By: Admin vz
Ada putri tidur yang masih menikmati tidurnya. Tiba-tiba jam weker yang terdapat di sebelahnya bunyi. Kringg kringg. Putri itu menjulurkan tangannya untuk mematikannya. Ada benjolan sedikit di atas jam wekernya itu. Dia menekannya dan menyebabkan bunyi yang tadi dari jam weker itu berhenti. Keadaan sudah tenang dia tidur kembali. Tiba-tiba sinar matahari menyerobos garisan gorden-gorden. Sinar itu mengenai muka nya. Karena silau dia menarik selimutnya sampai kepala.
Duk duk duk
Putri itu terdengar suara kaki yang mendekat, tetapi tidak dihiraukan. Mungkin itu cuman mamanya. Terdengar lagi suara pintu kamarnya terbuka. Ya ampun, tidak bisa kah dia tidur dengan tenang. Sekolah mulai jam 10. Siapa pula mengatur jam wekernya tadi pagi-pagi sekali berbunyi. Terdengar suara kaki, suara pintunya terbuka. Putri tidur ini jadi tidak bisa tidur dengan tenang.
Siapa yang masuk ke kamar putri tidur itu? Siapa lagi kalau bukan Eunhyuk. dia tersenyum lebar, untung saja putri tidur itu tidak mengetahui keberadaannya. Eunhyuk siap-siap mau mengejutkan putri tidur itu. Tinggal beberapa jarak saja... “Hyuk. Jangan mengganggu ku tidur!” teriak putri tidur itu. Eunhyuk tidak jadi lagi melakukan niatnya tadi. “ya! Bukannya kamu sedang tidur, Sunny? Kok bisa tau ini aku?” tanyanya. Putri tidur itu yang bernama Sunny menyingkirkan selimutnya dan dari posisi tidur menjadi posisi duduk. “siapa yang enggak bisa tau itu kamu. Terdengar suara langkah kaki yang besar. Aku mau tidur pon enggak bisa. Lagipula, kamu kan yang memasang jam weker ku bunyi pagi-pagi?” Sunny menguap dan mengacak rambutnya, mata masih menutup karena kantuk “dasar kurang kerjaan. Aku mau tidur pon enggak bisa! Kita ini sudah bersama sejak kecil. Bagaimana bisa pulak aku enggak tau kalau itu kamu dasar monyet” kata Sunny.
Eunhyuk menghela nafas kemudian dia ikut tidur di samping Sunny yang masih duduk. “tapi kenapa aku sama sekali enggak tau keberadaan mu waktu kamu niat mengejutkan ku?” tanya Eunhyuk sambil matanya ditutupi. “karena kamu itu sangat mudah di kejutkan” kata Sunny kemudian dia balik tidur. Lagi-lagi Eunhyuk menikmati aroma-aroma sunflowernya Sunny. Selalu membuatnya tenang.
Eunhyuk kembali membuka matanya, dia bangun menjadi posisi duduk. Dia lihat Sunny tidur dengan sangat tenang. Jadi tidak enak menyuruhnya bangun. Arah matanya menuju ke jam weker Sunny, waktu masih menuju pukul 06.45. dia merasa keterlalu juga menyuruh Sunny jam 6 bangun. Eunhyuk menguap, kemudian kembali tidur di samping Sunny.
...
...
Sunny membuka matanya dengan perlahan, dia merasa ada nafas yang mengena kulit mukanya. Sunny terkejut, dia dan Eunhyuk tidur dengan jarak yang sangat dekat. Dia mau saja berteriak tetapi nampak wajah Eunhyuk yang tidur tenang jadi niatnya dikunci. Dia dengan perlahan bangun dari tempat tidurnya, dan menuju wastafel kamar mandinya. Gosok gigi, cuci muka. Kemudian dia mengelap wajahnya yang basah. Setelah itu dia baru membangunkan Eunhyuk. dia mengguncang-guncang badan Eunhyuk, “hyuk, bangun... sudah jam 9. Sudah boleh siap-siap”
Eunhyuk terbangun dia mengerang kecil. Dia kemudian mengejap-ngejap matanya, “aku sudah siap kok. Tinggal tunggu kamu kan” kata Eunhyuk. kedua tangan Sunny ditaruhnya di pinggangnya “hey monyet. Emangnya kamu sudah ganti seragam mu?” tanya Sunny. “itu tenang saja. 1 seragam ku kan ada ditempat mu. Aku disini ganti baju saja lo. Enteng. Tas ku sudah di bawah” jelas Eunhyuk. “iya ya, aku lupa seragam mu ada di tempatku. Seharusnya aku buang saja ke tong sampah” kata Sunny kemudian dia mengambil handuknya siap-siap untuk mandi. Eunhyuk hanya tertawa dan menggeleng-geleng kepalanya mendengar candaan Sunny.
