by: vz
...
Donghae dan Sunny berjalan balik ke kelas mereka masing-masing dari taman. Mereka berjalan sebelahan dan Donghae menggandeng tangannya. Kelas Donghae lebih depan daripada kelas Sunny, tetapi Donghae berkata dia akan mengantar Sunny sampai kelasnya dulu. Dan tentunya Sunny tidak bisa menolaknya. Mereka bercanda terus, ketika mereka mau melewat kelas Donghae. terlihat seorang laki dengan rambutnya yang blonde, Eunhyuk. Donghae terus bercanda, Sunny yang duluan melihat Eunhyuk sudah berhenti jalan. Donghae berhenti bercanda, dia melihat ke arah Sunny, melihat Sunny menatap ke arah depan. Dia mengikuti arah mata Sunny. Eunhyuk terus menatap mereka dua. Eunhyuk juga melihat tangan Sunny yang digandeng Donghae. tau dimana mata Eunhyuk mengarah, Sunny menaruh satu tangannya lagi dan menggandeng lengan Donghae.
Sunny senyum ke arah Eunhyuk, “annyeong Hyuk. Ada apa?” sapa Sunny. Eunhyuk yang tadi menyandar tubuhnya di dinding berdiri tegak. “aku mencari Donghae” jawabnya. Sunny terdiam. Donghae tiba-tiba merasa aura yang aneh dan sangat canggung, dia mendehem. “mwo? Ada apa cari aku??” tanya Donghae, Eunhyuk tertawa kecil dia menjawab, “cuman mau berbincang-bincang saja. Tapi rupanya kamu sedang sama Sunny” Donghae hanya membulatkan mulutnya menanda ngerti. Sunny melepas gandengan tangannya, “oh? Kalau begitu aku duluan balik ke kelas” kata Sunny senyum ke arah hyuk dan hae. “a... Sunny, kamu juga ikut yuk. Sudah lama kita enggak bertiga” ajak Eunhyuk. Sunny menggeleng kepalanya, “iya sudah lama, tapi aku ada pr yang belum siap. Jadi kalian saja ya” nolak Sunny kemudian dia melambai kearah Donghae dan Eunhyuk meninggalkan mereka dan sendiri berjalan balik ke kelasnya.
Eunhyuk menatap Sunny terus sampai dia menghilang. Donghae berdehem lagi, “mau kemana?” tanyanya. Eunhyuk baru sadar dari melamunnya, “kita ke lapangan indoor basket saja” jawabnya.
Perjalanan ke lapangan indoor basket sangat diam. Masing-masing sibuk dengan pikiran sendiri. “kamu tambah dekat dengan Sunny” kata Eunhyuk. “dia sudah kehilangan kamu. Sekarang yang dia ada cuman aku. Ya pasti la. Kamu tuh udah sibuk dengan Yuri” jawab Donghae datar. Eunhyuk diam dengar jawaban Donghae, benar juga. Donghae benar, dia sudah jarang dengan Sunny karena Yuri. Tetapi kapanpun ketika dia mau berdua dengan Sunny atau mengajaknya. Sunny pasti menolak, menghindar, dengan berbagai alasan. Seperti tadi.
Sampai di depan lapangan indoor, Donghae membuka pintu dan masuk, disusul Eunhyuk. di samping terdapat satu keranjang penuh dengan bola basket. Donghae menggambil satu dan mendribblenya. Kemudian dia mempassing ke Eunhyuk. eunhyuk menangkapnya.
Eunhyuk menatap bola yang di tangannya, “Sunny...” --- “... dia seperti menghindari ku” katanya, bolanya dipassing ke Donghae, Donghae menangkapnya. Donghae hanya diam, kemudian dia melemparnya ke ring. sayangnya tidak masuk. Dia mengambil satu bola lagi dan mendribblenya. Dia tidak menghiraukan kata-kata Eunhyuk. “aku ada buat salah kepadanya?” tanya Eunhyuk kepada diri sendiri. Donghae merasa geram, dia melempar bola basket itu entah ke arah mana dengan kasar. Bola basket tersebut membuat suara pantulan yang keras. Eunhyuk terkejut, “kamu kenapa?!” teriak Eunhyuk. Donghae ke arah Eunhyuk dan menarik kerah baju Eunhyuk, “DIA JADI BEGITU KAN KARENA KAMU. DASAR MONYET BODOH! KENAPA KAMU TIDAK PEKA SIH?! SUNNY MENYUKAI MU! SADAR LA MONYET BODOH! YAA!” bentak Donghae. eunhyuk mematung mendegarnya, Donghae mencoba menahan diri untuk tidak meninju muka Eunhyuk. donghae mengontrol nafasnya yang buru, kemudian dengan pelan dia melepas cengkramannya. Donghae membuang muka, “Sunny juga baru sadar rasa sukanya ketika rupanya tau-tau kamu suka Yuri. Sunny tidak bisa mencegahmu karena tau seberapa sayangnya kamu kepada Yuri. Dia terpaksa memotong rambutnya untuk melupakanmu, itu obat semua perempuan kalau sudah patah hati. Tapi dia juga tidak bisa melupakanmu. Dia jadi lemah, setiap saat kalau kamu baik kepadanya atau sedang dengan Yuri dia akan nangis dan mencari ku. Makanya dia menghindarimu, tapi sebenarnya dia tau tambah menghindarimu dia tambah merindukanmu” jelas Donghae panjang lebar dengan suara yang sangat pelan dan kecil.
