sesosok perempuan dengan rambut hitam ikal . Yoona , yang sedang berbincang-bincang dengan teman dekatnya Sunny
"Hai yoona.."
"Dong..Dong..Donghaee.." Ucap Yoona sambil memandang donghae yang berkaus putih bercelana hitam
"Sudah lama tak bertemu , bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?" Ucap donghae sambil tersenyum manis
"Donghaee ! I miss you so much ! Please give me a hug " sambil berlari memeluk donghae erat-erat seakan jika pelukan itu lepas donghae akan lenyap
"Kamu masih tidak berubah yah , masih childish. Hahahaha by the way kamu sudah berpacaran dengan jonghyun yah? Chukkae !" Ucap donghae , tetapi senyum manisnya makin lama makin memudar. Ia masih tidak rela jika yoona bersama dengan jonghyun.
"Ehh donghae , aku harus pergi dulu . Aku ada janji sama jonghyun . Datang ke rumahku nanti siang , akan kubuatkan sup ayam kesukaanmu . Sampai nanti !"
"Sampai nanti ......"
"Sudah puas ? Hayoo ada yang cemberut nihh
Lihat pujaan hatinya bersama dengan orang lain" goda Minho
"Ahh bete ahh ! Yokk pergi !"
Disisi lain...
"Ehh kenapa ada surat disini? Dari siapa?"
From : Choi Si Won
To : Kwon Yu Ri
Kutunggu kamu di halaman sekolah setelah pulang sekolah . Jangan bersama orang lain . Cukup kamu sendiri. Penting
"Donghae, kamu besok jadi kan masuk ke sekolah kita?" Tanya Minho
"Selama Yoona masih ada disana , aku akan bersekolah disana" ungkapnya
"Masih mengharapkan cinta yoona? Dia kan sedang berpacaran dengan kakaknya Sooyoung , Jonghyun"
"Cinta itu buta" ujar donghae sambil senyum-senyum sendiri
-flashback-
"Yoona, Kamu disini harus baik-baik , jangan berpacaran dengan cowok yang tidak benar . Nanti kamu kenapa-napa , teman lama mu ini yang repot"
"Tenang saja , aku pasti memilih cowok yang tepat bagiku ! Belajar baik-baik yah donghae ! Aku akan menunggumu !"
"Aku mencintaimu , tetapi kamu pasti tidak bahagia denganku jika harus berpacaran jarak jauh..Aku rela kamu dengan orang lain asal kau bahagia"ucap dia dalam hati
"Donghae,jika aku bersama dengan Jonghyun , setujuhkah kamu?"
"Tentu saja temanmu ini akan selalu mendukungmu !" Tetapi raut muka donghae berubah menjadi murung . Seakan tidak rela yoona bersama dengan orang lain
"Donghae , aku bakal kehilangan kamu . Aku bakal kehilangan orang untuk bercurhat , tempat untuk menangis , tempat untuk bersandar di pundakmu"kata yoona dengan mata berkaca-kaca
"Jonghyun akan menggantikan ku , aku yakin dia pasti tidak akan menolakmu.Yoona , pesawatku sudah mau boarding , see you soon"
-end of flashback-
"Masihkah dia mengingat ku? Mungkin dia sudah lupa denganku karena ada Jonghyun"
"Hahahah , tenang saja , dia tidak akan pernah lupa sama teman lamanya yang merasa orang paling ganteng sedunia" goda Minho
"Ehh , gosip apaan sih ! Ga ngajak-ngajak . Di sydney banyak cewek cantik ga?kenalin dong!" Ucap siwon yang menabrak mereka berdua dari belakang
"Besok bawa aku ketemu yoona dong ! Aku udah kangen nih sama dia . By the way , kamu ketua OSIS kan? Pasti tau dong dimana kelas Yoona"
"Hahahha , pasti ku antar deh !"
Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari luar lapangan & ternyata yang datang adalah...
"Wooshh ! Choi Si Won ? Minho? Ngapain kalian disini?"
"Sooyoung ? Yuri?" Ucap donghae dengan kaget
"Aaa !! Donghae oppa sudah balik dari sydney? Kenapa ga kabarin aku? Oppa sudah lupain aku?"Ucap yuri dengan kecewa
"Kamu kenal mereka berdua?" Ucap Siwon
"Tentu ! Yuri adalah adikku sedangkan sooyoung adalah teman baik yuri hahahah. Ayo kenalan !"