Terdengar suara shower Sunny. Eunhyuk bangun dari posisi tidurnya menuju lemari Sunny. Itu dia seragamnya. Dia segera membuka baju dan celananya dan mengenakan seragamnya. Dia melipat baju dan celananya tadi dan ditaruhnya di atas tempat tidur Sunny. Dia merapikan penampilannya kemudian dia ke kaca Sunny. Kamu sangat tampan hari ini Eunhyuk. yak! Tujuan mu hari ini adalah menembak Yuri. Kamu pasti bisa, kamu pasti diterima. Hahaha! Dari sini seharusnya tau kalau Eunhyuk ini super narsis. Dia menyisir rambut merahnya. Kemudian dia menuju depan pintu kamar mandi Sunny. Dia mengetoknya. “Sunny, aku duluan turun. Ku siapkan sarapan untuk mu. Tadi ahjumma pagi-pagi sudah berangkat” kata Eunhyuk. “ya” jawab Sunny di dalam.
Tidak beberapa lama Eunhyuk keluar dari kamarnya, Sunny sudah keluar dari kamar mandi. Dia masih mengenakan tank top dan pants berwarna pink. Kemudian dia membuka lemarinya untuk mengambil seragamnya. Untungnya gordennya masih ditutup. Dia segera membuka pakaian rumahnya kemudian mengenakan seragamnya. Dia tidak memasukkan baju seragamnya berwarna putih ke dalam rok dia membiarkannya di luar biar lebih terlihat keren dan manis. Rok nya yang 20centi di atas lutut dan berwarna abu-abu sangat rapi. Kemudian dia mengambil jepitan kecil berbentuk bunny, dia menjepit poni yang panjangnya itu dibuatnya menjadi poni samping, rambutnya yang lembut dibiarkan tergerai. Hehe, hari ini aku juga terlihat manis kata Sunny di dalam hati, ah sama narsis saja dia dengan Eunhyuk. dia melihat jam weker di samping tempat tidurnya. Jam menunjuk pukul 09.25. dengan cepat dia menyambar tasnya dan segera turun ke bawah.
~dapur
Sunny menuju dapur, disana ada meja makan yang sudah ada piring yang berisi 3 roti panggang yang sudah di olesi butter low fat. Salah satu kursi meja makan sudah diduduk Eunhyuk dan sedang menikmati rotinya. Eunhyuk lihat Sunny sudah siap dan sangat manis hari ini dia tersenyum “kamu terlihat manis hari ini. Duduk, dan cepat makan roti mu. Nanti kita terlambat” kata Eunhyuk. Sunny hanya menuruti permintaan Eunhyuk dan memakan rotinya “gomawo ne udah nyiapin” katanya sambil roti yang dikunyah masih di mulutnya, kemudian ditelannya “sudah kubilang kan aku ini memang manis” kata Sunny mengedip matanya. Eunhyuk mendengus “gitu saja sudah sombong” katanya.
Sesudah keduanya selesai dengan sarapan mereka. Mereka segera menuju ke sekolah dengan sepeda Eunhyuk, dia membonceng Sunny yang berada di belakangnya.
Eunhyuk terus mengayuh sepedanya menuju ke sekolah. Akhirnya sampai juga, mereka masuk ke gerbang sekolah dan memakir sepedanya di suatu tempat khusus parkir sepeda. Mereka turun dari sepeda tadi. Eunhyuk nampak rambut Sunny jadi berantakan karena angin, “Sunny. Rambut mu berantakan” kata Eunhyuk. “mwo?” kata Sunny sambil memegang rambutnya, ah iya. rambutnya jadi berantakan karena angis pastinya, banyak antena “huaa. Itu karena hyuk dayung terlalu cepat kan. Jadinya begini” rengek Sunny sambil tangannya sibuk membereskan rambutnya. Eunhyuk mengangkat sebelah alisnya “mwo? Kalau kita tidak cepat-cepat bisanya kita terlambat tau” kata Eunhyuk, dia tidak senang Sunny menuduhnya.
“HYUKK!” teriak seorang pemuda tampan. Dia memanggil Eunhyuk. Eunhyuk menoleh kepalanya mencari siapa yang memanggilnya, ketemu karena yang memanggilnya melambai-lambai tangannya “hyukk. Kebetulan sekali. Yuk sekarang kita sama-sama ke kelas” teriak pemuda itu lagi. Eunhyuk tersenyum kearahnya “kita segera kesana Donghae” teriak Eunhyuk ke pemuda tampan itu bernama Donghae. Karena jarak mereka lumayan jauh jadinya teriak-teriak deh. Sesudah Sunny membereskan rambutnya, dia melihat Eunhyuk mengulurkan tangannya mengajak gandengan. “rambut sudah rapi kok. Yuk sekarang kita ke kelas” ajak Eunhyuk. Sunny menangguk dan tersenyum manis. Dia menerima tangan Eunhyuk dan bergandengan menuju ke Donghae.
