...
...
Eunhyuk memeluk Sunny cukup lama, kemudian Sunny melepaskannya. Sunny menghapus air matanya yang masih tersisa. Hidung dan matanya merah. “sepertinya aku tidak bisa pergi dan pulang bareng sama kamu lagi” kata Sunny tiba-tiba.
Eunhyuk terdiam, dia kemudian sendiri ketawa “benar juga ya. Em, bukannya enggak mau bareng kamu—“ kata Eunhyuk terpotong “tidak apa-apa. Aku masih ada Donghae. Donghae sendiri bilang dia mau bareng aku kok. Tadi saja dia bilang besok pagi dia akan menjemputku. Hehe” kata Sunny. Eunhyuk mengelus rambut Sunny lembut dan menatapnya dengan lembut, “iya ya, untung aku enggak usah khawatir kamu bakalan sendirian. Kamu masih ada Donghae” kata Eunhyuk.
Sunny menatap Eunhyuk, aku masih ada Donghae, tapi aku cuman mau kamu Hyuk.
Sunny mengambil salah satu tangan Eunhyuk dan dia menaruhnya di sebelah pipinya, “aku belum mengucapkan selamat. Chukkae. Semoga longlast terus sama Yuri” kata Sunny ikhlas. Eunhyuk tertawa kemudian dia mencubit hidung Sunny dengan gemes, “gomawo a. Sekarang aku sudah punya, kamu kapan? Kayaknya ga pernah akan ada deh. Kamu enggak manis si” canda Eunhyuk.
Sunny hanya tertawa, Eunhyuk pun ikut. Lama-lama tawa Sunny reda, dan akhirnya dia mengangkat tangannya dan memukul paha Eunhyuk dengan kuat. Plak! “sakittt!!!” teriak Eunhyuk sambil mengelus pahanya. Sunny tidak memerdulikan ringisan Eunhyuk, dia sambung menyambung memukulnya. Balas dendam, karena Eunhyuk merendahnya dan sekalian dia melampiaskan sakitnya Eunhyuk.
“stop.. hen.hentikan... adu adu.... Sunny!” kata Eunhyuk berlari sambil menghindari pukulan Sunny. “salah sendiri, masa bilang aku ini enggak ada manisnya. Jahat!” kata Sunny sambil terus memukul Eunhyuk. tiba-tiba terdengar ketokan pintu, keduanya jadi diam. Eunhyuk menghela nafas lega bersyukur ada yang mengetok dan akhirnya Sunny berhenti memukulnya.
Terdengar suara Ibu Sunny dari luar “Sunny, Hyuk. Kenapa ribut kali? Ibu bawain stroberi yang tadi pagi ibu beli di pasar. Enak lo” kata Ibu Sunny. Terdengar kata stroberi, mata Eunhyuk berbinar-binar dan tersenyum lebar. Tanpa aba-aba, Eunhyuk langsung membuka pintu.
“ahjumma!” seru Eunhyuk. ibu Sunny tersenyum dan berkata “kalian ribut sekali, sampai di bawah bisa dengar lo” kata Ibu Sunny. “mama, Eunhyuk ngences tuh” kata Sunny cuek. Ibu Sunny menyodorkan sekotak berisi stroberi kepada Eunhyuk, “nah. Untukmu” kata Ibu Sunny. Eunhyuk menerimanya dengan senang hati dan berkata “gamsahhamnida ahjumma!” Ibu Sunny hanya tersenyum kemudian menutup pintu dan turun.
Eunhyuk terus menatap buah stroberi yang sangat banyak yang sangat cantik dengan warna merahnya, dan pastinya buah stroberi ini sangat sangat manis. Sunny dengan diam diam mengambil satu buah dan melahapnya, dia tersenyum jahil. “Ya! Aku saja belum makan” kata Eunhyuk. “kenapa aku harus tunggu kamu makan dulu?” kata Sunny tersenyum jahil, “kan mama ku yang beli” sambung Sunny.
Eunhyuk membuat muka cemberut, Sunny tertawa melihat muka Eunhyuk “monyet jelek yang egois. Stroberi ini mama beli untuk makan sama-sama. Jangan pelit dong” kata Sunny. Dengan engan, akhirnya Eunhyuk membagikan yang dia bilang itu –stroberinya- padahal stroberi mama Sunny.
