By: Admin vz
I’ll Always Be At Your Side
Chpter 2
Bunyi shower yang terdapat di kamar mandi Sunny tiba-tiba sudah tidak ada. Diartikan kalau Sunny sudah siap mandi. 2menit kemudian terdengar bunyi suara buka pintu. Ceklek
Rambut panjang coklatnya di sanggul keatas, masih basah sedikit. Dia sekarang tidak mengenakan seragamnya lagi. Dia sudah ganti jadi tank top polos dan cotton pants warna pinky. Wangi sabunnya beraroma sunflower membuatnya merasa lebih segar.
Dia nampak seorang pemuda sedang tidur di queen size bednya. Ya siapa lagi kalau bukan Eunhyuk yang dari tadi di kamarnya.
Dasar. Seenaknya saja tidur di tempat tidur orang. Ribut-ribut lagi tadi bilang ke mama aku mau memperkosanya. Padahal tadi sendiri dia yang mau memperkosa ku. Dasar mata keranjang! Benci!
Sunny berjalan mendekat ke Eunhyuk. Dia menunduk kepalanya mendekat ke Eunhyuk.
Hyuk a, kamu.... kamu tambah terlihat dewasa dan tampan ne. Kata Sunny di dalam hati. Mereka selalu saja bersama, tapi Sunny sama sekali tidak memerhatikan Eunhyuk seksama.
Sunny mengangkat tangannya dan mengelus rambut berwarna dark red Eunhyuk. Lembut, wangi. Dia kemudian menyingkir beberapa helai anak rambut Eunhyuk yang ada di matanya. Sunny terus melihat muka Eunhyuk dan mengelus lembut terus rambut Eunhyuk.
Sunny pikir Eunhyuk dari tadi tidur. Tapi... padahal dari tadi Sunny sudah keluar dari kamar mandi, bunyi buka pintu itu membuat Eunhyuk terbangun. Tetapi Eunhyuk sama sekali enggak membuka matanya.
Eunhyuk dapat merasa kalau tangan Sunny yang lembut terus mengelus rambutnya, nafas Sunny dapat dia rasakan. Dia pelan-pelan membuka matanya dan menatap Sunny. Sunny sadar mata Eunhyuk sudah terbuka. Dengan cepat dia berdiri, tidak dapat menjaga keseimbangannya akhirnya jatuh. Tetapi dengan cepat Eunhyuk menarik tangan Sunny. Sunny tidak jatuh jatuh ke lantai, tapi akhirnya jatuh di atas Eunhyuk.
Sunny menutup matanya kemudian menghela nafas lega “wow, gomawo hyuk”. Dia membuka matanya, jarak mukanya dengan Eunhyuk sangatlah dekat. Tanpa disadarinya rupanya mukanya sudah merah. Eunhyuk ketawa “woi, kenapa muka mu merah dasar cewek aneh” ejek Eunhyuk.
Sunny dengan segera berdiri dan menuju ke meja riasnya. Ohno! Mukanya memang merah. “mwo?” ejek Eunhyuk lagi. Entah kenapa dia senang sekali melihat muka merah Sunny. Sunny menutup matanya erat kemudian membukanya, dia menuju ke tempat tidurnya mengambil bantalnya dan melemparnya ke muka Eunhyuk. Dengan cepat Eunhyuk menangkapnya “tidak ke—“ puk! Serangan bantal akhirnya kena juga muka Eunhyuk, “yadoongg!!!” triak Sunny. “Kyaaa!!”
“ya! Ya! Diam diam. Stt..” kata Eunhyuk mencoba menghentikan teriak Sunny. Ya ampun, ngapain pulak dia teriak begitu besar.
Terdengar suara ketokan pintu tok tok tok. “Sunny? Eunhyuk? Ada apa? Kenapa teriak-teriak?” terdengar suara ibu Sunny yang terlihat khawatir. Dengan cepat Eunhyuk ke Sunny dan menutup mulutnya dengan tangannya.
“E... e.. tidak apa-apa kok ahjumma. Di luar jendela tiba-tiba ada tikus. Ja... jadi Sunny syok” jelas Eunhyuk dengan mencari alasan yang tepat. Ya pikirnya mungkin alasannya cocok deh.
“o.. oo.. kalau begitu, makan malam sudah siap. Kalian sudah boleh turun” kata ibu Sunny sebelum dia turun.
Sunny meludah tangan Eunhyuk yang dia gunakan untuk menutup mulutnya “baik mama!” kata Sunny. Karena tangan Eunhyuk diludahi Sunny dengan cepat di menuju wastafel kamar mandi. Terdengar suara air kluar dari kran. Kemudian mati karena sudah ditutupi nya. Kemudian di mengelap tangannya di handuk kecil yang tergantung di samping kaca wastafel.
