Sunday, January 22, 2012

I'll Always Be At Your Side, chp:7


 by: admin vz

...

Ternampak putri sekolah SM School sedang berjalan menuju ke kelasnya, murid-murid yang lewat menyapanya dengan hangat, dan dibalas putri itu dengan anggukan, lambaian, ataupun senyuman yang membuat fanboynya meleleh.

Sesudah sampai di depan pintu kelasnya, dia membukanya. Semua orang dengan serentak menyapanya. Dia melihat kedua teman baiknya sedang bercanda tanpa dirinya. Sibuk sendiri hingga mereka bahkan tidak tau kalau dia sudah di tempat duduknya. Tapi dia tidak memerdulikannya. Maklum, sudah punya pacar lupa teman. Dia menghembus nafas.

Salah satu teman baiknya yang sedang duduk terus ketawa, “cu... cukup Eunhyuk, perut ku be... haha. Benar-benar sakit sekarang karena terlalu banyak ketawa” kata seorang perempuan yang merupakan teman baik putri itu. Dan cowok yang lagi di hadapannya dan juga sedang ketawa sepertinya adalah pacarnya, salah satu pangeran SM School. Eunhyuk memegang perutnya, dan berkata “kamu belum dengar selanjutnya lagi Yuri” 

Putri itu terus memerhatikan mereka, tapi mereka sama sekali tidak menyadari kedatangannya. Dasar pembohong, itu yang dipikir putri itu. Dia memejam matanya, 2detik kemudian dia membukanya. Dia berdiri dari tempat duduknya, dia mau pergi. Kemana saja asalkan tidak melihat pemandangan yang sangat sesak baginya. Sakit.

Krittt. Terdengar bunyi seretan. Eunhyuk baru sadar kemudian dia memanggil putri itu, “oi Sunny, ngapain disana? Ayo kesini” ajak Eunhyuk. 

Putri bernama Sunny itu tersenyum lemah kepada mereka. Yuri yang juga baru sadar hanya menatap Sunny dan tersenyum. Yuri tau Sunny tidak suka melihat kedekatannya dengan Eunhyuk. terlihat sekali di muka Sunny, terlalu gampang terbaca. Muka Sunny yang terlihat muram, di paksanya tersenyum ceria di hadapan dua teman baiknya atau couple itu. “enggak ah, daripada mengganggu kalian pacaran. Aku pergi cari Donghae saja. Ta-ta” kata Sunny sambil meleletkan lidahnya sebelum keluar dari kelasnya.
Eunhyuk menatap Sunny datar, “cari Donghae ya?” gumam Eunhyuk tidak sadar. “Sunny jadi lebih dekat ya dengan Donghae” kata Yuri tanpa menatap Eunhyuk, dia masih menatap pintu yang baru saja Sunny keluar tadi. “ya” kata Eunhyuk datar. Yuri menoleh ke Eunhyuk, “ada apa? Tiba-tiba kamu seperti tidak senang” tanyanya. 

Eunhyuk sadar dari perubahannya, aku selalu merasa ga senang melihat Sunny dekat dengan Donghae, ke..napa? Eunhyuk tersenyum lebar sampai gusinya terlihat “oh ya? Haha. Aku sendiri juga tidak tau” kata Eunhyuk sambil tertawa bodoh. Yuri hanya menggeleng kepalanya melihat pacarnya yang sedang bersikap aneh ini.

...

Sunny menuju lorong terus untuk mencari kelas Donghae. tap tap tap, sampai. Dia membuka pintu kelas Donghae. dia terlihat orang yang dicarinya sedang duduk tidak berdaya di tempat duduk. Kenapa? Kan karena dia tadi mencekek Donghae terus. Dengan tersenyum kecut karena merasa bersalah, dia menuju ke tempat Donghae. 

Donghae merasa kepalanya sangat puyeng. Dia terus merasa mual. Salahnya sendiri. Dia hampir lupa bagaimana ganasnya Sunny kalau sedang marah. Baru saja dia memejam matanya, tiba-tiba dia merasa ada dua tangan yang sedang mengurut kedua bahunya. Dia merasa lesa. “gomawo” gumamnya, dia sangat menikmatinya. “mianhe, sepertinya aku terlalu keterlaluan” kata Sunny dengan bersikap manis.
Donghae terus menutup matanya merasakan enaknya pijitan Sunny, “iya. tapi aku juga salah, karma maybe?” canda Donghae. dia tersenyum. Kemudian dia mengambil tangan Sunny tandanya sudah boleh berhenti. Sunny berhenti memijitnya.

“aku lapar. Belum sarapan, makan yuk” ajak Sunny. Donghae tersenyum dan menangguk menerima ajak Sunny. Mereka menuju kantin dengan bergandengan tangan dan tersenyum manis.

~kantin
Setelah lama mengantri untuk memesan makanan. Akhirnya dapat juga makanannya, dia melahapnya. Perutnya yang terasa kosong sekarang sudah penuh. Donghae tidak ikut makan dengan alasan sebelum mengunjung rumah Sunny dia sudah duluan sarapan. Donghae terus menatap Sunny yang sedang makan. Manis, itu pikiran Donghae. sunny menyadari Donghae terus menatapnya, “jangan lihat aku terus dong. Grogi ni” kata Sunny. “kamu... cari aku karena enggak bisa melihat pemandangan couple yang sedang bermesraan di kelas mu kan?” tanya Donghae. bingo, Donghae memang pandai dalam hal menebak-nebak.

