...
“tapi Sunny. Kamu rela memberikan Eunhyuk ke aku?” tanya Yuri tiba-tiba. Dan itu membuat Sunny terdiam dari ketawanya. Dia menunduk kepalanya. “apa pun yang bisa membuat Hyuk senang. Aku rela. jadi lebih baik kamu jangan mengecewakan dia ne, Yuri.” kata Sunny.
...
Yuri mengambil nafas kemudian menghelanya, dia menutup matanya. Membiarkan angin mengenai mukanya. Kemudian membukanya “baiklah. Itu jawaban mu sendiri.” kata Yuri “jadi, ketika aku pacaran dengan Eunhyuk jangan berpikir aku mencurinya ya” sambungnya. “Yuri perasaan mu kepada Eunhyuk bagaimana?” tanya Sunny. “Sunny, kalau kamu mau aku jujur. Aku sama sekali enggak ada perasaan kepadanya. Tapi, lama-lama aku juga merasa ingin dekat dengan Eunhyuk. jadi sama sekali enggak rugi kalau jadian dengan hyuk ne” jawab Yuri. Sunny berkata “begitukah”
Sunny berdiri dari tempat duduk ayunannya, dia memeluk Yuri. “semoga kamu longlast terus sama Hyuk” kata Sunny ikhlas. Yuri membalas peluknya, kemudian melepasnya “kamu seperti tidak rela Sunny. Kamu... menyukai Eunhyuk?” tanya Yuri. Sunny menatap Yuri, “tidak. Aku cuman menganggapnya teman baik ku, oppa ku. Jadi kamu tenang saja” kata Sunny ceria. Yuri merasa kalau Sunny berbohong, tapi tidak mau mempermasalahkannya. “baik. Terima kasih kamu mendoakan ku dengan Eunhyuk. semoga kamu juga akan ketemu laki yang pantas denganmu” kata Yuri. “ya!” kata Sunny tersenyum manis.
“pertanyaan lagi Sunny” kata Yuri, Sunny menunggu “kamu beneran kan tidak akan menyesal kalau Eunhyuk akan menjadi milikku?” tanya Yuri. Sunny menggeleng dan memberi senyuman manis dan berkata “sama sekali enggak! Tenang saja.”
Yuri menggandeng tangan Sunny,”sekarang kita balik ke kelas yuk. Sebentar lagi lonceng” kata Yuri. Kemudian mereka dua meninggalkan taman dan menuju kembali ke kelas mereka.
Mereka bercandaan ketika perjalanan ke kelas mereka. Sesampainya, Sunny melepas gandengan Yuri dan menuju ke meja Eunhyuk. dia menobrak meja Eunhyuk tiba-tiba, brak! Dan tentu saja itu membuat Eunhyuk yang sedang bercandaan dengan temannya terkejut. “Hyuk! Aku memerlukan mu sebentar. Ayuuu!” Sunny menarik Eunhyuk menjauh temannya. “Hey, hey. Ada apa? Ada fanboy yang mengganggu mu?” tanya Eunhyuk. Sunny tidak menjawabnya dan terus menarik Eunhyuk sampai pokoknya jauh dari kelas mereka.
Yuri hanya tersenyum melihat dua sahabatnya itu. Dia kembali ke tempat duduknya dan sibuk sendiri disana.
“a... ada apa si?” tanya Eunhyuk. “kamu kapan akan bertindak?” tanya Sunny, “bertindak apanya?” tanya Eunhyuk lagi. Sunny menggeram, dia mengacak rambut Eunhyuk dan alhasillah jadi berantakan. “ya! Rambutku jadi berantakan!” protes Eunhyuk, “menembak Yuri lo!” teriak Sunny. Mendengar teriak Sunny, semuanya menjadi melihat ke arah mereka. Dengan cepat Eunhyuk menutup mulut Sunny dengan tangannya. Eunhyuk melihat ke arah murid lain dan meminta maaf karena mereka ribut. Tapi terlambat, semua orang mendengar kata Sunny tadi. Eunhyuk mau menembak Yuri? Akankah dia diterima? Semuanya menjadi sibuk berbisik.