Eunhyuk keluar dari kamar mandi dan mendapati Sunny sedang melotot nya. Not good, itu yang di pikir Eunhyuk. “Sun.. Sunny. Wow... chill girl. Kita sudah di panggil ibu mu” kata Eunhyuk berusaha melarikan diri dari angry Sunny. You don’t want mess around with angry Sunny, itu yang selalu di kata Eunhyuk ketika Sunny sedang marah. Bukan ngambek seperti tadi.
Sunny berlari ke Eunhyuk. Dengan cepat Eunhyuk juga lari menghindari Sunny. Ketika Sunny sudah mendekat ke Eunhyuk dengan cepat dia memukul Eunhyuk. Lari kesana kesini. Pukul disana disini.
Plak plak plak! Eunhyuk dengan susah payah mau menangkap tangan Sunny agar tidak memukulnya lagi “ya ya ya! Cu... cukup! Sakit ni! Woi!” kata Eunhyuk. Sunny tidak memerdulikan nya. Tetap saja memukul.
Dari luar terdengar teriak besar dari ibu Sunny “sunny! Eunhyuk! Ayo cepat turun! Nanti makanannya keburu dingin!”
Terdengar suara teriak mamanya, Sunny berhenti memukulnya. Eunhyuk merasa bersyukur karena Sunny akhirnya berhenti juga. dia menghembus semua luka yang dipukul Sunny. “awas. Aku belum puas ya! Selesai makan ku pukul kamu sepuas-puasnya!” kata angry Sunny.
Eunhyuk hanya menelan ludahnya. Benar-benar angry Sunny. Dia menggeleng-geleng kepalanya. Dia menaruh dua tangannya di dua bahu Sunny. “iya iya, aku tau. Tapi aku sekarang lapar. Kamu juga lapar. Makan dlu yaaa” Eunhyuk membuat muka manja. “kamu tidak usah makan!” Sunny melepas tangan Eunhyuk dan lari keluar dengan suara ketawa. Ya itu artinya Sunny lagi ajak lomba. Siapa terakhir sampai meja makan, dia tidak dapat makan.
Eunhyuk tau ajakan itu langsung lari keluar “kamu pikir kamu bisa menang dari ku ha?” kata Eunhyuk ketawa smbil mengejar Sunny. Sunny hanya ketawa-ketawa dan berlari secepatnya.
Sesampainya di bawah mereka masih kejar-kejaran. MKS sekali ya. Haha. Sampai ruang makan juga masih kejar-kejaran. Mereka kejar mengelilingin meja makan. Ibu Sunny sedang menyusun piring-piring, garpu-garpu yang pusing melihat mereka lari-lari terus akhirnya “STOPPP!” teriak ibu Sunny.
Sunny dengan cepat berhenti, Eunhyuk yang di belakangnya juga berhenti dan hampir saja menabrak Sunny yang tiba-tiba berhenti. “kalian ini, sudah anak SMP tapi masih seperti anak kecil kerjar-kejaran” ceramah Ibu Sunny.
Sunny duduk di salah satu kursi meja makan. “mama, walaupun kita sudah SMP. Bukan berarti kita sudah dewasa. Kita itu masih anak kecil. Kalau bisa selalu menjadi anak kecil. Jadi tidak usah dewasa mau kerja dan mencari duit” jelas Sunny. Dia sudah siap-siap mengambil satu kentang goreng. Tetapi duluan di pukul ibunya ketika dia mau ambil.
“Cuci tangan dulu baru makan” kata Ibu Sunny. “mama, anak mu ini sudah kelaparan. Baru tadi aku kan baru selesai mandi. Tanganku masih bersih dong” kata Sunny memelas sambil menunjukkan kedua tangannya yang bersih.
Ibu Sunny ketawa kecil, kemudian dia memukul kedua tangan Sunny. “oucch! Sakit mama!” protes Sunny sambil mengelus kedua tangannya yang terasa sakit. “tidak peduli. Pokoknya sebelum makan harus cuci tangan nyonya” kata ibu Sunny. “biasalah ahjumma. Sunny selalu anak perempuan yang jorok” ledek Eunhyuk. “enak saja! Kamu sendiri dari tadi belum mandi kan. Kamu bau keringat tau” ledek Sunny balik. “sudah. Cukup-cukup. Sekarang bisakah kita makan dengan tenang?” kata ibu Sunny “cuci tangan dulu!”
Sunny berdiri dari kursinya dan segera mencuci tangannya begitu juga dengan Eunhyuk. Setelah semua beres, mereka akhirnya makan juga. ketika makan ibu Sunny bertanya-tanya tentang bagaimana kegiatan mereka di sekolah. Akhirnya selesai makan. Sunny dan Eunhyuk membantu membereskan piring-piring. Mencucinya bersama. Selesai mencuci Sunny dan Eunhyuk menuju balik ke kamar Sunny.
