by: admin vz
enjoy~ ^^
...
Orang-orang, mobil-motor berlalu lalang di jalanan. Kota yang sibuk. Hari sudah sore, mungkin saja semua sudah siap bekerja dan menuju pulang rumah beristirahat. Pelajar, pekerja, dsb. Tapi ada dua belajar yang sekolahnya sudah berakhir dari jam-jam yang lalu. Tapi belum juga beranjak pulang ke rumah masing-masing.
Donghae, pemuda itu meminum kopinya, menopang dagu menatap perempuan yang didepannya. “hey”, “ya?” jawab Yuri, dia dengan lahap memakan spaghetti seafoodnya yang ada di depan matanya. “kamu kesini bukan buat aku bokek kan?” jawab Donghae kesal. Yuri berhenti makan dan menatap Donghae, “kalau kamu lapar, ya pesan dong” ucap Yuri.
Donghae mencibir, dikeluarkan dompetnya dan melihat isi. “aku lupa minta uang sama aboeji tadi pagi” kata batin Donghae. “bukannya kesini untuk bahas Sunny sama Eunhyuk?” tanya Donghae. Yuri kembali melahap spaghettinya, “tapi aku lapar. Ya makan dulu dong” jawabnya enteng.
...
Sunny berdiri sempoyong, kepalanya pusing, merasa mau muntah. Rambutnya yang super pendek kacau benar. Tubuhnya bergetar karena ketakutan. “a...ahahah” ketawa Eunhyuk tanpa humor, “ka...kamu tidak apa-apa? Sun... Sunny?” tanyanya hati-hati. Sudah disiapnya sebuah kepalan, bugh! “apanya tidak apa-apa! Dasar monyet bodoh!” teriaknya.
Eunhyuk meringis memegang kepalanya yang sakit. “mianhaeyo!” ucapnya. Sunny tidak peduli, dia membalik badannya. Sebelum jalan Eunhyuk menahannya, memegang pergelangan tangan Sunny. “ada yang mau kutanya” ucap Eunhyuk serius. Sunny menghela nafas, “aku capek, mau—“ “jangan lari pabo” potong Eunhyuk. Sunny membalik badannya, melipat tangannya di atas dada, “mwo a?” tanya Sunny. “wae?” tanya Eunhyuk, membuat Sunny bingung. “wae yo Sunny? Wae?” tanya Eunhyuk berulang-ulang. Sunny mendecak, “mwo a Eunhyuk?!” teriak Sunny. “kamu menghindariku” jawab Eunhyuk. menatap Sunny dengan tatapan kosong. Sunny tiba-tiba merasa bersalah, sakit. Sunny tertawa aneh, “jangan asal bilang. Untuk apa aku menghindarimu” jawab Sunny mencoba menyembunyikan yang sebenarnya. “untuk apa kamu bohong lagi Sunny” ucap Eunhyuk menahan emosi.
“baiklah” Eunhyuk melebar matanya. “kalau itu pikiranmu. Yasudah, aku memang menghindarimu, jadi dari sekarang jangan pernah mendekat ku lagi Hyuk” kata Sunny. Dia segera berjalan meninggal Eunhyuk.
Tapi dari belakang Eunhyuk memeluk Sunny. “beri aku alasan kenapa kamu menghindariku, dan kenapa aku harus menghindarimu” pancing Eunhyuk. dia mau tau sebenarnya dari mulut Sunny sendiri. Dia masih belum bisa percaya apa yang dibilang Donghae tadi di lapangan indoor basket.
...
Yuri menopang dagu. Akhirnya dia menyelesaikan makannya.
“aku sengaja pacaran dengan Eunhyuk agar membuat dia dan Sunny sadar. Seharusnya semua sudah tau, kalau mereka saling menyukai. Tapi karena mereka dua belum ‘dewasa’ makanya begini. Dan akhirnya mereka sudah ‘dewasa’ bukan. Thanks to me, Sunny menjadi sadar dan dia sekarang tersiksa setiap kali melihat kedekatan dan kemesraan ku dengan Eunhyuk. thanks to Sunny dan kamu, Eunhyuk akhirnya sedikit sadar walaupun dia belum jujur” jelas Yuri panjang dan lebar.
Donghae mengerjap-ngerjap matanya. Tidak disangkanya Yuri akan berbuat dan berpikir begitu jauh. “jadi—“ Yuri mengedip sebelah matanya, “tenang saja. Mereka pasti akan bersama. Eunhyuk pasti akan memutuskanku dan akan bersama Sunny” kata Yuri penuh percaya diri.
Donghae tertawa kecil. “darimana kalau katamu itu akan pasti?” tanya Donghae. “apa yang kukatakan tentang mereka pasti akan terjadi. Yang kita perlu sekarang—“ “hanya waktu” sambung Donghae. Yuri tersenyum manis, “pikiran kita sama ya” kata Yuri.