Mereka memakannya sambil bercerita, “a!” pekik Eunhyuk tiba-tiba. “mwo?” tanya Sunny bingung dengan kelakuan Eunhyuk, “aku lupa meng sms Yuri!” katanya langsung menyambar tasnya dan mengambil hpnya. Muka Sunny jadi suram, Yuri Yuri Yuri, lagi sama aku bisa enggak jangan bilang nama Yuri
“aku sudah berjanji dengannya nanti aku akan mengsmsnya” kata Eunhyuk sambil matanya menatap hpnya dan dengan lincah jarinya berdansa di keypad hpnya. “hyuk” panggil Sunny, Eunhyuk menatapnya “ya?” tanya Eunhyuk. Sunny menggeleng kepalanya, “tidak apa-apa. Tidak jadi”
Eunhyuk menggantung tasnya di sebelah bahunya, “aku pulang dulu ya Sunny” pamit Eunhyuk. Sunny menangguk dan melambai tangan kepada Eunhyuk. Eunhyuk memutar kenop dan membukanya sebelum dia pergi, “Sunny. Jangan nangis lagi. Kamu harus menjadi perempuan yang kuat kan. Kalau kamu nangis, rasanya sakit. Haha, itu saja. Jumuseyo” pamit Eunhyuk lagi, tapi sebelum keluar dia balik dan mencium dahi Sunny kemudian baru dia pulang.
Sunny memegang dahinya yang baru saja tadi dicium Eunhyuk, “dasar playboy, sudah punya Yuri jangan lagi dekat-dekat dengan ku bisa ga?” kata Sunny bicara entah dengan siapa. Dia merasa matanya panas kemudian dia menutup matanya. “aku jadi lemah karena kamu kan Hyuk. Mau jadi kuat tapi enggak bisa, kenapa ga sama aku saja Hyuk? Kenapa harus Yuri? Kenapa?” kata Sunny dengan pelan. Akhirnya air mata yang di tahannya keluar juga.
Hari yang menyedihkan.
~next morning.
Putri tidur sedang enaknya di tempat tidurnya yang nyaman. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, dan masuklah seorang pemuda. Pemuda itu tersenyum puas kalau putri itu tidak terbangun. Dengan langkah yang pelan dia menuju tempat tidur putri itu. Putri tidur itu menutup seluruh badannya dengan selimut sampai dia tidak sadar ada pemuda asing(?) yang masuk ke kamarnya.
Tangan pemuda itu dengan pelan menarik selimut putri tidur itu, dan kemudian dia membuangnya ke bawah dan berteriak “Sunny, bangunnnnn!! Rise and shine, sunshine!”
Putri tidur yang bernama Sunny itu terkejut dan terbangun dari posisi tidur menjadi posisi duduk. Dia menguap, mengejap-ngejap matanya untuk membuat penglihatannya yang kabur menjadi jelas. Dia melihat lelaki yang sedang tersenyum dan tangannya diselipkan di sakunya. Eunhyuk? seingatnya rambut Eunhyuk merah, tapi ini coklat.
Dia mengucek-ngucek matanya dan, tiba-tiba dia menerima ketokan di kepala. “woi, kok masih tidur. Cepat bangun” kata pemuda itu. Sunny melihat ke depan, “D... D... Donghae???” kata Sunny sambil menunjuk orang yang ada di hadapannya. Pemuda yang bernama Donghae itu hanya tersenyum manis. “kenapa masih di tempat tidur putri? Cepetan bangun. Nanti terlambat loh ke sekolahnya” kata Donghae.
Sunny menguap, “emangnya sudah jam berapa si?” tanyanya sambil tangannya meraba-raba disampingnya mencari jam wekernya. Ketemu, dia melihat jarum jam menunjukan pukul--, “setengah sepuluh???!!!!” teriak Sunny. Dengan ligat, dia lompat dari tempat tidurnya dan menuju wastafel untuk menggosok gigi dan mencuci muka.
Donghae menutup kedua telingannya dengan kedua tangannya, “suara mu Sunny. Suara mu!” katanya. Donghae melihat Sunny sambil tersenyum geli.
Sunny tidak memedulikan Donghae, sesudah menggosok gigi, dia menyambar handuknya dan segera mandi. Terdengar suara shower, tapi tidak sampai 2menit sudah selesai. Donghae terkejut, mandi bebek? Tanya Donghae sendiri.