“pst! Kamu ini bisa enggak cerita rahasia jangan besar-besar!” marah Eunhyuk, Sunny menunduk kelapanya. “mi... mainhe” kata Sunny, terdengar suara nya serak. Eunhyuk menebak kalau Sunny sudah mau menangis. Merasa bersalah dia memeluk Sunny, “ma.. maaf aku sendiri juga salah. Seharusnya tadi aku tidak usah teriak kamu.. ssh, jangan nangis ya” bujuk Eunhyuk menepuk-nepuk kepala Sunny. Sunny melepas pelukan Eunhyuk, "siapa bilang aku menangis. jangan lupa! aku ini perempuan yang kuat!" kata Sunny dengan tersenyum lebar, "jadi kapan kamu mau nembak Yuri?" goda Sunny. “nan...nanti dong. Masa sekarang” kata Eunhyuk. “baiklah baiklah. Awas kalau hari ini kamu tidak menembaknya. Aku akan memukul mu sampai semua kulit halus mu jadi berbekas luka” ancam Sunny, walaupun Eunhyuk tau kalau dia cuman bercanda.
Eunhyuk tiba-tiba menjongkok dan mengacak rambutnya frustrasi. “Eunhyuk?” Sunny bingung melihat Eunhyuk tiba-tiba begitu. “Sunny. Bagaimana kalau Yuri menolak ku? Bagaimana rupanya dia tidak mempunyai perasaan yang sama dengan ku? A... aku...” kata Eunhyuk panik. Sunny ikut menjongkok kemudian dia menyentil dahi Eunhyuk “tenang saja. Yuri pasti menerima mu. Karena dia juga suka dengan mu” kata Sunny tenang. Yuri sekarang tidak suka dengan mu Hyuk, tapi dia sendiri bilang yang akan berusaha menyukai mu. Jadi, artinya dia juga suka dengan mu kan seharusnya? Eunhyuk mengelus kepala Sunny “gamsha, kamu selalu saja berada disana ketika aku memerlukan mu. Selalu membuat ku bersemangat. Tidak ada salahnya aku kasih mu nama ‘Sunny’” kata Eunhyuk. Sunny hanya tersenyum mendengar kata Eunhyuk.
~flashback
Seorang anak kecil berumur 6tahun sedang berlari-lari mencari temannya “hyuk jae, hyuk jae, hyukkk...” teriak anak itu. Dia mencari kesana dan kesini. Dan akhirnya dia ketemu juga temannya yang dari tadi dia cariin. Teman yang daritadi dia cari sedang duduk di tepi air mancur. Dia tersenyum lebar kemudian memeluk temannya dari belakang “hyuk! Aku dari tadi mencarimu!” katanya. Dia merasa tangannya basah, dia melihat wajah temannya. Rupanya temannya menangis. Dengan lembut dia menghapus air mata temannya itu “hyuk? Kenapa menangis? Jangan menangis. Ayolah ketawa, cerialah seperti biasanya!” bujuk temannya.