Donghae menyeruput kopinya. “sekarang Sunny dan Eunhyuk ngapain ya?” tanya Donghae pada diri sendiri. “mungkin lagi berantem” jawab Yuri. Donghae tersedak.
“ohok ohok” “minumnya yang pelan dong. Minum kopi masa bisa tersedak” kata Yuri. “berantem?” tanya Donghae setelah tidak batuk lagi. Yuri mengedik bahunya.
...
Sunny mendorong Eunhyuk. lagi-lagi Sunny membuat mata Eunhyuk melebar. Hidung yang merah, mata yang sembab, mata yang menyakitkan. “johahae! Senang kamu!” teriak Sunny. “jadi benar ya” kata Eunhyuk pelan, pelan sekali sampai Sunny pun tidak mendengarnya. Eunhyuk mengepal tangannya.
“arasou. Semoga kamu menemukan laki yang cocok denganmu Sunny” kata Eunhyuk terakhir kalinya. Eunhyuk segera menuju rumahnya, tidak berpaling kebelakang untuk melihat Sunny.
melihat Sunny terakhir kalinya.
Sunny menutup mulutnya sendiri dengan tangannya. Dia pengen sekali teriak, tapi tidak bisa, air matanya terus mengalir tidak mau berhenti. Benaknya dipenuhi memori-memori ketika dengan Eunhyuk.
Berakhir sudah persahabatan mereka yang sudah dijaga bertahun-tahun.
Bibir Sunny terus bergerak seperti mengatakan sesuatu, tapi tidak mengeluarkan suara.
Hyuk-ya. Hyuk. Johahae. Saranghae. Jangan tinggalkan aku Hyuk-ya.
...
“ya begitu lah” cerita Sunny. Disini sekarang tempat favorit dan tempat terpahit bagi Sunny. Taman belakang sekolah. Sunny dan Donghae duduk bersebelahan. Sunny berdiri dari tempat duduknya. “berakhir sudah semuanya” kata Sunny lirih.
“gimana sekarang kamu Sunny?” tanya Donghae khawatir. Sunny tersenyum kecil, “lega sudah memberitau nya. Tapi masih sakit karena akhirnya hubungan kita berakhir” jawab Sunny. “eotteokhaji?” tanya Sunny hilang akal. Sunny terisak. Bahunya bergetar.
Donghae menghela nafas, “kamu benar Yuri” kata Donghae menatap langit, apa yang dikata Yuri kemarin benar. Donghae bangkit dan memeluk Sunny. “sshhh” Donghae menepuk-nepuk kepala Sunny lembut. Berusaha menenangkannya.
...
“Eunhyuk!” teriak Yuri. Membuat Eunhyuk kembali ke kenyataan dari dunia lamunannya. “kamu gapapa?” tanya Yuri khawatir. Tangan Yuri menuju memegang dahi Eunhyuk. “tidak panas. Tapi mukamu cacat sekali. Dimana yang enggak enak?” tanya Yuri lagi.
Eunhyuk menatap mata Yuri. Mata yang menemukan pancaran khawatir terhadapnya. Seharusnya dia senang, tetapi, kenapa dia berharap kalau yang dihadapannya ini bukan Yuri? Otaknya terasa kacau.
Eunhyuk menjatuhkan kepalanya di bahu Yuri, menjadi sandaran. Kalau biasanya, seharusnya Yuri menjadi Eunhyuk, dan Eunhyuk menjadi Sunny. Tempat bahu Eunhyuk yang menjadi sandaran dan bantal kesukaan Sunny. Eunhyuk menghela nafas lelah, “Yuri-a, saranghaeyo” ucap Eunhyuk.
“kamu ada masalah?” tanya Yuri, “kamu bisa bercerita kalau mau” tawar Yuri. “semua berakhir” gumam Eunhyuk. “aku tidak mengerti Eunhyuk” jawab Yuri, alis matanya bertaut berusaha mengerti apa yang dikata Eunhyuk.
“persahabatan dengan Sunny sudah hancur” ucap Eunhyuk lebih jelas. “kamu sedih” seharusnya Yuri bertanya, tapi sepertinya tidak usah lagi karena jawabannya sudah jelas kalau Eunhyuk akan sedih. “terpaksa. Kamu tau Yuri?” Eunhyuk menggantung kalimatnya, dia menutup matanya,
“Sunny menyukaiku. Dan selama ini aku tidak menyadarinya. Jadi agar perasaan Sunny menghilang. Aku terpaksa menghindarinya, mengakhiri persahabatan kita” jelas Eunhyuk. hatinya terasa sakit.
Kemarin setelah pulang dari rumah Sunny, air matanya dengan sendiri mengalir begitu saja. Seorang laki menangis, menyedihkan. Eunhyuk menatap bingkai foto yang disana berdiri dia dengan Sunny dengan akrab, tersenyum lebar menampakan daratan gigi-gigi. Dia merasa begitu bersalah sudah mengakhiri hubungan mereka.