...
Diam sejenak, kemudian tiba-tiba terdengar suara tawa. “hahahaha” Donghae menatap ke Eunhyuk, “hahahaha, tidak mungkin, kita sering berantem, kita tidak cocok, dia... Sunny... tidak mung...kin menyukai... ku” Eunhyuk mengucapnya dari ketawa kemudian berbicara dari suara normal kemudian kecil. Eunhyuk menutup matanya, dia tiba-tiba merasa pening. Dia memijit pelipisnya dengan tangannya. Donghae mengerut dahinya , kemudian dia meninggalkan Eunhyuk, sebelum dia keluar dari lapangan, “suka ati kamu mau percaya atau tidak. Karena Sunny menghindarimu, kamu juga lebih baik menghindari Sunny kalau kamu tidak mau Sunny menangis lagi” kata Donghae kemudian dia keluar dari lapangan.
...
Donghae menutup pintu lapangan dengan pelan. Ketika dia mau berjalan ke depan, dia ketemu dengan Yuri, Yuri sedang menatapnya. “kamu dengar?” tanya Donghae. Yuri mengibas rambutnya, “bagaimana enggak. Gitu besar” jawabnya. “begitu ya” kata Donghae singkat, “kamu tenang saja. Eunhyuk tidak akan meninggalkan mu” sambungnya. Setelah itu Donghae pergi meninggalkan Yuri, sebelum Donghae berjalan jauh, Yuri membalik badannya, “Eunhyuk menyukai Sunny” kata Yuri tenang. Donghae berhenti, dia terkejut mendengar kata-kata Yuri. Donghae membalik badan menatap Yuri, dia mengerutkan dahinya, “apa-apaan” kata Donghae. Yuri senyum ke Donghae, “kita bahas ini selesai sekolah. Ketemuan di cafe la de italia rome” kata Yuri. “bagaimana dengan Eunhyuk dan Sunny?” tanya Donghae. “aku akan menyuruh Eunhyuk temani Sunny. Tenang saja. Dan jangan kasih tau Hyuk dan Sunny tentang ni” jawab Yuri. Kemudian meninggalkan Donghae yang masih berdiri membengong.
...
...
Semenjak kata-kata Donghae yang tadi di lapangan, Eunhyuk akhirnya menjauh juga dari Sunny. Sunny pon tidak ambil pusing. Setiap Eunhyuk ke kelas Yuri yang sama dengan Sunny. Eunhyuk tidak akan memedulikannya, begitu juga Sunny.
Waktu berjalan terus akhirnya jam menunjukkan pukul 2.30. Eunhyuk dan Donghae berjalan ke kelas Yuri dan Sunny. Ketika mereka bertemu, mereka tidak berbicara malahan membuang muka. Saat Donghae sudah di depan pintu dia hendak membukanya, tetapi orang yang didalam duluan buka dan terdengar geseran. Dan rupanya itu adalah Sunny. “e? Donghae” kata Sunny menatap Donghae. Donghae senyum ke Sunny, kemudian dia ketemu Yuri yang sedang berdiri di belakang Sunny. Yuri sadar kalau Donghae sedang menatapnya, Yuri menangguk kepalanya kecil dan tersenyuk, dan dibalas Donghae juga. kemudian Yuri ke Eunhyuk.
Sunny menggandeng lengan Donghae dan mengajaknya pergi, “yuk Hae! Kita pulang sekarang” kata Sunny. Donghae menghentikan langkahnya, “mian Sunny. Aku... hari ini ada perlu” kata Donghae dengan nada merasa bersalah sedikit. Sunny menatap Donghae dengan bingung, “ada apa?” Donghae sama sekali tidak tau mau jawab apa. Dia sudah berjanji tidak akan berkata kepada siapa-siapa. “Hae?” tanya Sunny lagi karena bingung kenapa Donghae tidak menjawabnya. Kemudian mereka dua terdengar percakapan Hyuk dan Yuri.
