Saturday, March 24, 2012

I'll Always Be At Your Side, chp:13

By: admin vz~

enjoy~

...
...
...
Seorang gadis sedang menopang dagu dan satu tangannya lagi sedang memain-mutar pensil mekanik berwarna kuning. Matanya menatap kedepan melihat papan, bisa dilihat perempuan itu seperti sedang serius mendengar ocehan-ocehan yang keluar dari gurunya itu.


Kalau lebih dekat, rupanya matanya menatap kedepan kosong, orangnya ada tetapi sepertinya pikirannya sedang melayang-layang. Tiba-tiba dia merasa tepukan pelan dibahunya. Dia melihat sekeliling melihat sebagian menghilang dan sebagian sedang bermakan ria. Sudah bel rupanya dan dia tidak tau karena sedang sibuk melamun.


Terasa lagi tepukan pelan, dia mendongak keatas dan rupanya teman sekelasnya memanggilnya, “ada apa Luna?” tanyanya.


“Yuri-ssi, Eunhyuk-ssi sudah menunggu didepan lo” jawab Luna sambil melirik ke luar dan berdirilah Eunhyuk bersandar didinding.


Yuri kemudian mengambil bekal makanan dari tasnya dan menggumamkan ‘thanks’ kepada Luna. Dan melesat pergi  mendekati Eunhyuk.


...


Seperti biasa, bel istirahat sudah berbunyi dan disni sekarang bersandar di dinding didepan kelas pacarnya, menunggu pacarnya sambil menunduk kepalanya dan kedua tangannya diselipkan disaku. Siswa-siswi yang memberi salam tidak dihiraukan, tapi mereka maklum karena pangeran mereka sedang mempunyai masalah makanya murung. Padahal biasanya akan dibalas dengan senyumannya yang charming itu.


Tap tap tap...


Eunhyuk mengangkat kepalanya dan menemukan pacarnya yang cantik itu sedang berdiri, sambil tersenyum manis. Dan, tangannya yang sedang memegang, bekal?


“Kamu tidak apa-apa?” tanya pacarnya lembut. Eunhyuk menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering. Kemudian dia menggeleng kepalanya pelan.


Yuri menghela nafas, kemudian tangannya meraih memegang pipi Eunhyuk yang terlihat, “benarkah? Kamu terlihat pucat lo, Hyuk” tanya Yuri lagi khawatir.


Pacarnya kelihatan pucat dari biasanya. Pacarnya terlihat lebih murung dari biasanya. Pacarnya terlihat sangat diam dari biasanya. Dan Yuri tidak menyukai itu.


Eunhyuk menjawab dengan anggukan kecil. Dia terasa malas dan berat untuk mengeluarkan suara walaupun cuman ucap beberapa kata saja.


Tangannya yang putih itu memegang tangan Yuri yang lembut dan putih itu yang sedang memegang pipinya dengan lembut. Dan menarik tangan Yuri dan menaruhnya ke bibirnya. Diciumnya dan dihirupnya aroma pacarnya itu. Begitu menenangkan.


Tetapi, dia lebih kangen aroma favoritnya itu. Sunny, aroma khasnya yang sangat menenangkan dan memabukkan. Begitu berbeda dengan aroma pacarnya ini. Dia begitu berharap perempuan yang dihadapannya ini bukan Yuri. Keterlaluan, tetapi dia sangat kangen dengan Sunny.


“Hyuk, aku buat bekal untuk kita berdua lo. Makan yuk, keburu masuk nanti” ucap Yuri pelan. Masih posisi tadi, Eunhyuk mengangguk kepalanya dan menggandeng tangan Yuri. Kemana? Kemana lagi kalau bukan atap, tempat kesukaan mereka untuk pacaran.


...


...


Seorang pemuda dengan muka baby facenya sedang berdiri disebuah pintu. Tangannya memegang kaleng yang merupakan minuman Pocari Sweat. Dia berdiri disana karena dia melihat dua teman baiknya sedang makan. Yuri dan Eunhyuk, kedua teman baiknya itu yang sudah pacaran sangat lama.
Tiba-tiba kakinya terasa berat untuk melangkah memasuki atap melihat Eunhyuk. tapi, daripada dibawah di kantin yang sangat ramai dan berisik itu. Mau tidak mau masuk juga.