“hiks... hiikss. O... oso... oso sudah mati.. ba... bagaimana ini SoonKyu?” kata hyukjae masih menangis. “oso? Doggy mu?” tanya anak kecil itu yang bernama SoonKyu. Hyukjae menangguk kepalanya. “jangan menangis! Doggy mu mati, kamu bisa beli doggy baru lagi! Jangan menangis lagi! Kamu harus tertawa Hyuk! Seperti biasa!” kata SoonKyu berusaha membuat Hyukjae tidak menangis lagi. Hyukjae bukannya tertawa, malah nangis menjadi-jadi. Dia menggeleng kepalanya “tidak! Tidak! Aku tidak mau doggy baru. Aku mau doggy ku yang sekarang. Aku mau oso!” rengek Hyukjae. “hyuk! Jadi anak laki tidak boleh cengeng! Seperti SoonKyu, lihat. Aku jarang menangis, kerjaan ku cuman ketawa biar terlihat kuat. SoonKyu tidak mau menjadi perempuan lemah, makanya aku tidak mau menangis terus. Hyukjae harus menjadi lelaki yang lemah, harus kuat biar bisa melindungi aku dan teman lain!” kata SoonKyu sambil tersenyum lebar. Hyukjae tiba-tiba berhenti menangis, dia melihat SoonKyu sangat lah bersinar, seperti matahari. Tanpa disadarinya Hyukjae mengeluar suaranya “Sun... Sunny.” SoonKyu berhenti tersenyum kemudian matanya menjadi berbinar-binar, senyumnya lebih lebar dari biasanya. “Sunny?! Itu nama yang bagus sekali. Ayo kita beli doggy baru! Menamainya Sunny!” kata SoonKyu. SoonKyu menarik tangan Hyukjae biar bangun dari tempat duduknya, tetapi jadinya Hyukjae yang menarik tangannya dan dia memeluk SoonKyu. Dia menggeleng “emm, aku tidak mau doggy baru. Aku juga merelakan oso pergi. Aku tidak mau menjadi laki yang lemah, mau jadi kuat, mau melindungi mu dan teman lain. Aku tidak mau doggy baru namanya Sunny. Maunya SoonKyu nama panggilannya menjadi Sunny!” kata Hyukjae.
“ke... ke.. kenapa?” tanya SoonKyu, Hyukjae tidak menangis lagi, dia mengelap air matanya yang tersisa kemudian dia tersenyum lebar “ SoonKyu seperti matahari. Selalu saja ketawa, selalu saja bisa membuat teman-teman yang sedih menjadi ketawa kembali. Jadi nama SoonKyu jadi Sunny ya?!” tanya Hyukjae. SoonKyu diam sejenak kemudian “baik! Mulai sekarang nama Soonkyu jadi Sunny!” katanya. Dua teman kecil itu tidak bisa berhenti tersenyum lebar.
~end of flashback
Sunny mengejap-ngejap matanya, “ah? Tentang mulai panggilan ku menjadi Sunny? Haha, itu waktu doggy mu oso mati kan. Kamu nangis menjadi-jadi” ejek Sunny. Muka Eunhyuk memerah “su.. sudah dong, jangan ngomong tentang masa lalu lagi” kata Eunhyuk. terdengar suara bel menanda kalau semua murid harus masuk ke kelas masing-masing untuk memulai pelajaran. Sunny berdiri “ayo, tidak mau di marahi guru kan” kata Sunny, Eunhyuk ikut berdiri “siapa yang terakhir masuk kelas harus traktir” kata Eunhyuk kemudian lari meninggalkan Sunny. Dengan cepat Sunny juga lari tidak mau dompetnya menjadi korban mentraktir Eunhyuk. bisa-bisa langsung jebol, eunhyuk termasuk orang yang congok sangat rakus.
“yes!” teriak Sunny, “aku menang! Kamu harus mentraktir ku lo nanti hyuk” kata Sunny dengan wajah penuh kemenangan. Eunhyuk masih mengontrol nafasnya karena tadi capek berlari. “iya iya.. dasar” kata Eunhyuk. Sunny hanya tersenyum terus menatap Eunhyuk. ketika tiba-tiba “ehm! Sekarang duduk di tempat kalian masing-masing SoonKyu dan Hyukjae” terdengar suara bariton memerintah mereka dua. Oopsie doopsie, “n... ne seonsaengnim!” kata Sunny dan Eunhyuk bersamaan kemudian segera duduk di tempat duduk masing.
Sesampainya di tempat duduk masing-masing, mereka hanya senyum-senyum seperti orang bodoh. Guru mereka yang melihat hanya menggeleng-geleng kepala. “ehm ehm! Hari ini kita akan belajar tentang pythagoras” terdengar lagi suara bariton guru mereka.
...
Mari kita menjelaskan dimana tempat duduk mereka masing-masing. Eunhyuk duduk di baris kedua posisi ke 4, sama juga dengan Sunny tetapi dia di baris ketiga, dan sama juga dengan Yuri tetapi dia di baris keempat. Jadi artinya Sunny diimpit oleh Eunhyuk sebelah kanan dan Yuri sebelah kiri.