"Yuri adikmuu?? Whatthehelll !! " Ucap siwon dengan gaya lebaynya
"Donghae , kenalin ini pacarku sooyoung"
"Hapaahh? Minho berpacaran dengan sooyoung ? Chukkae !! Longlast yah !" Ucap donghae
"Aku heran kenapa Minho milih pacar yang galak, padahal masih banyak tuh yang mau sama dia."Sindir siwon
"Aku juga heran , kenapa orang seperti choi si won banyak fangirl , padahal galak , ga berperikemanusiaan , sok ganteng" sindir sooyoung kembali
"Kalian ga pernah akur yah , kayak kartun tom & jerry itu loh wahahha" ucap minho
1 jam kemudian , terlihat siwon sendiri di lapangan. Minho & Sooyoung pergi ke taman bersama. Yuri & Donghae jalan-jalan menikmati pemandangan kota Seoul
"Kenapa aku tidak berani menyatakan perasaan kepadanya? Padahal aku mencintai dia , tetapi aku tak berani menembaknya. Apakah dia akan mencintai aku ?" Gumamnya
Beberapa saat kemudian dia berdiri lalu meninggalkan lapangan basket tsb dengan mobil hitam kilat BMW-nya
Ternyata , mobil tersebut berhenti di sebuah rumah yang cukup sederhana , "tok tok tok , Annyeong , ini siwon ada orang dirumah?"
Terdengar suara 'clek' dr pintu , sesosok perempuan dengan T-shirt pink polos & hot pants warna merah dengan rambut terurai panjang menyambut kedatangannya
"Annyeong siwon ! Sillahkan masuk" sambutnya dengan ramah
"Aku masih tidak berani mengungkapkan perasaan ku padanya , Sunny apa yang harus kulakukan ? Ini pertama kalinya aku akan menembak seseorang"
"Hahahah ! Cheer up ! Kamu harus berani menembaknya ! Kamu sudah memendam perasaan ini cukup lama. Sudah saatnya kamu menembaknya.. Kamu mau tunggu sampai kapan? Sampai kiamat? Hahaha"
"Bagaimana jika dia tidak menerima cintaku?"
"Siapa sih yang bisa menolak prince choi si won?"
"Makasih sunny , kamu bikin aku bersemangat kembali , aku pulang dulu yah , Annyeong"
"Annyeong , CHOI SI WON HWAITINGGG !!"
Keesokan harinya disekolah
"Minho , antarin aku ke kelas Yoonaa !! Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya." Jerit donghae sambil berlari-lari ke arah Minho
"Iya-iya. Ayokk !"
Didepan koridor , tampak sesosok perempuan dengan rambut hitam ikal . Yoona , yang sedang berbincang-bincang dengan teman dekatnya Sunny
"Hai yoona.."
"Dong..Dong..Donghaee.." Ucap Yoona sambil memandang donghae yang berkaus putih bercelana hitam
"Sudah lama tak bertemu , bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?" Ucap donghae sambil tersenyum manis
"Donghaee ! I miss you so much ! Please give me a hug " sambil berlari memeluk donghae erat-erat seakan jika pelukan itu lepas donghae akan lenyap
"Kamu masih tidak berubah yah , masih childish. Hahahaha by the way kamu sudah berpacaran dengan jonghyun yah? Chukkae !" Ucap donghae , tetapi senyum manisnya makin lama makin memudar. Ia masih tidak rela jika yoona bersama dengan jonghyun.
"Ehh donghae , aku harus pergi dulu . Aku ada janji sama jonghyun . Datang ke rumahku nanti siang , akan kubuatkan sup ayam kesukaanmu . Sampai nanti !"
"Sampai nanti ......"
"Sudah puas ? Hayoo ada yang cemberut nihh
Lihat pujaan hatinya bersama dengan orang lain" goda Minho
"Ahh bete ahh ! Yokk pergi !"
Disisi lain...
"Ehh kenapa ada surat disini? Dari siapa?"
From : Choi Si Won
To : Kwon Yu Ri
Kutunggu kamu di halaman sekolah setelah pulang sekolah . Jangan bersama orang lain . Cukup kamu sendiri. Penting
"Whatt ?! Siwon mau ketemu denganku? Waaa ! Ada apa ini , aku harus berdandan nih . Bedak ku dimana? Foundation ku kemana? Lip gloss ku kemana? Mascara ku kemana?"
"Kamu kenapa sih ngacakin tas mu kayak gitu? Udah stress kamu?" Ucap sooyoung yang baru saja datang dari kantin
"Gapapa kok hehe" dalam hatinya ia berkata "untung sooyoung tidak mendengar ucapan aku"
Lonceng berbunyi tanda pulang sekolah , Siwon telah menunggu di halaman sekolah , Yuri dengan tergesa-gesa ke halaman sekolah. Sunny bersembunyi dibelakang pohon.