Eunhyuk merasakan tangan Yuri yang lembut mengelus belakangnya agar tenang. “semuanya akan baik-baik saja” kata Yuri berusaha menengkan Eunhyuk yang terlihat rapuh.
...
Teng... Teng... Teng...
Sunny dan Donghae baru saja keluar dari gedung sekolah. Muka Sunny tetap saja terlihat murung. Dan itu selalu saja membuat Donghae super khawatir. Donghae merogoh sakunya, “ah!” seru Donghae tiba-tiba. Sunny yang terkejut menoleh Donghae, “mwo?” tanya Sunny. “kunci mobilku ketinggalan dilaci!” kata Donghae panik. “Sunny-a, kamu tunggu didepan gerbang ya. Aku segera mengambil kunciku dan nanti aku bawa mobilku kesana, ok?” usul Donghae. Sunny mengangguk kepalanya. Detik kemudian Donghae sudah balik kegedung sekolah.
Sunny berjalan pelan ke depan gerbang. Dia berjalan sambil menundduk kepalanya. Sesekali dia tertabrak seseorang kemudian menggumamkan maaf.
Sesampainya di depan gerbang, Sunny menyandar tubuhnya di dinding gerbang. Matanya menatap kedepan. Melihat mobil yang berlalu-lalang. “Kei!” teriak seorang bocah. Sunny melihat kearah dimana bocah itu melihat. Mata bocah itu terlihat takut, dan khawatir. “Kei!” teriaknya lagi.
Sunny menatap ke jalanan aspal. Seekor anjing puddle dengan paniknya mau berjalan ke bocah itu, majikannya? Rupanya tali anjing itu ternempel di sebuah permen karet yang dibuang seseorang sembarangan. Bocah itu dengan gegabah berjalan ke aspal mau menolong anjingnya itu.
Sunny menoleh ke arah sebuah truk yang berbunyi sebuah klakson yang besar. Sunny kembali melihat bocah dan anjing itu, setelah bocah itu berhasil melepaskan anjing itu bukannya langsung pergi. Tapi malah senang ketika anjingnya menjilatnya.
Klakson truk itu berbunyi berulang-ulang lagi. “Yong Jin!” teriak seorang ibu, “itu ibu bocah itu? Dasar bodoh!teriak kamu pikir anakmu akan selamat!” kata batin Sunny emosi. Segera berlari meluncur ke aspal. Untung saja anak dan anjingnya kecil jadi bisa di gendong langsung.
Lagi-lagi terdengar suara klakson itu. Sunny menoleh ke samping, truk itu sudah sangat dekat. Refleks didorongnya anak dan anjing itu.
Tiiiittt!!!!
Berikutnya, yang tau, Sunny terbaring di aspal tidak berdaya, matanya setengah terbuka lama-lama menutup. “gelap” gumam Sunny akhirnya matanya tutup. Darah dimana-mana, semua berteriak histeris. Truk pun terbalik, bocah, anjing dan ibunya itu selamat.
...
“moga-moga Sunny tidak menunggu lama” kata Donghae pada diri sendiri sambil memain kuncinya melempar-lempar. “TOLONGGGG! ADA YANG KECELAKAAN!!! KYAAAA!!!” teriak seseorang histeris. Donghae terdiam, “ayo kita pergi lihat!” kata seorang murid. Donghae menarik lengannya, “siapa kecelakaan?” tanya Donghae galak. “ka...kami tidak tau. Tapi sepertinya murid sekolah ini...” jawab murid itu tergagap-gagap karena takut. Sunny!
Donghae segera berlari ke depan gerbang. Matanya melebar, badannya bergetar hebat, dengan pelan dia berjalan ke arah tubuh yang berbaring tidak berdaya itu. “Sun...Sunny...” Donghae berlutut di depan Sunny, dia pegang kepala Sunny yang penuh darah. “cepat panggil ambulans!!! Cepat!!!” teriak Donghae histeris. “Sunny-ya! Sunny-ya! Jawab aku! Kamu akan tidak apa-apa! Mengerti!” teriak Donghae panik, “ambulansnya mana?!” tanya Donghae dengan teriakan kepada seseorang. “10menit lagi ambulans akan datang” jawab seorang pemuda.
Mata Donghae sudah basah, dipeluknya Sunny. “Sunny-ya” bisik Donghae memanggil Sunny. Dia menggelamkan Sunny dipelukannya. Tidak peduli seragamnya yang penuh darah Sunny.
...
“cepetan! Katanya Sunny tertabrak truk!” teriak seorang murid. Eunhyuk yang mendengar langsung berdiri dari tempat duduknya. “Sunny?!” kata Eunhyuk dan Yuri bersamaan. Mereka berhadapan. Dengan cepat mereka juga menyusul orang lain yang berlarian menuju tempat kecelakaan.
Sunny-ya! Kamu harus selamat! Kamu pasti tidak apa-apa! Sunny! Sunny! Sunny!
[to be continue]
No comments:
Post a Comment