Friday, January 27, 2012

I'll Always Be At Your Side, chp:8

by: vz


...

Seorang gadis sedang seperti duduk bosan di tempat duduknya. Dia menyilang kakinya. Dua earphone tersumbat di kedua telinganya, dia menutup matanya dan menggoyang-goyang kepalanya pelan dengan rimit lagu yang sedang didengarnya. Dulu, rambut gadis ini warna coklat panjang yang sangat lembut dan terlihat bersinar. Sekarang, rambutnya menjadi boyish bob style, diwarnai rambutnya jadi blonde with black highlight. Rambutnya yang dulu yang membuatnya lucu sampai di panggil aegyeo princess. Sekarang tidak ada bedanya, tapi juga terlihat sisi seksi dan bad girl. Semua yang melihatnya tidak bisa melepaskan mata mereka darinya.

...

...

Pintu kelas digeser, ada dua orang yang disebut couple sedang bergandengan tangan. Laki itu tersenyum dan menyapa semua yang sudah di kelas. Laki yang mempunyai senyuman yang bersinar, berbadan sixpack, tegap, dan rambutnya yang di warnai blonde membuat semua perempuan meleleh. Dan disampingnya seorang gadis dengan senyum lembut, rambut hitam yang berkilau dan lembut sangat lurus. Mereka dua berjalan ke tempat duduk gadis itu. Sayangnya, pacar gadis itu tidak berada di sama kelas dengannya.
Setelah gadis itu duduk, pacarnya menoleh ke kiri, dia melihat gadis yang sedang dengar lagu itu menutup mata. seperti tidak menyadari kehadiran mereka. pacar gadis itu melihat ke arah gadis itu. Dan dia mengedipkan matanya ke gadis itu, gadis itu hanya tersenyum. Pacarnya mau mengejutkan gadis yang sedang dengar lagu itu. Belum sampai, gadis yang sedang dengar lagu itu berkata, “don’t even think about it, Eunhyuk.” pacar gadis itu yang bernama Eunhyuk, hanya menatap gadis yang dengar lagu itu dengan datar dan berkata “ku pikir kamu enggak menyadari kita, Sunny

Gadis yang dengar lagu itu bernama Sunny membuka matanya dan menatap laki yang di sebelahnya dengan datar dan berkata, “sapaan mu gitu besar bagaimana aku enggak menyadari. Bukannya sudah ku bilang, kamu enggak bisa mengejutkan ku” Eunhyuk melipat kedua tangannya di bawah dada, “kamu bosan. Kamu enggak manis. Senyum dong. Seperti biasa. Kamu akhir-akhir ini kenapa si?” kata Eunhyuk kesal.
Sunny menatap Eunhyuk datar –lagi-, “aku... lagi ga mood tersenyum saja kok. Aku mau senyum atau enggak suka-suka aku dong” katanya. “kamu berubah Sunny. Kamu jadi jarang tersenyum kamu tau?” kata Eunhyuk “dan rambutmu kenapa dipotong dan dicat begini?” sambungnya dan dia mengangkat tangannya menaruhnya di kepala Sunny dan mengambil beberapa helai, merasa lembutnya rambut Sunny, kemudian dia mengelusnya lembut. 

Jangan! Jangan pegang aku hyuk! Aku enggak mau dipegang kamu. Lepaskan! Jangan peduli dengan ku lagi! Please!  Jerit Sunny dihati. 

Sunny mengambil tangan Eunhyuk, membuat tangan Eunhyuk jauh dari kepalanya. Pacar Eunhyuk yang dari tadi diam, berdiri dari kursinya, “apa yang dikatakan Eunhyuk benar. Rambutmu yang dulu lebih bagus daripada yang sekarang. Kenapa kamu mengecat dan memotong rambut mu begini?” katanya. “lihat. Yuri saja setuju” kata Eunhyuk. bingo, pacar Eunhyuk adalah Yuri. Seharusnya udah tau ya. 

Sunny memegang ujung rambutnya dan menatap rambutnya berkata, “tidak bagus ya rambutku sekarang? Tapi aku menyukainya kok. Lihat, semua fanboy ku dan teman-teman lain bilang bagus”. “itu juga kata mama mu dan Donghae?” tanya Yuri. Sunny menatap Yuri dan tersenyum manis dan mengangguk. Eunhyuk menatap Sunny kesal, “senyum ke Yuri mau. Ke aku enggak mau” ketus Eunhyuk. Sunny yang tersenyum membuat mukanya jadi datar lagi, “suka-suka aku dong” katanya kemudian meninggalkan Eunhyuk dan Yuri dia keluar dari kelas. Eunhyuk hanya menghela nafas frustasi, Sunny menjadi dingin dengannya semenjak mereka sudah naik kelas SMA1. Yuri mengelus-ngelus punggung Eunhyuk menyuruhnya sabar. Ps. Sekarang udah kelas SMA2

...