"Yuri , ada sesuatu yang perlu aku katakan padamun" ucap siwon
"Ada apa? Kenapa kamu tampak tegang isekali ? Biasa aja dong ! Hahahaha"
"Boleh.. Bolehkah aku mencintai dirimu?"
"Apa? Kamu bilang apa tadi?" Kaget Yuri
"Izinkan aku menjadi pacarmu"
"Banyak fangirl kamu yang cantik-cantik , kenapa kamu harus memilih aku? Aku cuman fangirl biasa yang lebay , tidak cantik , tidak pintar"
"Jadi .... Kamu menolak permintaan cintaku padamu?"
"Ummm.. .
Disisi lainnya Yoona & Jonghyun sedang berbicara serius di ujung tangga
"Yoona , ada sesuatu yang perlu ku bicarakan dengan mu" ucap Jonghyun
"Ada apa?" Tanya yoona dengan heran
"Kitaa .. Kita putus "
"Kenapa? Apa salahku?" Sambil menahan air mata
"Aku...aku....lebih mencintai seseorang daripada dirimu , jaga dirimy baik-baik , Thanks for everything" ucap Jonghyun sambil berjalan meninggalkan Yoona
Tanpa disadari , Donghae bersembunyi di belakang tiang melihat segalanya dari awal peristiwa sampai akhir. Yoona melihat kehadiran Donghae , langsung berlari kearahnya & memeluknya
"Menangislah sepuasmu , aku akan menunggumu."
"Ke....na...pa di..a men...cintai o...rang lain ? Apa salahku?"Ucap yoona dengan terpatah-patah
"Mungkin dia belum melihat sisi sempurna mu , Kamu tidak salah kok . Perlu kuhabisi dia?"
"Jangann !! Kamu cukup disini. Aku tak mau kamu terluka. Memang hanya kamu yang mengerti aku."
"Jangan menangis lagi , kamu harus kuat , Yoona Hwaitingg !!" Sambil mengelus pipi yoona yang basah dengan air matanya
Mereka berdua berjalan menuju kantin , di perjalanan mereka bertemu dengan siwon & sesosok perempuan disampingnya & ternyata dia adalah...
"Hey siwon ! Denger-denger udah pacaran sama Yuri yah? Longlast yoo ! " Ucap Yoona
"Darimana kamu dapat informasi itu?" Ucap Yuri dengan kaget
"Fangirl siwon udah gosip tuh wahahahha" ucap donghae
"Ehh kamu kok sama yoona? Awas loh jonghyun nanti marah"goda siwon
"Emm , aku udah putus kok sama jonghyun" ucap yoona
"Ohh , mianeee Aku tidak bermaksud membuat mu mengingat masalahmu" ucap siwon sambil membungkukan badannya
Tiba-tiba dari belakang muncul sooyoung
"Hey , kalian ke sini ga ngajak-ngajak yah."
"Mau kemana kita?" Tanya Yuri
Ayo kita ke kantin ! Aku udah laper nih ! Misop ayam ! Mie pangsit ! I'm comingg ! " Ujar Sooyoung sambil berlompat-lompat
"Dasar congok" goda siwon
"Whatevaaa" ucap sooyoung sambil berjalan menuju kantin
Setelah dari kantin , Sooyoung berjalan sendiri pulang ke rumah. Maklum karena Yuri sudah diantar Siwon, Tapi entah kenapa , perasaan yang tidak biasa muncul di hati sooyoung , perasaan cemburu muncul tiap melihat kedekatan Yuri dengan Siwon.
"Cemburu? Kenapa aku harus cemburu? Arghhh forget himm ! " Jerit sooyoung sambil mengacak-acak rambutnya
Disisi lainnya , Donghae sedang menyetir mobil sambil melihat pemandangan kota Seoul , beberapa saat kemudian , ia berhenti didepan restoran yang sering ia kunjungi. Namun saat dia turun dari mobil , tampak dari kejauhan sesosok laki-laki yang mukanya tidak asing lagi , Jonghyun. Tapi dia bersama seorang wanita , berjalan sambil berpegangan tangan dengan erat , Siapakah dia? Apakah dia pacar baru jonghyun ?