Donghae bersiul “Sunny selalu manis ne. Kalian gandengan gitu nanti dipikir pacaran lo” goda Donghae. “biarin tuh. Seharusnya semua sekolah sudah tau kebiasaan ku dengan Sunny. Haha” kata Eunhyuk tidak peduli. Tiba-tiba Sunny melepaskan gandengan, eunhyuk tampak bingung dan terkejut. “emm...” Sunny mendekatkan dirinya ke telinga Eunhyuk “pst, kalau Yuri nampak bagaimana?” bisik Eunhyuk. “hey hey. Bisik apa kalian sampai aku sendiri enggak boleh tau?” tanya Donghae dengan membuat muka kesal. Eunhyuk hanya ketawa-ketawa dan menjawab “i... iya juga ya.. tapi kan enggak apa-apa. Dia juga seharusnya tau” kata Eunhyuk tidak memerdulikan Donghae. Sunny hanya tersenyum ke arahnya. “woi... aku masih disini woi” kata Donghae. Eunhyuk melempar kepala Donghae pelan “aah, kamu itu ribut sekali sih” kata Eunhyuk. “apaan sih. Jangan-jangan kalian emang sudah jadian ya?” kata Donghae asal. “enggak!” kata Sunny “sekarang bolehkah kita ke kelas?”, donghae dan eunhyuk tertawa bersamaan “tentu saja, my lady” kata mereka bersamaan dengan sikap gentleman. Murid perempuan yang disekitar mereka meleleh melihat kelakuan mereka ke Sunny. Sunny merasa Yuri beruntung karena Eunhyuk menyukainya? Malahan yang lain merasa Sunny paling beruntung karena didekati dilindungi dua pangeran di SM School. Siapa lagi kalau bukan LeeDonghae dan LeeHyukjae. Ps: Eunhyuk adalah nickname nama asli Hyukjae.
Ketika Sunny dan 2Lee masuk gedung sekolah, semua murid menyapa mereka. Ada perempuan yang teriak, mulai bermake up, bernampilan manis biar dipuji oleh 2 pangeran mereka. Eunhyuk tiba-tiba merangkul Sunny “joheun achimieyo semuanyaa... semua nya terlihat manis dan cantik ne. Tapi... Sunny ku paling manis dari kalian semua” kata Eunhyuk mengedip matanya. Ada perempuan yang terlihat kecewa karena tidak bisa menandingi Sunny dan ada yang berteriak , meleleh karena Eunhyuk sangat tampan waktu mengedip mata. “joheun achimieyo! Kutunggu kalian waktu makan siang di tempat biasa ne semuanyaa...” kata Donghae. Pstt.. Eunhyuk dan Donghae termasuk playboy lo.
Sekarang Sunny yang terlihat manis di murid-murid laki-laki “joheun achimieyo semuanya” kata Sunny dengan senyumannya yang manis dan lembut. Tidak usah menunggu sampai 5detik, sekarang Sunny dan 2Lee sedang di kerubungi cowok-cowok yang mendekati Sunny “Sunny kamu hari ini terlihat cantik” “Sunny tas mu kelihatan berat, ku bawain” “Sunny aku menyiapkan bento untuk mu” “Sunny!” blablabla.
Eunhyuk ternampak kesulitan ketika berusaha lari dari fanboy gilak Sunny ini. Dengan usaha besar akhirnya eunhyuk, donghae, dan sunny berhasil lolos juga. “ehm! Siapa yang berani lagi siap-siap kujadiin bola ya!” kata Donghae marah, dia merasa sangat kesal ketika fanboy Sunny mengerubungi dia. Akhirnya fanboy Sunny dengan kecewa pergi meninggalkan mereka dan mulai sibuk aktivitas sendiri.
2Lee dan Sunny sedang sibuk merapikan penampilan mereka yang kusut karena keributan tadi. “Sunny, lain kali tolong jangan gitu lagi” minta Eunhyuk, Sunny hanya menangguk “hehe. Ne ne”
“bye” pamit donghae “nanti kita ketemu lagi waktu makan siang. Aku ada pr belum siap. Hehe” kata donghae kemudian meninggalkan eunhyuk dan sunny. Donghae memang enggak sama kelas dengan mereka. “dasar pemalas” kata Eunhyuk, Sunny mendengus “emangnya kamu rajin” ejek Sunny. “tentu saja!” kata Eunhyuk menyombong diri.