Sunny menyeret kakinya entah mau menuju kemana. Kemudian Sunny kepikiran ‘dia’. Dengan cepat Sunny berlari kekelas ‘dia’. Sesampainya di depan pintu kelasnya. Dia menggeser pintu geser. Dia melihat mengeliling kelas itu. Semua laki yang nampak Sunny bersiul. Tapi tidak dipeduli Sunny. Cari. Cari. Ketemu. Dia berjalan ke arah ‘dia’ yang sedang melipat tangannya di atas meja dan menunduk kepalanya. ‘dia’ sama sekali enggak tau seseorang menuju kearahnya. Sunny mendekat mulutnya ke telinganya, “Donghae, bangun dong. Temani aku yuk” bisik Sunny. Laki itu yang bernama Donghae, mengangkat kepalanya menatap Sunny. Dia tersenyum. “ya? Ada apa my lady?” tanya Donghae. Sunny menarik tangan Donghae dia enggak peduli pertanyaan Donghae. Donghae menghela nafas dan mengikuti Sunny juga akhirnya. Sunny menarik Donghae ke taman belakang sekolah. Tempat ter-favoritnya. Dan juga tempat yang dimana Eunhyuk dan Yuri akhirnya jadian. 

Sunny dan Donghae duduk di bangku taman yang panjang. Donghae merangkul Sunny, “Eunhyuk?” tebaknya. 

Sekarang Sunny sudah enggak gitu dekat lagi dengan Eunhyuk. berbicara saja sudah jarang. Eunhyuk sudah tidak pernah ke rumah Sunny lagi, kalau ada paling hanya ada perlunya. Sunny sangat merindukan Eunhyuk yang dulu, yang selalu waktunya khusus untuk Sunny. Tapi sekarang enggak bisa, Sunny tidak boleh egois. Sekarang Eunhyuk mempunyai Yuri. Mau tidak mau, waktu khususnya cuman diberikan Yuri. Perasaan suka Sunny ke Eunhyuk sudah lama, tapi belum padam. Bukan Eunhyuk yang menjauh Sunny, tapi sebaliknya. Sunny tidak bisa dekat dengan Eunhyuk. kalau iya, ketika muncul Yuri. Eunhyuk seperti melupakan dirinya kadang juga tidak. Tapi Sunny selalu merasa sedih dan sangat sakit ketika melihat mesranya mereka. Dia juga jadi jarang tersenyum. Senyumannya sekarang hanya khusus mamanya dan Donghae. kadang untuk menjadi anak yang sopan, jika perlu tersenyum dia tersenyum. 

“aku sama sekali enggak senyum ke dia. Dia kelihatan kesal. Dia bilang aku berubah. Dia tidak suka rambutku yang sekarang. Dia memegangnya, lembut sangat lembut. Ketika dia memegang ku, aku merasa pusing, jantungnya berdetak cepat, aku bergetar. Sudah 1stengah tahun Donghae. kenapa aku belum bisa melupakannya?!” teriak Sunny. Sunny mengatur nafasnya yang memburu. Dia menutup mata dan mukanya dengan kedua tangannya. Matanya terasa panas, tangisannya yang dari tadi ditahan akhirnya menetes. Lagi-lagi nangis di pikir Sunny. 

Sunny yang dulu gadis yang kuat yang ceria, tidak pernah mau nangis. Menjadi lemah karena seorang laki yang sangat dicintainya. Dia benci betapa lemahnya dia sekarang. Dikit-dikit melihat Eunhyuk yang bersikap manis, baik, dan lembut dia akan nangis. Kenapa? Dia juga enggak tau, dan melihat Eunhyuk dan Yuri juga begitu. Dia juga akan menangis. Dia lemah, lemah sekali sekarang. Dan dia benci itu. Dia mau menjadi gadis yang kuat lagi, tapi tidak bisa. Tidak bisa sebelum perasaannya ke Eunhyuk mati atau Eunhyuk menjadinya. Eunhyuk menjadinya? Tidak mungkin. Mungkin aja, di mimpi!