“Eunhyuk. kamu tidak usah mengantar ku pulang hari ini. Aku perlu pergi ke tempat lain” kata Yuri. Eunhyuk membelai kepala yuri, “mau kemana? Ku antar” tawar Eunhyuk. Yuri menggeleng kepalanya, “aku sudah ada tumpangan” jawab Yuri, Eunhyuk hendak menanya tapi dipotong Yuri “dan jangan menanya itu siapa” kata Yuri sambil tersenyum. “baiklah. Tapi jangan pulang terlalu malam” kata Eunhyuk kemudian dia mencium pipi Yuri singkat dan meninggalkannya. Sebelum Eunhyuk berjalan jauh, “Hyuk! Donghae hari ini juga ada perlu. Dan Sunny perlu pulang sendirian, tidak bagus dong. Kalian pulang bareng saja. Lagipula, sudah lama sekali kan kalian sudah enggak bersama” kata Yuri dengan muka innocent.
Eunhyuk menatap Yuri dan Sunny bergantian. Sunny terus menatap Eunhyuk dengan pandangan yang sulit diartikan. Kemudian Eunhyuk akhirnya menatap Sunny. Mereka berdua saling bertatapan, “itu kalau Sunny mau” jawab Eunhyuk. “a.. a... ta... aku..” jawab Sunny tergagap. Donghae menarik Sunny dan berjalan mendekat ke Eunhyuk. kemudian Donghae memberi Sunny ke Eunhyuk, “kamu tau Sunny takut pulang sendirian. Lagipula aku ada perlu, tidak bisa mengantarnya. Yuri juga lagi ada perlu jadi kamu tidak usah mengantarnya. Hari ini gantiin aku bisa kan?” tanya Donghae. Sunny hendak menolak, tapi tiba-tiba saja Eunhyuk merangkulnya, Eunhyuk senyum ke arah Sunny “tentu saja. Princess manja ini pulang sendirian, nanti di culik kemudian di marah ahjumma gimana dong?” canda Eunhyuk dengan senyum yang sedikit paksaan. Donghae menatap Eunhyuk tajam, tapi tidak dipeduli Eunhyuk.
“aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa pulang sendiri” nolak Sunny, dia juga berusaha melepaskan rangkulan Eunhyuk. tapi Eunhyuk malah mengeratnya, jadi Sunny dengan pasrah membiarkannya. “kalau begitu, kita pulang dulu. Annyeong” pamit Eunhyuk dan masih merangkul Sunny berjalan ke tempat parkiran khusus sepeda.
...
Yuri dan Donghae terus menatap Sunny dan Eunhyuk dan akhirnya mereka berdua sudah tidak ada. “kita pergi sekarang yuk, laper ni, aku belum makan” kata Yuri. Donghae menghela nafas, “baik baik. Dasar” kata Donghae. kemudian mereka berdua menuju ke parkiran mobil.
...
Sunny dan Eunhyuk akhirnya sampai di parkiran sepeda. Semua murid yang nampak mereka berdua berbisik-bisik. Sepertinya besok harinya akan terjadi gossip yang tidak-tidak. Eunhyuk sudah menaikki sepedanya, kemudian dia menunjuk di belakangnya, “ayo naik” suruh Eunhyuk. Sunny mau tidak mau menuruti. Setelah duduk, Sunny hanya diam. Tetapi Eunhyuk belum juga jalan. Bingung, Sunny akhirnya menanya, “ayo jalan dong. Kenapa lagi?”, “kamu itu. Pegangan dong, nanti jatuh gimana?” kata Eunhyuk kemudian dia mengambil kedua tangan Sunny dan melingkari dia pinggangnya. “ti... tidak usah” nolak Sunny. “kamu itu, jadi suka menolak ya. Aku tidak suka tau” ketus Eunhyuk. “suka aku dong mau atau enggak! Kamu tidak usah mengatur ku.” Kata Sunny dengan suara dibesarnya dikit. Kemudian Sunny menarik tangannya dan melipatnya di depan dada. Dia mengembungkan pipinya. Eunhyuk yang melihatnya tertawa kecil. “baiklah, suka hati mu my lady” kata Eunhyuk. terdapat semburat berwarna merah kecil di pipi Sunny, dia tidak percaya kalau Eunhyuk bakal memanggilnya seperti itu lagi. Sudah begitu lama Sunny tidak mendengar panggilan itu. Dia merasa... senang.
Eunhyuk akhirnya mendayung pergi sepedanya dengan membonceng Sunny di belakangnya dari gerbang sekolah. Pertama Eunhyuk mendayung pelan dan santai. Sunny tidak berpegangan ke Eunhyuk, dia hanya menikmati angin-angin. Kemudian Eunhyuk tersenyum jahil dan tentu saja tidak bisa dilihat Sunny. Dari dayungan yang pelan tiba-tiba Eunhyuk mendayungnya dengan cepat. Dan tentu saja Sunny terkejut, dengan refleks dia memeluk Eunhyuk, “HYUKKK! APA YANG KAMU LAKUKAN!!! PELAN DONG!” teriak Sunny. Tapi Eunhyuk tidak memerdulikannya, dia terus mendayung dan tersenyum-senyum menuju ke rumah Sunny.
[to be continue]
No comments:
Post a Comment