[To be continued]
"Kamu kenapa sih ngacakin tas mu kayak gitu? Udah stress kamu?" Ucap sooyoung yang baru saja datang dari kantin
"Gapapa kok hehe" dalam hatinya ia berkata "untung sooyoung tidak mendengar ucapan aku"
Lonceng berbunyi tanda pulang sekolah , Siwon telah menunggu di halaman sekolah , Yuri dengan tergesa-gesa ke halaman sekolah. Sunny bersembunyi dibelakang pohon.
"Yuri , ada sesuatu yang perlu aku katakan padamun" ucap siwon
"Ada apa? Kenapa kamu tampak tegang isekali ? Biasa aja dong ! Hahahaha"
"Boleh.. Bolehkah aku mencintai dirimu?"
"Apa? Kamu bilang apa tadi?" Kaget Yuri
"Izinkan aku menjadi pacarmu"
"Banyak fangirl kamu yang cantik-cantik , kenapa kamu harus memilih aku? Aku cuman fangirl biasa yang lebay , tidak cantik , tidak pintar"
"Jadi .... Kamu menolak permintaan cintaku padamu?"
"Ummm.. .
Disisi lainnya Yoona & Jonghyun sedang berbicara serius di ujung tangga
"Yoona , ada sesuatu yang perlu ku bicarakan dengan mu" ucap Jonghyun
"Ada apa?" Tanya yoona dengan heran
"Kitaa .. Kita putus "
"Kenapa? Apa salahku?" Sambil menahan air mata
"Aku...aku....lebih mencintai seseorang daripada dirimu , jaga dirimy baik-baik , Thanks for everything" ucap Jonghyun sambil berjalan meninggalkan Yoona
Tanpa disadari , Donghae bersembunyi di belakang tiang melihat segalanya dari awal peristiwa sampai akhir. Yoona melihat kehadiran Donghae , langsung berlari kearahnya & memeluknya
"Menangislah sepuasmu , aku akan menunggumu."
"Ke....na...pa di..a men...cintai o...rang lain ? Apa salahku?"Ucap yoona dengan terpatah-patah
"Mungkin dia belum melihat sisi sempurna mu , Kamu tidak salah kok . Perlu kuhabisi dia?"
"Jangann !! Kamu cukup disini. Aku tak mau kamu terluka. Memang hanya kamu yang mengerti aku."
"Jangan menangis lagi , kamu harus kuat , Yoona Hwaitingg !!" Sambil mengelus pipi yoona yang basah dengan air matanya
Mereka berdua berjalan menuju kantin , di perjalanan mereka bertemu dengan siwon & sesosok perempuan disampingnya & ternyata dia adalah...
"Hey siwon ! Denger-denger udah pacaran sama Yuri yah? Longlast yoo ! " Ucap Yoona
"Darimana kamu dapat informasi itu?" Ucap Yuri dengan kaget
"Fangirl siwon udah gosip tuh wahahahha" ucap donghae
"Ehh kamu kok sama yoona? Awas loh jonghyun nanti marah"goda siwon
"Emm , aku udah putus kok sama jonghyun" ucap yoona
"Ohh , mianeee Aku tidak bermaksud membuat mu mengingat masalahmu" ucap siwon sambil membungkukan badannya
Tiba-tiba dari belakang muncul sooyoung
"Hey , kalian ke sini ga ngajak-ngajak yah."
"Mau kemana kita?" Tanya Yuri
Ayo kita ke kantin ! Aku udah laper nih ! Misop ayam ! Mie pangsit ! I'm comingg ! " Ujar Sooyoung sambil berlompat-lompat
"Dasar congok" goda siwon
"Whatevaaa" ucap sooyoung sambil berjalan menuju kantin
Setelah dari kantin , Sooyoung berjalan sendiri pulang ke rumah. Maklum karena Yuri sudah diantar Siwon, Tapi entah kenapa , perasaan yang tidak biasa muncul di hati sooyoung , perasaan cemburu muncul tiap melihat kedekatan Yuri dengan Siwon.
"Cemburu? Kenapa aku harus cemburu? Arghhh forget himm ! " Jerit sooyoung sambil mengacak-acak rambutnya
Disisi lainnya , Donghae sedang menyetir mobil sambil melihat pemandangan kota Seoul , beberapa saat kemudian , ia berhenti didepan restoran yang sering ia kunjungi. Namun saat dia turun dari mobil , tampak dari kejauhan sesosok laki-laki yang mukanya tidak asing lagi , Jonghyun. Tapi dia bersama seorang wanita , berjalan sambil berpegangan tangan dengan erat , Siapakah dia? Apakah dia pacar baru jonghyun ?
[To be continued]
Subscribe to:
Comments (Atom)