Eunhyuk tiba-tiba memberi secarik kertas kecil ke Sunny, membisik kecil “pst.. kasih ke Yuri” bisik Eunhyuk. Sunny menoleh ke arah Yuri yang sedang serius memperhatikan pelajaran guru. Sunny duluan membuka kertas kecil itu yang dilipat,
Yuri, aku ada perlu dengan mu.
Ada sesuatu yang perlu kukatakan kepadamu.
Kutunggu di taman sekolah belakang ya.
-Eunhyuk J
Sunny tersenyum kecil, sudah mau beraksi ya. Lagi-lagi perasaan ini, perasaan tidak rela ini. Kenapa? Sunny merasa bingung sendiri. Kemudian dia mengpassing ke Yuri, Yuri menatap bingung ke Sunny. Sunny hanya mengedip sebelah matanya.
Yuri membaca kertas kecil itu. Kemudian dia tersenyum lembut dan dia menyimpan kertas kecil itu di lacinya. Setelah itu dia balik memfokus ke pelajaran.
~skip time
Ting.... tong.... ting.... tong....
Bel kali ini menandakan kalau pelajaran sudah selesai dan saat istirahat siang. Dengan cepat Eunhyuk keluar duluan dari kelas. Sunny tau itu, Eunhyuk pasti sekarang pergi ke taman belakang. Tidak beberapa lama, Yuri juga menyusul.
Merasa bosan duduk sendiri, dia akhirnya ikut pergi ke taman belakang untuk memata-matain Eunhyuk dan Yuri. Dia berdiri dan segera keluar dari kelas. Tiba-tiba dia tertabrak Donghae. “Sunny? Annyeong, aku sedang mencari Eunhyuk. dimana dia?” kata Donghae sambil melihat sekeliling. Donghae menghela nafas, makhluk hidup yang dia cari tidak ketemu. Sunny menarik Donghae “ikut aku ke taman belakang!” kata Sunny dengan paksa menarik Donghae terus, “eeh? Kenapa?” tanya Donghae. “karena Eunhyuk mau menembak Yuri. Ayo kita mematai mereka” jelas Sunny. Donghae tampak terkejut, “mwo?!!!”
~taman belakang
Tebak dimana Sunny dan Donghae berada sekarang.
Di balik semak-semak yang tidak jauh dari Eunhyuk. apakah Eunhyuk tau? Tentu saja dia tidak tau.
Eunhyuk nampak gugup, dia terus menerus menggosok kedua tangannya. Kalau enggak menggigit ujung kuku jarinya. Atau melompat-lompat(?)
Sosok yang Eunhyuk tunggu terus menerus akhirnya datang. “annyeong hyuk” kata sosok itu dengan lembut. “annyeo.... ehm! Annyeong Yuri” kata Eunhyuk. Yuri tertawa kecil “tidak usah segugup gitu. Ada apa?” tanyaa Yuri to the point. “eng. A... aku berpikir. Ki...kita sudah berteman baik selama 2tahun dan sekarang hampir 3 tahun. Ta...tapi aku tidak mau kita cuman berteman baik. Aku mau hubungan kita lebih dari itu Yuri. Jadi... maukah?” jelas Eunhyuk dengan susah payah, karena dia benar-benar merasa sangat gugup. Tangannya merasa sangat dingin sampai dia mati rasa.
Yuri menatap nya kemudian dia bertanya “Eunhyuk. bagaimana perasaan mu terhadap mu kepada Sunny?”, Eunhyuk tertawa kecil sebentar dan balik tanya “ha? Sunny?” Yuri menjawabnya dengan anggukan kepala.
Sunny yang bersembunyi di balik semak-semak terkejut dengan pertanyaan Yuri ke Eunhyuk, kenapa dia bertanya begitu? Itu juga yang dipikir Eunhyuk. tapi Sunny juga sebenarnya benar-benar merasa mau tau apa yang akan di jawab Eunhyuk. “itu—“ Sunny menunggu terus jawaban Eunhyuk.
[to be continue]
No comments:
Post a Comment