...


Eunhyuk membuka matanya yang tadi dia tutupi dengan punggung tangannya. Dia mengerutkan dahinya melihat pemuda itu masuk. Bukannya dia tidak suka, ayolah, dia itu adalah sobatnya. Tetapi, entah lah, Eunhyuk sedang merasa tidak mau ketemunya.


“Donghae” panggil Yuri.


Pemuda itu, Donghae, melemparkan senyuman tipis kepada Yuri. Kemudian menoleh ke Eunhyuk yang menatap datar kearahnya. Begitu juga Donghae.


“sudah makan?” tanya Yuri.


Donghae menoleh ke arah Yuri lagi dan memberi senyuman tipis –lagi-, Donghae menggeleng kepalanya pelan. Yuri mengangkat sebelah alisnya, “kenapa belum?”


“tidak ada mood, Yuri” jawab Donghae kemudian jalan menuju pinggiran atap yaitu berdiri di sebelah Eunhyuk yang sedang duduk sambil menutup matanya.


Yuri terdiam, dia tau banget kenapa Donghae tidak ada mood makan. Siapa lagi kalau bukan ‘matahari’nya dengan Eunhyuk. Eunhyuk juga tidak ada mood makan, terlihat kali dari bekal yang susah-susah dibuat Yuri baru dimakannya seperempat.


“kamu akan menjenguk Sunny nanti?” tanya Donghae sambil menatap Eunhyuk.
Tau pertanyaan itu dilontarkan ke Eunhyuk, Eunhyuk tidak mau membuka matanya menatap mata Donghae. “tidak” jawab Eunhyuk singkat.


Donghae tidak bertanya lagi, dia diam dan menutup matanya. Menikmati hembusan angin yang dirasakan kulitnya itu. Lagi-lagi pikirannya melayang. Melayang ke...


“Sunny”


...


Sepeda Eunhyuk berhenti di sebuah rumah yang sederhana tapi terlihat nyaman itu. Yang dibelakang dengan elegan turun dari sepeda Eunhyuk. dia menyisir rambutnya yang terlihat agak berantakan dengan jari-jarinya itu.


“masuk sebentar dulu, Hyuk?” tanya Yuri.


Sudah biasa Yuri bertanya begitu, tapi semenjak kecelakaan yang dialami Sunny, dia tidak bertanya lagi. Karena setiap bertanya, Eunhyuk menolak dengan alasan ‘aku lelah’ atau ‘aku mau menjenguk Sunny’
Tapi mumpung tau tau dia hari ini tidak menjenguk Sunny, Yuri bertanya.


Tapi ajakan Yuri ditolak halus oleh Eunhyuk dengan senyuman yang sedikit dipaksakan dan gelengan kepala. “hari ini aku mempunyai bnyk pr yang harus dikerjakan” kata Eunhyuk.


Eunhyuk mengelus puncak kepala Yuri halus. Masih tersenyum, “kamu pasti lelah, hari ini kamu kebanyakan melamun lo, istirahatlah” ucap Eunhyuk lembut.


Semburat merah muncul di kedua pipi Yuri, Yuri tau pikirannya hari ini melayang. Tidak disangka, pacarnya yang kacau ini menyadarinya. Yuri senang pacarnya masih mengkhawatirnya.
Tangan besar Eunhyuk yang masih dipuncak kepala Yuri tiba-tiba mendorong kepala Yuri maju. Dan membuat Yuri mendekat ke arah Eunhyuk. jarak yang tipis, mata mereka bertemu. Perlahan jarak mereka menipis dan menipis, mata kedua insan itu tidak bisa mengalih pandangan mereka.


Yuri dapat merasakan hembusan nafas Eunhyuk. Yuri meneguk ludahnya, jantungnya sekarang berdetak tidak karuan, mudah-mudahan Eunhyuk tidak terdengar suara jantungnya. Perlahan, Yuri menutup matanya ketika merasa bibir Eunhyuk mendekat ke bibirnya.