Sunny keluar dari kamar mandi, rambutnya yang masih sedikit basah, aroma khasnya yang sangat wangi menusuk hidung. “Donghae! Keluar! Aku mau ganti baju!” teriak Sunny. Dia membuka pintu kamarnya dan mengsepak Donghae agar keluar dari kamarnya.
Buk! Pantat Donghae terasa sakit. “apa yang di katakan Hyuk benar, dia enggak ada manisnya” kata Donghae sendiri. Terdengar dari dalam Sunny berteriak “aku dengar itu!” Donghae langsung diam.
~S U N N Y ‘ S R O O M
Sunny melihat jam wekernya, menunjukkan pukul 09.50. mampus, 20 menit lagi sekolah akan masuk. Dengan cepat dia memakai seragamnya asalan. Dia bahkan enggak menyisir rambutnya lagi, dia menyambar tasnya dan membuka pintunya. Disana dia ketemu Donghae, Sunny mengatur nafasnya. “ayoo,, kita nanti terlambat” kata Sunny sambil menarik Donghae agar bangun dari duduknya.
Donghae bangun tapi tidak bergerak, Sunny kesal “ado, apa si. Nanti kita terlambat bakalan kena hukuman ni!” kata Sunny. Tangan Donghae yang di tarik Sunny, di ganti jadi Donghae yang menariknya masuk kembali ke kamar Sunny.
Dia menduduk Sunny di meja riasnya, “lihat dirimu sendiri, rambut mu berantakan seperti baru berkelahi dengan kucing. Kancing baju mu ada yang enggak beres. Dan...” ngomel Donghae berhenti sejenak “mata mu bengkak. Kemarin seharian nangis terus ya?” sambung Donghae.
Sunny menunduk kepalanya, setelah Eunhyuk meninggalnya kemarin dia memang terus menangis. Air matanya tidak mau berhenti. Sampai akhirnya dia tidur terlelap.
“i...itu tidak usah dipikir lagi. Lebih penting cepetan, sekarang kita ke sekolah. Tinggal 10 menit lagi Donghae!” kata Sunny sambil berdiri dari tempat duduk meja riasnya. Tapi donghae menekan dua bahu Sunny akhirnya Sunny kembali duduk.
Dia mengambil sisir yang terletak di meja dan menyisirnya dengan lembut. Setelah itu dia menyuruh Sunny berdiri, dan Sunny menurutinya. Dia mengancing kancing baju Sunny yang tidak terkancing dan ada juga tidak beres. “kamu ini. Kancing yang benar dong. Terlihat lo” kata Donghae jahil. Muka Sunny memerah “ter... terlihat a.. apanya?” tanya Sunny, dia malu setengah mati. Donghae mendekat mulutnya ke telinga Sunny, “bra mu yang berwarna kuning ada gambar anak ayam. Lucu lo” bisik Donghae. Shit, muka Sunny merah sampai telinganya, “yadong!” teriak Sunny di telinga Donghae.
Donghae langsung menghembus tangannya dan ke telinganya. “miann! Salah sendiri dong” kata Donghae tidak mau kalah. Sunny hanya diam dengan mukanya yang memerah.
Donghae menaikkan muka Sunny, “mata mu bengkak. Ada kompres?” tanya Donghae. Sunny mengangguk. Donghae puas dengan jawaban Sunny dia menarik Sunny turun ke bawah dan ke dapur. Donghae mengacak kulkas Sunny mencari kompres. Ketemu. Kemudian dia melempar ke Sunny, Sunny menangkapnya.
“di kompres” perintah Sunny. Mau tidak mau Sunny harus menurutinya, tidak mungkin kan putri sekolah SM School ke sekolah dengan mata yang bengkak.
Sambil kompres, Donghae menarik tangan Sunny menuju ke mobilnya. Sesudah dua makhluk hidup itu di mobil, Donghae menstart mobilnya. Sunny melepas sebentar kompresnya dan melihat jam tangan dia. “Donghae! Sudah pukul 10.10! ngebut dong” printah Sunny. Donghae tersenyum lebar, “benar? Kalau aku ngebut takutnya kamu kena heart attack lo” kata Donghae. “Donghae!” teriak Sunny. Donghae berkata “baik baik. Your wish is my your command to me,my lady”
Dua detik kemudian Donghae ngebut. Sunny? Donghae ngebut langsung teriak seperti anak kesurupan.