Sunny yang tadi dengan nafsu memakan bubur ayamnya menjadi tidak selera, dia meletakkan sendoknya. “Donghae-ssi. Kamu seperti mempunyai kekuatan bisa membaca pikiran orang” kata Sunny, “ dan itu sangat menakutkan.” sambung Sunny dengan candaan.

Donghae menatap Sunny dengan serius, Sunny juga balas menatapnya. Donghae mendekat dan menaruh tangannya di puncak kepala Sunny, tiba-tiba diacaknya rambut Sunny dengan gemes. “hentikan Donghae” protes Sunny. Kenapa rambutnya suka sekali di hancurkan Eunhyuk dengan Donghae. 

“untuk melupakan Hyuk. Bagaimana jadian dengan ku?” kata Donghae. Sunny menatap Donghae tidak percaya, dia serius atau bercanda? Kalau bercanda, itu sama sekali enggak lucu. Sunny ketawa dan memukul Donghae pelan, “jangan bercanda Donghae” katanya. “aku tidak bercanda kok” kata Donghae cepat. Sunny menatap Donghae lembut dia mengelus pipi Donghae “tawaran yang sangat bagus, tapi tidak bisa. Biarkan saja perasaan ku begini. Dan aku tidak mau memanfaatin kamu” jelas Sunny, “dan, kamu lebih pantas mendapatkan pacar yang lebih manis 100x lipat daripada aku” 

“ngaku juga sendiri enggak manis” ejek Donghae. buk! Sebuah kepalan tangan berhasil mengenai kepala Donghae, “diam atau mau ku cekek lagi?” ancam Sunny. “ampuni hamba” kata Donghae.”kamu perempuan yang paling manis pernah kutemui Sunny” kata Donghae lembut. Dia mengambil helain rambut Sunny, menciumnya dan menghirupnya “aku akan mengatakan Eunhyuk lelaki paling bodoh karena dia lebih memilih Yuri daripada kamu” kata Donghae, setelah puas menghirupnya dia melepaskan rambut Sunny, dan bersambung “Dan, kenapa juga kamu bisa jatuh cinta dengan monyet jelek dan bodoh itu?”
Sunny berkata “jatuh cinta kepada seseorang harus mempunya alasan?” Donghae terdiam mendengar kata Sunny, “aku juga mengakui diriku bodoh karena bisa jatuh cinta dengan monyet yang jelek dan bodoh itu” sambung Sunny. Kemudian putri dan pangeran itu saling tertawa.

...

Satu pangeran yang bernama Eunhyuk sedang mengecilkan suara langkahnya agar bisa mengejutkan kedua temannya itu. Sudah mendekat, “Hyuk, hentikan. Kamu tidak bisa mengejutkan kami” kata Sunny datar. Eunhyuk dengan kesal berkata “tidak seruuu!” rengeknya. Sunny menoleh kebelakang, “kamu tau kamu tidak bisa mengejutkan kami, tapi masih saja mencoba. Give up with it” kata Sunny. “satu kali pon aku tidak mengejutkan mu. Tidak seru” kata Eunhyuk kemudian gabung duduk dengan mereka. “mana Yuri?” tanya Donghae.

“Yuri? Dia sedang di panggil guru entah ngapain lah itu. Bosan, jadi aku datang cari kalian” jawab Eunhyuk. Donghae melempar kepala Eunhyuk, “bagus! Ga ada pacar baru datang cari teman ya!” kata Donghae. “hah? Sejak kapan” tanya Eunhyuk dengan muka bodohnya itu. “ha ha. Tidak usah sok bodoh lah ya. Kamu memang udah bodoh kan” kata Donghae.

Tidak menghiraukan hinaan Donghae, Eunhyuk mendekat Sunny yang sedang menikmati memakan bubur ayamnya itu, “Sunnyyy... minta donggg” manja Eunhyuk. “enak saja, beli sendiri dong. Ini kan punya ku” tolak Sunny. “bagiii donggg” rengek Eunhyuk lagi. “aah, kamu berisik sekali. Sana beli lagi, biar bisa saling suap sana dengan Yuri mu” kata Donghae.

“aku mintanya dengan Sunny, bukan kamu kok wek!” kata Eunhyuk mengeluarkan lidahnya. “apa yang dikatakan Donghae benar. Aku ga mau bagi denganmu, maunya dengan Donghae saja” kata Sunny cuek dan mendorong mangkuk bubur nya ke Donghae. Donghae menerima dengan senang hati, Sunny bahkan menyuap Donghae, sengaja lo sengaja! Eunhyuk merasa iri, dia mencuri mangkuk isi bubur Sunny dan memakannya sendiri.

Sunny ketawa dan mencegahnya makan, “hey. Jangan sesukamu makan makanan orang dong. Sana beli sendiri” kata Sunny sambil memukul Eunhyuk agar menghentikan makan. “sengaja kali bermesraan di depan ku dengan Donghae. bagi dong, kamu jangan pelit la. Kamu memang enggak ada manisnya” kata Eunhyuk. Donghae mengambil kembali bubur Sunny, “yasudah. Enggak usah makan la. Sunny bilang enggak mau bagi yang enggak” kata Donghae. 

Mereka tiga terus rebut bubur Sunny, mau tidak mau mereka ketawa juga karena kebodohan dan sifat kekanakkan mereka.

[to be continue]

No comments:

Post a Comment