Donghae menatap Sunny sedih, kasihan Sunny. Selalu saja begini. Donghae yang merangkul Sunny yang sedang menangis menjadi memeluknya. Membiarkan Sunny nangis sepuas-puasnya di dadanya, tidak dipedulikan seragamnya yang basah. “ssh... ssh... aku disini Sunny, aku akan disamping mu selamanya” kata Donghae menenangkan Sunny dengan menepuk-nepuk pelan kepala Sunny. Sunny menghentikan nangisnya, “a...aku hiks sudah capek me... hiks menangis” kata Sunny mengangkat kepalanya dari dada Donghae. “aku akan menjadi kuat seperti biasa” kata Sunny sambil menghapus bekas tangisnya dengan tangannya. “dan kembalilah jadi Sunny yang ceria seperti dulu?” tanya Donghae. Sunny menatap Donghae diam, Sunny tersenyum “tidak mungkin” katanya pelan. Sunny berdiri dari tempat duduknya, Donghae mengikutinya dan berdiri di depan Sunny.

Donghae menghapus air mata Sunny yang tersisa, “cara melupakan Eunhyuk.....” diberinya jeda “carilah lelaki lain, cobalah mencintainya dan jangan terus melihat Eunhyuk. kamu pasti bisa melupakannya” kata Donghae menasehati Sunny. Sunny menatap Donghae, “teman lelaki yang aku dekat cuman kamu Donghae. dan kamu tau aku tidak bisa jadian dengan mu” kata Sunny. Donghae tersenyum jahil, dia mendekatkan dirinya dengan Sunny, memperkecil jarak mereka. Hidungnya dan hidung Sunny bersentuhan, dengan suara yang dibuat sexy, “kenapa enggak bisa jadian dengan ku? Yang boleh pegang kamu aku dan Eunhyuk. kita berdua dulu membuat janji tidak akan membiarkan laki lain memegang mu selain kita. tapi Eunhyuk sudah punya Yuri. jadi sekarang cuman aku kan yang boleh? Tidak apa-apa dong” katanya pelan. Dia merangkul pinggang Sunny membuat jarak mereka lebih kecil, jarak bibir mereka saja sudah dekat sekali. Maju sedikit sudah kena. Kikikiki.

Jantung Sunny berdetak dengan cepat, mukanya merah sekali. Donghae terkekeh. Donghae maju, Sunny mundur dan akhirnya jatuh terduduk balik lagi di bangku. Donghae berada di depan Sunny dan menunduk kepalanya. Donghae memegang pipi Sunny dengan lembut dengan tangannya, Sunny menutup matanya sama sekali tidak bisa mengontrol jantungnya. Dia tau Donghae cuman bermain tidak serius. Sudah sering sekali, tetapi Sunny sama sekali enggak bisa mengontrol diri sendiri. Badannya bergetar merasa sentuhan Donghae.
Puas sudah Donghae mempermainkan Sunny. dia berdiri tegak, “itu nasehat yang kuucapkan berulang kali” katanya. Sunny membuka matanya dan menatap kesal ke Donghae. dia menghela nafas lega dengan kasar, “Donghae! hentikan! Jangan begitu lagi dong!” bentaknya. Donghae tertawa, “berapa kali pun kamu suruh aku hentikan. Aku akan melakukannya lagi Sunny” ejeknya.

“sekali lagi kamu lakukan. Aku akan membenci mu!” ancam Sunny dengan tangan yang dikepalkan ke arah Donghae. “kamu tidak bisa membenci ku Sunny” kata Donghae tenang. Sunny mau membalasnya tapi tidak mau berkata apa. Baah, Donghae menang adu mulut hari ini. “tidak bisa dengan ku. Tes dengan fanboymu” kata Donghae. sunny melongo, “fanboy ku? Hell no!” tolak Sunny. Donghae menatap Sunny dengan kesal sekarang, “jadi maunya siapa? Fanboymu enggak mau. Dengan ku juga ga mau. Dengan artis mandarin favoritmu? JayChou? Dalam mimpi maybe” kata Donghae. Sunny berkata, “hey! Jangan gitu dong. Kalau dengan JayChou aku mau kok” sambil ketawa-ketawa sendiri. Donghae menatap Sunny datar, Sunny menatap Donghae balik. Kemudian dia menepuk bahu kanan Donghae, “tenanglah. Aku akan mendengar nasihat mu. Tenang saja. Ok?” kata Sunny mengedipkan sebelah matanya. “sudahlah, itu urusan mu. Aku tidak berhak ikut campur” kata donghae, dia memberikan tangannya ke Sunny “balik ke kelas yuk sekarang. Nanti bel lo” ajaknya. Sunny mengangguk dan menerima tangan Donghae. mereka bergandengan tangan menuju kelas. 

[to be continue]

No comments:

Post a Comment