~5 menit kemudian
Mobil Donghae sekarang tergeletak di parkiran mobil. Donghae tersenyum lebar, kalau Sunny dia sedang mengontrol detak jantungnya karena kecepatan ngebut Donghae beneran membuat heart attack. “kamu tidak apa-apa?” tanya Donghae, tangannya sedang sibuk membereskan rambut Sunny yang berantakan.
Sunny mengambil nafas dan kemudian dibuangnya, “i... iya. yang penting sampai sekolah tidak terlambat” kata Sunny. Donghae turun dari mobilnya dan menuju pintu penumpang yang di duduk Sunny. Dia membukanya, Sunny turun dari mobil Donghae, tiba-tiba kakinya terasa lemas. Sunny pasti terjatuh kalau Donghae tidak segera menangkapnya.
“a... aku ti...tidak apa-apa. Ayo sekarang ke... ke... kelas” ajak Sunny. Donghae tertawa, “kita masih punya banyak waktu, baru jam 9 kok” kata Donghae dengan senyum innocent. Sunny melihat Donghae dengan tatapan horror, “ja...jangan bohong. Sudah jam 10.20 kan” katanya sambil melihat jam tangannya. “lihat ini!” kata Sunny sambil memperlihatkan jam tangannya kepada Donghae.
Donghae tertawa terbahak-bahak, “beneran jam 9. Pftt, aku tadi mengatur jam weker dan jam tangan mu lebih cepat 1setengah jam” kata Donghae. Sunny melihat jam dinding yang berada di depan gerbang sekolahnya. Menunjukkan pukul – 09.00 pas. Kok kita enggak tau ya rupanya Donghae ada menyetel jam weker dan jam tangan Sunny?
“tadi aku jam berapa bangun?” tanya Sunny. “haha, jam 7.30” kata Donghae, Sunny mencekek leher Donghae, “ohok ber...bercanda saja Sunny!” kata Donghae berusaha melepaskan cekekan Sunny. Ohno, angry Sunny keluar.
Sunny terus mencekek Donghae dan mengguncang-guncang tubuhnya, “AKU MASIH ADA WAKTU UNTUK TIDUR 2JAM TAPI KAMU MALAH MENGGANGGUKU, GARA-GARA KAMU TADI PENAMPILAN KU KUSUT SEKALI, SAMPAI BRA KU PUN KAMU TERLIHAT. DAN AKU SEKARANG SANGAT LAPAR KARENA TADI TIDAK SEMPAT SARAPAN. KAMU HARUS NGEBUT KARENA KUPIKIR AKAN TERLAMBAT DAN AKHIRNYA AKU HAMPIR KENA HEART ATTACK. DONGHAEEEE!!!” teriak Sunny.
Donghae hanya tertawa dan tersenyum innocent, “Sun... Sunny. Kamu ngomongnya terlalu besar. Murid lain ter... terdengar tuh” kata Donghae. Sunny membantu, tadi dia bilang apa? B...br...br..braa?! OMG. “DONGHAE-SSI!!!!” kata Sunny terus mencekek Donghae.
...
Dua couple itu baru saja sampai sekolah. Eunhyuk baru saja memakirkan sepedanya di tempat parkiran khusus sepeda. “Hyuk, lihat itu” kata pacar Eunhyuk sambil menunjuk suatu tempat yang seorang perempuan sedang mencekek seorang laki. Siapa lagi kalau bukan Sunny dan Donghae itu. Eunhyuk melihat ke arah yang pacarnya menyuruhnya lihat. Deg, perasaan apa ini? Eunhyuk mengerutkan dahinya. Tiba-tiba dia merasa aneh melihat kedekatan kedua teman baiknya itu. Seharusnya sudah biasa kan, mereka selalu begitu. Tapi kali ini tanpanya.
Pacar Eunhyuk sadar dengan perubahan raut wajah Eunhyuk. dia tersenyum. Sudah sadar?
Eunhyuk tertawa paksaan, “hahaha, seperti orang bodoh” kata Eunhyuk, dia menggandeng tangan pacarnya. “Ayo, kita ke kelas duluan, Yuri” ajak Eunhyuk.
Pacar Eunhyuk yang bernama Yuri hanya menatap Eunhyuk, rupanya belum.
...
...
Dibagian Sunny dan Donghae? Sunny masih mencekek Donghae. Padahal muka Donghae sudah pucat sekali lo seperti sudah mau kehilangan nyawa... kasian Donghae.
[to be continue]
No comments:
Post a Comment