~S U N N Y ‘ S RO O M
Sunny membuka pintunya masuk ke kamarnya di susul Eunhyuk, kemudian Eunhyuk menutup pintu kamar Sunny. Sunny menjatuhkan badannya di tempat tidur “kenyaanggg” kata Sunny sambil mengelus perutnya. “dasar congok” ejek Eunhyuk. Tetapi Sunny enggak memedulikannya. Sunny menutup matanya, dia merasa sangat capek hari ini.
Eunhyuk menuju ke pintu balkon Sunny. Dia membukanya. Di balkon kamar Sunny terdapat satu bangku panjang dan coffee table. Dia duduk disana menikmati pemandangan bintang yang tidak terhingga dan bulan purnama yang sangat indah. Terdengar langkah kaki di belakang Eunhyuk. Sunny memeluknya dari belakang “lagi pain?” tanya Sunny. Eunhyuk menarik tangan Sunny menyuruhnya duduk di sampingnya “duduk” Sunny hanya menurutinya.
“masih ingat yang tadi sore aku mau katakan sesuatu. Tapi kamu suruh aku nanti pulang rumah saja baru katakan?” tanya Eunhyuk. Sunny menangguk “iya. ada apa?” tanya Sunny. Eunhyuk menghela nafas. “Sunny. Bantu aku” kata Eunhyuk sambil memejam matanya. “mo... mwo?” tanya Sunny. Dia sangat bingung dengan kata-kata Eunhyuk. “ban... bantu aku mendekati Yuri!” kata Eunhyuk. akhirnya.
“mwo? Kamu suka Yuri?” tanya Sunny ke Eunhyuk. Eunhyuk menangguk-angguk kepala.
...
...
“HAHAHAHA!!! ADUH!!! HAHAHA! HYUK! KA...KAMU! HAHAHA!” ketawa Sunny meledak-ledak terdapat air berkumpul di kantong matanya karena terlalu banyak ketawa. Dia merasa lucu ketika Eunhyuk menyuruhnnya membantu mendekat Yuri karena dia menyukainya. “hey! Sudah jangan ketawa lagi dong” protes Eunhyuk, dia benar-benar merasa malu. Dia berpikir apakah ini ide yang benar menyuruh Sunny membantunya mendekati Yuri. “pft.. mi...mian” kata Sunny berusaha menghentikan tawanya. Dia menghapus mata airnya. Setelah beberapa menit akhirnya Sunny tenang juga “Yuri hm? Dia... perempuan yang manis” kata Sunny, terdapat nada sedih? Kecewa? Tatapannya juga jadi tidak bersemangat. “kita teman baik sama dia Yuri. Kita sudah dekat. Kenapa mau minta bantuan ku lagi?” tanya Sunny.
Ya kalian harus tau. Sunny dan Eunhyuk adalah teman dekat dari kecil dari lahir mungkin. Mereka ketemu Yuri ketika kelas smp1. Tidak ada yang mau dekat dengan Yuri karena istilah dia sombong dan dingin. Semua sangat susah berkomunikasi dengan Yuri. Kecuali Sunny dan Eunhyuk. sejak itu mereka jadi teman yang sangat dekat. Ps: sekarang kelas smp3
“tapi... aku merasa aku tidak dekat dengannya. Aaa, i’m screw!” kata Eunhyuk sambil mengacak rambutnya. “confess saja ke dia. Aku jamin Yuri pasti terima. Perempuan mana yang tidak menerima tembak mu. Ya, kecuali aku” kata Sunny. Eunhyuk merasa lebih semangat dengar dukungan Sunny. Sunny ya Sunny, selalu bisa memberi semangat ke orang. “kamu memang Sunny ya” kata Eunhyuk mengacak rambut Sunny. “henn... hentikan bodoh” kata Sunny, “rambutku jadi berantakan” dengan sibuk dia merapikan rambutnya.
“baiklah” Eunhyuk berdiri dari bangku “besok aku akan melakukan serangan ku!” kata Eunhyuk bersemangat. Sunny ikut berdiri dan tersenyum lebar “LEE EUNHYUK. YOU CAN DO IT. HWAITIINGGG!” teriak Sunny menyemangati Eunhyuk. “WOoo! AKU PASTI BISA!” teriak Eunhyuk. eunhyuk terus berteriak untuk membuat diri sendiri bersemangat dan enggak disadari nya Sunny terus menatap Eunhyuk dengan tatapan sedih.
Sepertinya kita tidak bisa selalu bersama ne.
Lucky for Yuri.
[to be continue]
No comments:
Post a Comment