Sunny tidak memerdulikan kata-kata Eunhyuk, dia membuka pintu kelas. Dan langsung disambut sapaan hangat. Tentu saja Sunny dan Eunhyuk juga membalas. Sunny melihat sekeliling, itu dia Yuri. Sunny menyenggol Eunhyuk “tuh Yuri. Kapan baru bertindak?” tanya Sunny. Eunhyuk tiba-tiba terlihat panik “e.. eh? Masa sekarang. Aduu, Sunny jangan buat gugup dong” kata Eunhyuk panik. “dasar bodoh” kata Sunny. Dia jalan masuk dan menuju ke arah Yuri.
“Yuriii!!” kata Sunny sambil memeluk Yuri. “joheun achimieyo, tidur nyenyak kah kamu kemarin malam? Ada mimpi aku atau Eunhyuk?” tanya Sunny. Yuri ketawa pelan “anyee, kemarin malam sama sekali enggak mimpi” canda Yuri sambil melelet lidahnya. “jahaattt, Yuri masa enggak mimpi aku ataupun Eunhyuk” kata Sunny memanja-manja. Yuri hanya ketawa melihat kemanjaan Sunny.
Tanpa disadari Yuri, Eunhyuk dari tadi melihat ke arah Yuri. Cara Yuri berbicara, ketawa. Sunny sadar kalau Eunhyuk melihat ke arah Yuri. Dia tersenyum jahil ke arahnya, dan Eunhyuk pun tersadar juga. kenapa dengan Sunny? Dia merasa tidak enak tiba-tiba. Selesai tersenyum jahil ke arah Eunhyuk, dia mengajak Yuri berjalan-jalan sebentar. Dan Yuri menerimanya, sebelum keluar dari kelas dia melirik Eunhyuk dan mengedip matanya. Eunhyuk hanya bengong menjadi orang bodoh.
“kita mau kemana Sunny?” tanya Yuri. Sunny berpikir “kita ke taman belakang sebentar yuk!” Sunny menarik Yuri agar jalan lebih cepat. Banyak fanboy-fanboy Sunny dan Yuri menyapa mereka. Tetapi tidak diperdulikan. Semenjak Yuri berteman dengan Sunny, Yuri menjadi ada fanboy.
“kamu dan Eunhyuk dekat sekali ya. Eunhyuk tadi bilang tidak ada yang menandingi manis mu” kata Yuri membuka pembicaraan “sepertinya hyuk menyukaimu Sunny. Kalau kalian jadian, kalian pasti bisa longlast sampai kawin. Haha”
Sunny terus mendengar ocehan Yuri. Eunhyuk menyukainya? Salah, yang disukainya kamu Yuri. Dia dan eunhyuk dekat karena mereka teman kecil, selalu dekat, Eunhyuk menanggapnya sebagai adik, dan dia pun hanya menanggap Eunhyuk sebagai oppa. Tapi kenapa dia merasa tidak rela kalau Eunhyuk dan Yuri akan jadian?
Tiba-tiba saja Sunny berhenti. Yuri yang heran bertanya “napa? Kok tiba-tiba berhenti?” Sunny menatap Yuri dengan serius “Yuri...” “e?” “menurut mu Eunhyuk bagaimana?” tanya Sunny. “Hyuk? Ya dia tampan, baik, hangat, berisik, tapi dia bisa membuat orang yang down menjadi up, sombong, playboy, suka melindungi yang lemah, dan... emm... ga ada lagi deh” jelas Yuri. Semua kekurangan dan kelebihan nya menjadi satu. Tapi, apa yang dikatakan Yuri benar sih.
“oh begitukah? Haha, aku juga setuju ama kamu” kata Sunny. Mereka berbincang dan akhirnya sampai juga di taman. Sunny duduk di salah satu ayunan. Yuri cuman berdiri di sampingnya.
Hening beberapa saat. “Yuri. Kalau kamu ditembak Eunhyuk. akankah kamu terima?” tanya Sunny, tanpa menatap Yuri. Yuri terdiam “terima. Tidak ada salahnya kan. Toh aku sudah bilang apa yang kubilang tadi. Tidak akan rugi jadian sama dia” kata Yuri pelan. “baguslah” kata Sunny tiba-tiba ceria “asal kamu tau ya, kemarin Eunhyuk bilang mungkin dia hari ini akan menembak mu. Waaah, kalian akan jadian dong. Jodoh ya.. haha” kata Sunny dengan ketawa dipaksakan.
“tapi Sunny. Kamu rela memberikan Eunhyuk ke aku?” tanya Yuri tiba-tiba. Dan itu membuat Sunny terdiam dari ketawanya. Dia menunduk kepalanya. “apa pun yang bisa membuat Hyuk senang. Aku rela. jadi lebih baik kamu jangan mengecewakan dia ne, Yuri.” kata Sunny.
[to be continue]
No comments:
Post a Comment