Eunhyuk tersenyum tipis, dan ini bukan paksaan. Dia senang menggoda pacarnya ini, senang lagi melihat muka pacarnya ini. Dengan jahatnya, yang diharapkan Yuri malah tidak terjadi, Eunhyuk mendaratkan sebuah kecupan yang cukup lama didahi Yuri.


Merasakan bibir Eunhyuk yang menempel didahinya, mata Yuri melebar dan mukanya terasa amat panas, oh tidak. Bibir Eunhyuk kemudian mendekat ke telingat Yuri. “dasar nakal” bisik Eunhyuk dengan seksinya.
Yuri ingin sekali terjun dari laut ketika menyadari reaksinya yang sangat bodoh. Melihat wajah Yuri yang sangat merah melebihi stroberi kesukaannya, membuat Eunhyuk tertawa terbahak-bahak. Sudah lama tidak tertawa lepas semenjak kejadian itu. Terima kasih kepada pacarnya yang lucu dan enak digoda, Eunhyuk bisa tertawa.
...


Couple yang bermesraan tadi dan sekarang pacarnya salah satu tertawa lepas dan satu lagi yang mukanya sedang memerah tidak sadar. Tidak sadar bahwa, dari tadi, ada sepasang mata yang terus mengamati mereka.


Yang melihat terus mengerutkan dahinya, artinya bahwa dia sangat tidak suka pemandangan yang sedang dilihatnya sekarang. Kedua tangannya mengepal erat.


Dengan perlahan, dia jalan mendekat. “Yuri”


...


Tawa Eunhyuk terhenti dan menatap seorang pemuda yang sedang menatap datar kearahnya dan Yuri. Yuri menoleh ke arah sumber.


Tidak dapat disembunyikan oleh Yuri bahwa terkejutnya dia melihat yang dilihatnya sekarang.
Eunhyuk menatap bingung ke pemuda itu. Bingung lagi melihat raut wajah Yuri yang terkejut itu. “temanmu, Yuri?” tanya Eunhyuk.


“a...” “iya! dia... dia teman anak eommaku, dia pernah pergi jauh dan dia baru balik kayaknya, ya kan Henry?” potong Yuri cepat. Dia tidak tau apa yang akan dijawab pemuda itu yang bernama Henry tadi. Tapi dia tidak mau tau.


“kenapa kamu terkejut kali melihatnya?” tanya Eunhyuk bingung lagi. Yuri menatap Eunhyuk dengan senyuman canggung, “Henry ini teman baikku lo dari kecil, dia akhirnya balik ke Korea aku senang kali dan terkejut. Be...begitulah” jawab Yuri cepat, super cepat.


“kamu?” tanya Henry sambil menaik sebelah alisnya. Tangan Eunhyuk merangkul bahu Yuri mesra, “aku pacar Yuri, salam kenal. Hyuk Jae, tapi biasa dipanggil Eunhyuk” jawab Eunhyuk memperkenalkan diri.
Yuri menunduk kepalanya, dia tidak berani menatap Henry yang terlihat shock dengan jawaban Eunhyuk.
Eunhyuk melepas rangkulannya, dan siap-siap mendayung sepedanya jauh. “senang berkenalan dengan mu Henry, aku harus pergi sekarang. Bye” pamit Eunhyuk, sebelumnya dia mencium pipi Yuri yang menunduk.


...


Setelah Eunhyuk menjauh, Yuri jalan menuju pintu rumahnya. Dia tidak peduli Henry yang sedang menatap tajam kearahnya.


“aku tidak nyangka kamu cepatnya melupakan aku, Yuri” kata Henry pelan masih belum beranjak dari tempatnya.


“Hyuk Jae, dia masih belum tau tentang kita kan?” tanya Henry dengan suara agak meninggi.


Yuri terhenti. Dia membalik badannya yang tadi membelakangi Henry. dia mengerutkan dahinya, dadanya terasa sakit tiba-tiba. “kenapa...”


“kenapa kamu balik Henry?”


[to be continue]
 

No comments:

Post a Comment